Bisnis & Ekonomi

Konsumsi Alkohol Global Terus Turun pada 2025, RTD dan Nonalkohol Masih Tumbuh

×

Konsumsi Alkohol Global Terus Turun pada 2025, RTD dan Nonalkohol Masih Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Konsumen Mulai Kurangi Minuman Beralkohol, Penjualan Global Terus Turun

jurnalistik.co.id – Laporan International Wine and Spirits Research (IWSR) memperlihatkan bahwa konsumen global terus mengubah kebiasaan saat memilih minuman beralkohol. Pada 2025, volume konsumsi minuman beralkohol dunia kembali menurun, menandai penurunan ketiga secara berturut-turut.

Penurunan tersebut sebesar 2 persen, atau sekitar 500 juta boks berukuran sembilan liter dibandingkan 2024. Kondisinya terjadi seiring konsumen mengurangi frekuensi sekaligus jumlah konsumsi alkohol, bukan sepenuhnya meninggalkannya.

Dalam laporannya yang dipublikasikan Juni 2026, IWSR mencatat penurunan terjadi pada beberapa kategori utama. Bir, anggur, serta minuman beralkohol suling atau spirit sama-sama mengalami penurunan volume pada 2025.

Di antara perubahan yang menonjol, ada pergeseran urutan konsumsi pada dua kategori. Untuk pertama kalinya, volume konsumsi anggur berada di bawah spirit, sebuah sinyal bahwa pola preferensi konsumen bergerak dengan cepat.

Sementara itu, RTD (Ready to Drink) menjadi bagian yang paling berbeda dari tren besar. IWSR menyebut kategori RTD tetap tumbuh, bahkan menjadi satu-satunya kategori utama yang mencatat perkembangan positif pada 2025.

RTD mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 3 persen pada 2025. Pertumbuhan itu tetap berjalan di tengah kondisi yang tidak seragam di pasar-pasar tertentu, termasuk Amerika Serikat yang menyumbang sekitar 40 persen volume RTD dunia.

Di Amerika Serikat, RTD menghadapi penurunan tahunan pertama sejak 2015. Namun, di level produk, RTD premium justru menunjukkan penguatan, dengan volume meningkat lebih dari 15 persen.

Di Jepang, pasar RTD terbesar kedua di dunia, IWSR melihat tanda-tanda perlambatan. Penilaian ini mengarah pada kesimpulan bahwa pasar RTD sedang memasuki fase matang setelah puluhan tahun didominasi budaya koktail kaleng.

Dari sisi pasar regional di Eropa, RTD juga menunjukkan dinamika pertumbuhan yang tidak merata antarnegara. Spanyol, Belanda, dan Inggris termasuk pasar dengan pertumbuhan RTD tercepat di kawasan tersebut.

Selain RTD, segmen nonalkohol kembali menjadi sorotan karena tumbuh lebih cepat dibandingkan kategori lain. IWSR menempatkan produk nonalkohol sebagai salah satu bagian yang menunjukkan laju peningkatan paling kuat pada 2025.

Perubahan perilaku konsumen

Direktur Pelaksana sekaligus Presiden IWSR, Marten Lodewijks, menilai industri minuman beralkohol sedang menghadapi perubahan perilaku yang bersifat struktural. Menurutnya, konsumen tidak meninggalkan alkohol, tetapi mengubah cara konsumsinya.

“Pasar minuman beralkohol global sedang mengalami perubahan besar. Konsumen tidak meninggalkan alkohol , tetapi mereka lebih berhati hati tentang frekuensi dan intensitas konsumsinya. Meskipun volume secara umum masih menurun, titik titik pertumbuhan dan peluang tetap ada,” ujarnya.

Dengan narasi tersebut, penurunan 2 persen tidak dibaca sebagai penolakan total, melainkan indikasi bahwa pasar menata ulang prioritas. Konsumen cenderung lebih selektif, sehingga perusahaan perlu menyesuaikan portofolio dan format produk yang relevan dengan kebutuhan baru tersebut.

Perubahan itu juga tampak dalam peta negara. IWSR menyebut India sebagai pasar yang memimpin pertumbuhan konsumsi minuman beralkohol pada 2025.

Di India, volume konsumsi minuman beralkohol naik 4 persen, angka tertinggi di dunia. Saat ini, India menjadi pasar minuman beralkohol terbesar kedelapan di dunia, dan proyeksi IWSR memperkirakan posisinya naik menjadi peringkat kelima pada 2035.

Untuk wilayah Eropa, IWSR menyoroti Turki sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat. Kenaikan itu terutama ditopang oleh produk pada segmen harga standar, yang menunjukkan daya tarik produk bernilai bagi konsumen di tengah variasi kemampuan belanja.

RTD tetap paling dinamis

Dalam konteks perubahan kategori, IWSR menilai RTD sebagai bagian paling dinamis dari industri minuman beralkohol. Dengan pertumbuhan yang berlanjut, RTD menjadi sinyal bahwa format siap saji masih menemukan cara untuk menarik konsumen.

“RTD tetap menjadi segmen paling dinamis dalam minuman beralkohol. Kategori ini semakin matang di pasar terbesarnya, sementara secara bersamaan berkembang di pasar baru. Pergeseran cepat menuju format premium, rasa dan merek baru menunjukkan kategori ini memiliki prospek jangka panjang,” kata Lodewijks.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pertumbuhan RTD tidak hanya bertumpu pada kelanjutan budaya konsumsi lama, tetapi juga pada inovasi rasa serta kemunculan merek baru. Peralihan menuju format premium juga menjadi faktor yang dapat menjaga daya tarik kategori ini, termasuk saat pasar utama mulai menunjukkan perlambatan.

Di sisi lain, tren keseluruhan yang menurun pada kategori bir, anggur, dan spirit mengindikasikan ruang kompetisi yang semakin menajam. Ketika konsumen lebih berhati-hati dalam frekuensi dan intensitas konsumsi, produk yang mampu menawarkan pengalaman rasa dan kenyamanan sesuai preferensi terkini cenderung lebih mudah bertahan.

Dengan demikian, hasil 2025 memperlihatkan dua gerak yang berjalan bersamaan: penurunan volume total minuman beralkohol secara global, sekaligus pertumbuhan pada RTD dan produk nonalkohol. Kombinasi ini memberi gambaran bahwa pasar sedang beralih ke format yang lebih praktis dan alternatif yang lebih beragam.

Ke depan, arah strategi industri akan sangat ditentukan oleh kemampuan membaca perubahan kebiasaan konsumen dan memanfaatkan titik pertumbuhan yang masih terbuka. Pada saat yang sama, pergeseran komposisi kategori—termasuk fakta bahwa anggur kini berada di bawah spirit—akan terus memengaruhi peta persaingan antarprodusen dan antarnegara.