Otomotif

Mobil Jarang Dipakai? Ini Komponen yang Paling Cepat Rusak

0
×

Mobil Jarang Dipakai? Ini Komponen yang Paling Cepat Rusak

Sebarkan artikel ini
Mobil Jarang Dipakai? Ini Komponen yang Cepat Rusak Otomotif 14 Juni 2026
Ilustrasi: Mobil Jarang Dipakai? Ini Komponen yang Cepat Rusak

jurnalistik.co.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa waktu terakhir membuat sebagian pemilik mobil memilih mengurangi penggunaan kendaraan untuk menekan pengeluaran. Tidak sedikit mobil akhirnya lebih sering terparkir di garasi dan jarang dipakai untuk aktivitas sehari-hari.

Kendati begitu, mobil yang terlalu lama tidak digunakan tetap berisiko mengalami gangguan pada sejumlah komponen. Kondisi ini bisa muncul karena perawatan rutin yang biasanya menjaga performa kendaraan tidak lagi berjalan seperti semestinya.

Di Solo, Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Honda Auto Clinic, mengatakan mobil yang jarang digunakan umumnya mengalami beberapa masalah, mulai dari aki hingga sistem bahan bakar. Menurutnya, kebiasaan meninggalkan mobil dalam waktu lama bisa memengaruhi kondisi komponen yang membutuhkan sirkulasi dan pengisian daya yang terjaga.

Aki tekor dan ban kehilangan kelenturan

Iwan menjelaskan, accu atau aki sering tekor karena sel-sel aki jarang terisi penuh. Akibatnya, sel tersebut akan cepat rusak.

“Seperti accu atau aki sering tekor karena sel-sel aki jarang terisi penuh, sehingga sel akan cepat rusak. Kemudian ban sering kempes dan keras, ini biasanya karet ban jadi keras dan hilang kelenturan serta daya cengkeramnya,” ujar Iwan kepada Kompas.com, belum lama ini.

Selain soal pengisian daya aki, ia menyoroti dampak ban yang kempes dan mengeras. Kondisi ban seperti ini, menurut Iwan, tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kenyamanan sekaligus keselamatan saat kendaraan digunakan.

Iwan menambahkan bahwa ban yang sudah kehilangan kelenturan berisiko menurunkan daya cengkeram. Ia juga menyebut kondisi tersebut dapat membuat ban lebih mudah pecah, serta berpotensi membuat kendaraan kehilangan kestabilan saat melaju pada kecepatan tinggi.

Rem berkarat dan oli mengendap

Komponen berbahan logam juga rentan mengalami korosi ketika mobil terlalu lama tidak digunakan. Iwan menyebut piringan rem dan kaliper termasuk bagian yang bisa mengalami karat.

“Komponen yang berbahan logam seperti piringan rem dan kaliper bisa berkarat. Selain itu, oli mesin akan mengendap karena jarang bersirkulasi secara maksimal,” kata Iwan.

Menurut penjelasan tersebut, persoalan tidak hanya berhenti pada komponen yang terlihat langsung seperti rem. Saat mobil tidak dipakai dalam periode tertentu, sirkulasi oli mesin menjadi tidak maksimal, sehingga oli dapat mengendap dan berpotensi memengaruhi kondisi kerja mesin.

Seal mesin, karet bodi, dan wiper makin getas

Di luar komponen logam, Iwan juga menyinggung bagian berbahan karet. Ia menyebut seal mesin, karet bodi, hingga bilah wiper dapat kehilangan elastisitasnya ketika mobil jarang digunakan.

Menurutnya, karet yang kehilangan elastisitas kemudian menjadi keras dan dapat mengalami retak. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan kebocoran pada beberapa bagian kendaraan.

Dengan begitu, mobil yang tidak dipakai terlalu lama tidak hanya kehilangan performa secara perlahan, tetapi juga bisa mengalami penurunan kualitas pada material yang secara normal bekerja melalui pergerakan dan pemanasan saat kendaraan digunakan.

Sistem bahan bakar: BBM bisa mengalami pengendapan

Iwan menambahkan, masalah juga dapat muncul pada sistem bahan bakar. Ia menjelaskan bahwa BBM yang terlalu lama tersimpan di dalam tangki berisiko mengalami pengendapan.

Pengendapan tersebut, menurut Iwan, dapat menyumbat saluran bahan bakar. Pada akhirnya, kondisi ini dapat mengganggu kinerja mesin saat mobil digunakan kembali.

Solusi: tetap panaskan dan ajak jalan berkala

Meski mobil jarang dipakai, Iwan menekankan perlunya perawatan agar komponen dapat bekerja normal. Ia menyatakan mobil tetap perlu dipanaskan dan diajak berjalan secara berkala.

Tujuannya, seluruh komponen dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya dan usia pakainya dapat lebih panjang. Dengan jadwal pemanasan dan pemakaian yang teratur, risiko gangguan berantai pada aki, ban, rem, oli, hingga sistem bahan bakar dapat diminimalkan.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pilihan untuk mengurangi penggunaan mobil saat BBM mahal tetap perlu diimbangi dengan langkah perawatan. Mobil yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya sekadar “tidak dipakai”, tetapi berpotensi mengalami kerusakan pada bagian-bagian yang paling membutuhkan kerja rutin dan perputaran komponen.