jurnalistik.co.id – Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Kebon Jahe 8, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (3/8/2026) sore. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.40 WIB.
Triyanto, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa objek yang terbakar merupakan bangunan rendah berupa rumah tinggal. Lokasinya disebut berada di sebelah SPBU Cideng, dengan informasi awal masuk sekitar pukul 17.40 WIB.
“Objek yang terbakar bangunan rendah berupa rumah tinggal, lokasinya di sebelah SPBU Cideng. Informasi terima berita sekitar pukul 17.40 WIB,” kata Triyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin malam.
Proses pemadaman di lokasi
Sebagai respons awal, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan dua unit mobil pemadam dan lima personel dari Pos Jatibaru pada pukul 17.42 WIB. Tim kemudian tiba di lokasi dalam waktu sekitar tiga menit, yakni pukul 17.45 WIB.
Secara keseluruhan, pengerahan petugas pada akhir respons mencapai 10 unit mobil damkar dan 48 personel. Api kemudian berhasil dilokalisir dalam waktu 10 menit, tepatnya pukul 17.55 WIB.
Setelah api terkendali, operasi pendinginan berlanjut hingga selesai pada pukul 18.30 WIB. Meski pemadaman berlangsung relatif cepat, Triyanto menyebut petugas sempat menghadapi hambatan saat menuju titik api.
Triyanto menegaskan bahwa hambatan utama bersumber dari akses jalan yang sempit serta kondisi lalu lintas yang cukup padat. Kondisi tersebut disebut memengaruhi pergerakan petugas di lapangan sebelum pemadaman dilakukan secara penuh.
Berita Terkait
Adapun area yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 1.200 meter persegi. Rumah tersebut dihuni oleh satu kartu keluarga dengan satu orang penghuni.
Terkait informasi yang beredar di media sosial, Triyanto juga melakukan klarifikasi mengenai narasi yang menyebut area Pasar Cideng Thomas turut terbakar. Menurutnya, yang terbakar bukan pasar, melainkan rumah tinggal; lokasi kejadian disebut memang berada berdekatan dengan kawasan tersebut.
Dalam insiden ini, Triyanto memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Sementara itu, dugaan pasti penyebab kebakaran, kronologi, serta pendataan masih berada dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Ia menambahkan bahwa sejak laporan masuk, respons dilakukan secara bertahap mulai dari pengiriman armada dari pos terdekat hingga penataan petugas di titik kejadian. Setelah tim tiba, upaya pemadaman difokuskan untuk menghentikan penjalaran api, sebelum selanjutnya proses penanganan beralih ke tahapan pengendalian.
Triyanto menjelaskan bahwa hambatan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan lebar jalan, tetapi juga berkaitan dengan mobilitas kendaraan di sekitar lokasi. Saat petugas bergerak menuju pusat titik api, kondisi arus yang padat membuat pergerakan perlahan, sehingga penanganan awal dilakukan sambil menyesuaikan rute dan akses yang tersedia.
Mengenai dampak, wilayah yang terdampak diperkirakan seluas sekitar 1.200 meter persegi, dengan bangunan yang terbakar berupa rumah tinggal. Di rumah tersebut hanya tercatat satu kartu keluarga, dengan satu orang penghuni, sehingga pendataan detail terkait kondisi hunian menjadi bagian dari proses evaluasi pascakejadian.
Terkait pembahasan yang ramai di media sosial, Triyanto menegaskan kembali bahwa narasi yang menyebut area pasar turut terbakar tidak sesuai dengan temuan di lapangan. Menurut keterangan petugas, lokasi kejadian memang berdekatan dengan kawasan yang dimaksud, sehingga pemberitaan yang menyamakan objek terbakar dengan pasar berpotensi menimbulkan salah paham.
Triyanto juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. Untuk dugaan penyebab kebakaran, kronologi lengkap, serta hasil pendataan lanjutan, ia menyatakan hal itu masih menunggu proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.












