jurnalistik.co.id – Reli Wall Street pada Senin merembet ke pasar kripto. Bitcoin menguat hingga menembus US$87.000, atau sekitar Rp1,5 miliar, setelah arus dana berbasis ETF berbalik positif.
Kenaikan ini membawa Bitcoin mencapai level US$87.354 di New York. Angkanya mencerminkan lonjakan sekitar 7,7% dibanding posisi sebelumnya, sekaligus memperpanjang rebound yang telah bergerak lebih dari US$10.000 dari level terendah pekan lalu.
Dengan pergerakan tersebut, Bitcoin kembali ke kisaran yang sempat terlihat di akhir Januari. Namun, harga masih berada sekitar sepertiga di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober.
Rally di pasar kripto kali ini tidak berdiri sendiri. Dalam laporan yang sama, penguatan disebut terjadi saat sentimen risiko kembali menguat setelah pasar melewati kegagalan pengesahan undang-undang penting di AS.
Daya tarik aset kripto juga ditopang oleh kondisi pasar yang lebih luas. Reli saham dan obligasi di Wall Street menjadi salah satu faktor yang membuat investor kembali memburu aset berisiko.
Di saat yang sama, pasar juga bereaksi terhadap kebijakan moneter yang sedang berjalan. Kenaikan suku bunga Federal Reserve sebelumnya sempat menjadi penekan, tetapi pergerakan harga pada Senin menunjukkan tekanan tersebut tidak lagi mendominasi laju pembelian di kripto.
Selain itu, penurunan harga minyak berkontribusi pada suasana yang lebih kondusif. Kombinasi turunnya minyak dan optimisme yang muncul menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping turut menopang pasar secara lebih luas.
Penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah aset digital berkapitalisasi lebih kecil mencatat kenaikan dengan persentase yang lebih tajam, menandai adanya respons berantai dari pelaku pasar.
Dogecoin melonjak hingga 14%. Sementara itu, XRP naik sekitar 8% pada sesi yang sama, mengikuti arah menguatnya minat terhadap ekosistem kripto.
Berita Terkait
Lonjakan harga juga tercermin dari pergerakan posisi perdagangan. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi untuk posisi long maupun short di pasar aset digital mencapai US$1 miliar, yang tercatat sebagai yang tertinggi sejak akhir Agustus.
Data yang dihimpun Coinglass menunjukkan bahwa momen tersebut banyak dipicu oleh likuidasi taruhan bearish yang tersapu kenaikan tajam. Dari total likuidasi, sekitar US$878 juta berasal dari posisi short yang dibersihkan dalam periode tersebut.
Dari sisi dinamika harga, pergerakan Bitcoin pada Senin sekaligus menegaskan bahwa pasar kripto sedang mencoba mengambil kembali momentum. Meski demikian, jarak terhadap rekor Oktober masih cukup besar, sehingga volatilitas tetap menjadi bagian dari karakter perdagangan saat ini.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian investor beralih pada arah arus ETF. Ketika aliran dikatakan berbalik positif, permintaan terhadap instrumen terkait Bitcoin ikut menguat, lalu merembet ke pergerakan harga di pasar spot dan aset digital lain.
Dengan reli yang juga ditopang kondisi makro di luar kripto, pasar tampak sedang menempatkan skenario risiko sebagai fokus utama. Optimisme sebelum pertemuan Trump–Xi serta pergerakan pasar yang lebih luas menjadi latar yang membantu penguatan tetap berlanjut sepanjang sesi.
Secara keseluruhan, kombinasi penguatan Wall Street, perbaikan sentimen dari ETF, serta pembersihan posisi yang sebelumnya terpasang memperlihatkan bagaimana perubahan arus dana dan kondisi pasar global dapat mendorong lonjakan di kripto. Pada Senin, hasil akhirnya tampak jelas: Bitcoin menembus US$87.000 dan sejumlah aset lain ikut menguat.
Kondisi “risk-on” yang menguat di Wall Street memberi sinyal bahwa selera investor terhadap aset berisiko sedang kembali terbentuk. Saat dana menemukan kembali ruang untuk mengejar pertumbuhan, kripto ikut merasakan dorongan permintaan yang lebih luas.
Perubahan arus dana juga terlihat dari kembalinya sentimen positif pada ETF berbasis Bitcoin. Ketika aliran tersebut disebut berbalik positif, dampaknya tidak berhenti pada BTC saja, melainkan merembet ke aktivitas di pasar spot dan membuat sebagian aset digital lain bergerak lebih agresif pada sesi yang sama.
Di sisi lain, kenaikan yang cepat turut memperlihatkan karakter perdagangan yang sensitif. Pembersihan posisi taruhan—baik long maupun short—menciptakan likuiditas besar hingga US$1 miliar dalam 24 jam, sehingga lonjakan harga sekaligus memperkuat dinamika volatilitas dan menarik perhatian pelaku pasar untuk memantau kelanjutan arus ETF serta respons berikutnya.












