Bisnis & Ekonomi

Asing Jual Bersih Rp2,38 T dalam Dua Hari Berturut-turut

×

Asing Jual Bersih Rp2,38 T dalam Dua Hari Berturut-turut

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada perdagangan Rabu (30/9/2026) dan ditutup melemah 0,83% ke level 6.071,13. Di balik penurunan tersebut, aktivitas investor asing masih didominasi aksi jual bersih yang menekan sentimen pasar.

Nilai net sell asing pada sesi kemarin tercatat mencapai Rp1,61 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan posisi pada 29 September 2026 yang sebesar Rp777,2 miliar.

Dengan pola tersebut, akumulasi net sell investor asing dalam dua hari terakhir berada di kisaran Rp2,38 triliun. Pergerakan ini menggambarkan arus keluar dana yang berlanjut, meski pasar sudah sempat menunjukkan dinamika pergerakan pada hari sebelumnya.

Tekanan dari transaksi asing terutama terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps. Sejumlah emiten menjadi sasaran penjualan, dengan nilai net sell yang relatif menonjol dibandingkan saham lainnya.

Langkah asing pada saham-saham utama

Sepanjang perdagangan Rabu (30/9/2026), Bloomberg Technoz mencatat 10 saham dengan nilai net sell terbesar. BBCA memimpin dengan net sell Rp231,1 miliar, disusul TLKM sebesar Rp225,1 miliar dan BMRI Rp205,9 miliar.

Berikutnya, ASII tercatat mengalami net sell Rp98,5 miliar. Pada urutan setelahnya, BBRI mencatat net sell Rp78,9 miliar, sementara PACK berada di Rp75,8 miliar.

Masih dalam daftar penjualan terbesar, BBNI mengalami net sell Rp47,2 miliar, disusul BRMS Rp46 miliar. MDKA dan ISAT masing-masing mencatat net sell Rp39,1 miliar dan Rp37,4 miliar.

Sementara itu, pergerakan di sisi lain pasar juga menunjukkan adanya posisi beli, meski tidak cukup untuk menahan laju penjualan bersih investor asing secara keseluruhan.

Adapun 10 saham dengan nilai net buy terbesar mencerminkan konsentrasi akumulasi pada beberapa emiten tertentu. UNTR tercatat menjadi pembelian terbesar dengan net buy Rp82 miliar.

Selanjutnya, ANTM mengantongi net buy Rp66,2 miliar. Nilai net buy berikutnya datang dari NSSS sebesar Rp20,8 miliar, disusul GOTO Rp17,2 miliar.

Dalam daftar yang sama, JARR mencatat net buy Rp16,3 miliar, sedangkan EMAS sebesar Rp13,9 miliar. TEBE berada pada Rp12,8 miliar, dengan ENRG sebesar Rp11,6 miliar dan ULTJ Rp9,5 miliar.

Penyerapan modal asing pada sesi tersebut juga terlihat dari SRSN yang mencatat net buy Rp8,5 miliar. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun investor asing tetap melakukan jual bersih secara agregat, terdapat seleksi pembelian pada sejumlah saham tertentu.

Dengan IHSG yang ditutup melemah 0,83%, kombinasi aksi jual dan seleksi transaksi memperlihatkan bahwa sentimen pasar masih berada dalam tekanan arus dana asing. Total net sell sekitar Rp2,38 triliun dalam dua hari terakhir menjadi sinyal penting untuk memantau arah perdagangan pada sesi-sesi berikutnya.

Meski indeks kembali bergerak melemah, respons pelaku pasar terlihat tidak seragam. Di tengah tekanan agregat dari investor asing, terdapat indikasi bahwa beberapa transaksi dilakukan lebih selektif, sehingga tidak seluruh pergerakan saham terseret secara sama.

Lonjakan nilai net sell asing dibanding sesi sebelumnya juga memberi gambaran soal perubahan intensitas arus keluar. Dari Rp777,2 miliar pada 29 September 2026, angka tersebut naik menjadi Rp1,61 triliun pada sesi kemarin, lalu akumulasi dua hari mendekati Rp2,38 triliun.

Fokus penjualan pada emiten berkapitalisasi besar turut memperkuat sinyal sentimen. BBCA, TLKM, dan BMRI menjadi contoh yang menonjol dalam daftar net sell terbesar, sekaligus menunjukkan bahwa pelemahan bersumber dari kantong likuiditas yang relatif dominan.

Sementara itu, sisi pembelian menunjukkan kecenderungan penempatan pada saham tertentu, bukan penyeimbang penuh terhadap arus keluar. UNTR memimpin net buy, disusul ANTM serta beberapa nama lain dalam daftar, tetapi besarnya net sell tetap lebih kuat sehingga IHSG menutup perdagangan pada 6.071,13 dengan pelemahan 0,83%.