Bisnis & Ekonomi

BEI Atur Ketat: Saham Berkategori HSC Tidak Masuk LQ45 dan IDX30

×

BEI Atur Ketat: Saham Berkategori HSC Tidak Masuk LQ45 dan IDX30

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BEI Perketat Indeks Utama: Saham HSC Dilarang Masuk LQ45 & IDX30

jurnalistik.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan pengetatan seleksi konstituen untuk indeks utama. Dalam aturan seleksi terbaru, saham berkategori high shareholding concentration (HSC) tidak akan dimasukkan ke indeks utama BEI, termasuk LQ45 dan IDX30.

Kebijakan ini disampaikan Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di gedung BEI pada Selasa (14/7/2026). Menurut Jeffrey, penetapan status HSC menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi konstituen indeks utama, selain kriteria-kriteria lain yang telah berlaku sebelumnya.

“Kami juga sudah menetapkan bahwa seluruh saham dalam kategori high shareholding concentration tidak akan kami masukkan dalam indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di gedung BEI, Selasa (14/7/2026).

BEI juga menjelaskan bahwa ketentuan tersebut berlaku menyeluruh bagi saham-saham yang telah ditetapkan masuk kategori HSC. Dengan demikian, status HSC tidak diperlakukan sebagai penilaian yang bersifat parsial atau hanya untuk sebagian saham, melainkan menjadi bagian dari keputusan seleksi indeks utama.

Price impact ratio jadi salah satu indikator awal

Dalam penentuan saham yang masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi, BEI menambahkan kriteria price impact ratio sebagai metodologi. Indikator ini diterapkan terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Jeffrey menyebut keputusan tersebut merupakan hasil revisi metodologi high shareholding concentration yang dilakukan Self Regulatory Organization (SRO). Setelah revisi, BEI mengevaluasi 171 saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun dengan menggunakan indikator price impact ratio.

“Bahwa atas seluruh saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas 10 triliun Itu ada 171 saham dan atas 171 saham tersebut tentu kami periksa price impact ratio -nya, apakah tinggi atau rendah,” paparnya.

Menurut penjelasan BEI, melalui proses penilaian itu, pihak bursa mengidentifikasi apakah suatu saham memiliki price impact ratio yang tinggi atau rendah. Tahap berikutnya, saham-saham dengan price impact ratio tinggi kemudian menjalani proses screening untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi HSC.

Tidak berhenti pada price impact ratio

Jeffrey menegaskan bahwa penentuan HSC tidak semata-mata bertumpu pada price impact ratio saja. BEI tetap menggunakan trigger factors dari fungsi pengawasan untuk menilai seluruh saham yang masuk dalam kriteria pengawasan.

“Kami sampaikan bahwa di luar kriteria tersebut ( price impact ratio ) juga ada trigger factors dari fungsi pengawasan, yang juga dilakukan atas seluruh saham yang ada, yang masuk dalam kriteria pengawasan, sehingga total dihasilkan 37 saham yang memiliki indikasi high shareholding concentration ,” pungkas dia.

Dari kombinasi evaluasi menggunakan price impact ratio serta penerapan trigger factors pengawasan, BEI menyebutkan terdapat 37 saham dengan indikasi high shareholding concentration. Dengan angka tersebut, proses penentuan HSC diposisikan sebagai proses yang berlapis, mulai dari indikator berbasis price impact ratio hingga pemeriksaan tambahan dari mekanisme pengawasan.

Definisi price impact ratio

BEI turut menguraikan cara menghitung price impact ratio. Indikator ini dihitung dengan membandingkan perubahan harga suatu saham terhadap velocity. Velocity, dalam konteks ini, merupakan rasio rata-rata volume transaksi dengan jumlah saham yang beredar di publik, yakni free float.

Dengan pendekatan tersebut, price impact ratio dipakai untuk menilai respons harga dibandingkan aktivitas perdagangan dan ukuran free float saham. Hasil penilaian ini kemudian menjadi titik awal screening sebelum indikasi HSC ditetapkan melalui proses pengawasan yang lebih luas.

Kendati demikian, BEI menegaskan bahwa pengelompokan HSC dan implikasinya terhadap indeks utama merupakan bagian dari mekanisme seleksi yang lebih komprehensif. Status HSC tetap ditempatkan sebagai faktor penting dalam seleksi konstituen, selaras dengan penetapan yang membuat saham berkategori HSC tidak masuk ke indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya.