jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi kedua hari ini, Rabu (4/11/2026). Menjelang penutupan, pergerakan indeks kembali masuk ke zona hijau dan memperlihatkan momentum pemulihan setelah sempat tertekan di awal sesi.
Hingga pukul 15.34 WIB, IHSG berada di level 4.918,52. Indeks mencatat kenaikan 14,24 poin atau sekitar 0,29% dibanding posisi sebelumnya.
Awalnya, IHSG dibuka melemah di level 4.856,96. Pada fase awal perdagangan, indeks bahkan sempat turun hingga menyentuh titik terendah hari itu di 4.824,36 atau terkoreksi sekitar 1,63%.
Setelah tekanan awal tersebut, indeks perlahan pulih sepanjang sesi pertama. IHSG bergerak fluktuatif pada rentang 4.860 hingga 4.880 di siang hari, sebelum penguatan terlihat lebih konsisten pada bagian akhir sesi.
Pergerakan IHSG hingga mendekati penutupan
Memasuki sesi kedua, arah pergerakan berubah lebih jelas mengarah ke kenaikan. Menjelang pukul 14.00 WIB, indeks menembus level 4.880 dan terus bergerak naik mengikuti tren yang sama.
Dalam lanjutan perdagangan, IHSG mencatat titik tertinggi pada 4.919,90. Pada pukul 15.24 WIB, indeks terlihat berada di kisaran 4.919 sehingga rebound dari titik terendah ke puncak hari itu mencapai sekitar 95 poin.
Dari sisi aktivitas pasar, total volume transaksi tercatat 208,33 juta lot. Nilai transaksi mencapai Rp8.181,94 miliar atau setara sekitar Rp8,18 triliun, yang menunjukkan aktivitas tetap ramai menjelang akhir perdagangan.
Penguatan dipimpin beberapa sektor
Penguatan menjelang penutupan sore ini digerakkan oleh beberapa sektor utama. Mengacu pada data pergerakan sektor, sektor keuangan menguat 0,9%, disusul sektor teknologi yang naik 0,7%.
Berita Terkait
Selain itu, sektor konsumer non-kritikal ikut menopang dengan kenaikan 0,3%. Kombinasi tiga sektor tersebut membantu mengangkat IHSG kembali ke area positif setelah sempat terkoreksi pada awal sesi.
Dengan komposisi penguatan yang relatif beragam, pergerakan indeks terlihat tidak bergantung pada satu sektor saja. Kenaikan di sektor keuangan dan teknologi menjadi penopang utama, sementara konsumer non-kritikal menambah dukungan dari sisi sentimen pelaku pasar.
Saham BUMN jadi penopang poin indeks
Sejumlah saham turut berperan dalam menopang IHSG, termasuk saham-saham pelat merah. Jika dilihat dari kontribusi terhadap kenaikan poin indeks, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi penyumbang terbesar.
BBRI menyumbang 9,97 poin atau sekitar 0,20% hingga membawa harga sahamnya berada di level Rp2.720. Kontribusi ini memperlihatkan adanya minat yang cukup kuat terhadap perbankan menjelang penutupan.
Selain BBRI, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga memberikan kontribusi yang signifikan. Saham ANTM menyumbang 5,05 poin atau sekitar 0,10% dengan nilai pada level Rp2.600.
Berikutnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) tercatat turut menyumbang penguatan indeks. PGAS menyumbang 1,04 poin dengan harga saham di Rp1.370.
Peran saham BUMN yang menjadi pengungkit utama tersebut membuat laju IHSG lebih terarah pada fase akhir perdagangan. Dengan dukungan lintas sektor serta kontribusi dari beberapa emiten, indeks berhasil mempertahankan kenaikan hingga mendekati jam penutupan.
Secara keseluruhan, perjalanan IHSG hari ini memperlihatkan pola pemulihan bertahap. Setelah tekanan awal dan koreksi sempat mencapai sekitar 1,63%, indeks akhirnya kembali menguat, menempel di zona hijau melalui kombinasi penguatan sektor keuangan, teknologi, serta konsumer non-kritikal.
Dengan level penutupan yang menguat di 4.918,52, IHSG menegaskan adanya rebound yang cukup berarti dari area terendah intraday. Aktivitas transaksi yang mencapai nilai sekitar Rp8,18 triliun turut menunjukkan bahwa pergerakan menuju penutupan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga diiringi intensitas perdagangan.












