Otomotif

BBQ Ride Bandung: Motor Sport Mini 2-Tak Tembus Rp 230 Juta, Ini Daftarnya

0
×

BBQ Ride Bandung: Motor Sport Mini 2-Tak Tembus Rp 230 Juta, Ini Daftarnya

Sebarkan artikel ini
Motor Mini Harga Selangit di BBQ Ride, Ada yang Tembus Rp 230 Juta! Otomotif 14 Juni 2026
Ilustrasi: Motor Mini Harga Selangit di BBQ Ride, Ada yang Tembus Rp 230 Juta!

jurnalistik.co.id – Gelaran BBQ Ride di Bandung kembali menyuguhkan pemandangan yang membuat mata terbelalak. Di antara kemunculan motor bebek lawas yang harganya setara skutik baru, ada satu segmen lain yang tak kalah menarik: jajaran motor sport mini bermesin kecil namun dibanderol dengan harga fantastis.

Dalam ajang ini, persepsi bahwa motor sport mini bermesin 50 cc hingga 80 cc “tak berdaya” dipatahkan. Deretan motor sport mini legendaris dengan mesin dua tak justru menjadi primadona kolektor, dengan nilai jual yang menembus ratusan juta rupiah.

Honda NSR 80 Repsol Edition

Salah satu unit yang menjadi pusat perhatian di area booth adalah Honda NSR 80 Repsol Edition lansiran 1999. Secara dimensi, motor ini tampak mungil, tetapi statusnya sebagai barang koleksi langka membuat harganya melonjak drastis.

Unit ini awalnya dibuka dengan harga Rp 250 juta. Namun, di ajang BBQ Ride, harga tersebut terkoreksi menjadi Rp 230 juta.

Yamaha TZM50R dalam dua variasi

Selain NSR 80, Yamaha TZM50R juga hadir dengan dua unit. Untuk varian Japan Domestic Market (JDM), harganya dipatok Rp 110 juta setelah diskon dari angka awal Rp 120 juta.

Sementara itu, satu unit lainnya dijual di angka Rp 95 juta. Dua pilihan banderol tersebut menunjukkan adanya perbedaan spesifikasi yang ikut menentukan nilai jual di kalangan kolektor.

Lineup lain: YSR 50 dan GAG50

BBQ Ride juga menampilkan Yamaha YSR 50 tahun 1986 yang dikategorikan sebagai salah satu unit dengan harga “ramah kantong” untuk ukuran kolektor. Meski demikian, angka Rp 60 juta tetap harus ditebus agar motor tersebut bisa dibawa pulang.

Tak ketinggalan, Suzuki GAG50 lansiran 1986 ikut mejeng di ajang yang sama dengan banderol harga Rp 65 juta. Kehadiran model-model ini memperkuat gambaran bahwa motor mini dua tak terus punya daya tarik tersendiri.

Mengapa harganya fantastis?

Fenomena harga selangit untuk motor berkapasitas mesin kecil ini bukan tanpa alasan. Faktor utama yang mengerek harga adalah kelangkaan unit dan nilai historis yang melekat pada masing-masing motor.

Kebanyakan motor yang dijual adalah barang-barang yang tidak masuk secara resmi ke Indonesia pada zamannya, atau diproduksi dalam jumlah terbatas untuk pasar Jepang. Kondisi ini membuat ketersediaan unit serupa semakin sulit ditemukan, sehingga kompetisi kolektor turut mendorong harga naik.

Status motor-motor tersebut juga telah bergeser dari sekadar alat transportasi menjadi barang investasi atau lifestyle item. Bagi para kolektor, mesin 2-tak berkapasitas 50 cc hingga 80 cc menyimpan memori masa kecil yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Di luar faktor kelangkaan, biaya restorasi juga ikut menentukan. Untuk mengembalikan performa dan tampilan motor agar tetap original, pemilik harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

Selain itu, ketersediaan suku cadang orisinal yang semakin sulit dicari membuat pemilik perlu merogoh kocek dalam. Pada akhirnya, kombinasi antara kelangkaan unit, nilai historis, kebutuhan restorasi, dan tantangan mendapatkan part orisinal ikut berkontribusi pada tinggi rendahnya harga jual di pasaran kolektor saat ini.

Di sisi lain, kehadiran deretan motor sport mini ini turut menegaskan bahwa BBQ Ride tidak hanya menjadi ajang kumpul, tetapi juga ruang ukur selera pasar kolektor. Unit-unit yang tampil di booth menjadi bahan pembicaraan karena angka banderolnya bergerak mengikuti kondisi dan rekam jejak sejarah masing-masing model.

Kalau sebelumnya banyak orang memandang mesin kecil dua tak sebatas pilihan sederhana, di lokasi acara persepsi itu berubah menjadi pertimbangan nilai. Para penggemar lebih menilai keunikan era produksi, latar belakang pemasaran, serta seberapa jauh motor tersebut mampu dipertahankan dalam spesifikasi dan tampilan yang mendekati kondisi asli.

Bagi pemilik dan calon pembeli, proses kepemilikan juga tidak berhenti pada harga saat transaksi. Selanjutnya mereka berhadapan dengan pekerjaan restorasi yang menuntut kesabaran, mulai dari penyesuaian agar performa kembali optimal sampai pemilihan part yang orisinal atau setidaknya mendekati karakter bawaan motor.