jurnalistik.co.id – Aktivitas transaksi investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini menunjukkan pola yang tidak seragam. Di tengah akumulasi masih mencatat net buy, sejumlah emiten justru mengalami net sell dengan nilai yang menonjol.
Berdasarkan data perdagangan BEI, investor asing mencatat net buy sebesar Rp 689 miliar sepanjang pekan yang berakhir pada Jumat (14/8/2026). Namun, pada saham-saham tertentu, nilai penjualan bersih oleh investor asing lebih besar dibanding pembelian.
10 saham dengan net sell asing terbesar
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi yang tertinggi dengan net sell asing sebesar Rp 815,47 miliar. Setelah BMRI, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net sell Rp 409,84 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 284,35 miliar.
Pergerakan net sell juga terlihat pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mencapai Rp 247,32 miliar. Berikutnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat net sell asing Rp 101,78 miliar, sementara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berada di Rp 74,89 miliar.
Daftar sepuluh saham dengan net sell asing terbesar pekan ini berlanjut ke PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp 60,33 miliar. Selanjutnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat net sell Rp 48,85 miliar, lalu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar Rp 46,24 miliar.
Pada posisi terakhir dalam daftar tersebut, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat net sell asing Rp 45,65 miliar. Secara keseluruhan, komposisi net sell pada sepuluh saham itu menggambarkan bahwa arus asing tidak hanya bergerak satu arah, meski secara total pekan tetap surplus beli.
IHSG menguat pada penutupan Jumat
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Indeks naik 100,12 poin atau 1,59 persen ke level 6.401,89 dibanding penutupan sebelumnya di 6.301,77.
Berita Terkait
Sepanjang sesi, IHSG bergerak pada rentang 6.267,41 hingga 6.401,89. Indeks sempat melemah pada awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik menguat dan mencapai level tertinggi sekaligus posisi penutupan.
Meskipun menguat pada perdagangan terakhir pekan, IHSG masih menunjukkan pelemahan secara kumulatif. IHSG turun tipis 0,12 persen dalam sepekan.
Rincian aktivitas pasar dan kontribusi sektor
Aktivitas perdagangan selama Jumat mencatat total volume sebesar 31,12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,43 triliun. Dari sisi pergerakan emiten, sebanyak 354 saham tercatat menguat, 277 saham melemah, dan 332 saham stagnan.
Penguatan IHSG pada Jumat ditopang oleh seluruh indeks sektoral yang ditutup di zona hijau. Sektor kesehatan mencatat kenaikan terbesar yaitu 3,09 persen, sementara sektor properti menguat 2,99 persen dan sektor energi naik 2,66 persen.
Perkembangan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Dengan latar sentimen tersebut, pasar terlihat merespons secara positif pada level indeks. Meski demikian, perbedaan antara net buy total investor asing dan net sell yang besar pada sejumlah saham tetap menjadi catatan penting untuk memotret selektivitas arus dana di tengah dinamika perdagangan.
Fenomena itu memperlihatkan bahwa transaksi investor asing berjalan lebih selektif. Di saat total asing masih mencatat net buy sepanjang pekan, terdapat kelompok emiten yang justru menyerap arus keluar lebih besar, sehingga posisi bersihnya berubah menjadi net sell dan menonjol dibanding saham lain.
Pada saat yang sama, penguatan IHSG pada Jumat juga tercermin dari sebaran pergerakan emiten. Sebanyak 354 saham menguat, sementara 277 saham melemah dan 332 saham stagnan, yang mengindikasikan suasana perdagangan cenderung mendukung kenaikan indeks walau tetap ada variasi respons di level individual saham.
Respons positif pasar terlihat sejalan dengan menguatnya seluruh indeks sektoral pada penutupan Jumat. Dengan kesehatan menjadi sektor dengan kenaikan terbesar, disusul properti dan energi, dinamika tersebut memberi ruang bagi indeks untuk naik ke level penutupan tertinggi pada sesi, sebelum akhirnya berakhir dengan pelemahan kumulatif tipis di sepanjang sepekan.












