Bisnis & Ekonomi

Freeport Kuakkan Investasi Rp25 T untuk Tambang Kucing Liar, Produksi 2029

×

Freeport Kuakkan Investasi Rp25 T untuk Tambang Kucing Liar, Produksi 2029

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Freeport Habiskan Rp25 T Demi Kucing Liar

jurnalistik.co.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan komitmen investasi sebesar Rp 25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah “Kucing Liar” di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah.

Menurut keterbukaan informasi yang dikutip dari keterangan perseroan, proyek tersebut saat ini berada pada tahap pengembangan, dan produksi diperkirakan mulai berjalan pada 2029.

Direktur sekaligus Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan bahwa pekerjaan untuk tambang Kucing Liar sudah dimulai sejak sekarang dan masuk ke fase development.

“Dan juga saya informasikan di sini bahwa tambang Kucing Liar yang merupakan tambang masa depan kami itu akan sudah mulai kami kerjakan dari sekarang dan itu sudah memasuki tahap development dan akan bisa mulai ditambang tahun 2029,” kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam RDP bersama Komisi XII DPR belum lama ini.

Rencana investasi Rp 25 triliun tersebut juga disebut menjadi bagian dari total kebutuhan dana perusahaan yang mencapai Rp 72 triliun hingga 2033 mendatang.

Tahap proyek hingga proyeksi mulai ditambang

Pengembangan Kucing Liar merupakan bagian dari agenda tambang jangka panjang Freeport yang sebelumnya sudah dijalankan pada deposit Kucing Liar di distrik mineral Grasberg sejak 2023.

Langkah berikutnya, pada 2025 perusahaan menyelesaikan studi untuk mengevaluasi peluang perluasan jejak deposit. Studi itu disusun untuk kapasitas 90 ribu metrik ton bijih per hari.

Dari kajian tersebut, perusahaan menemukan adanya peluang ekspansi dengan biaya rendah. Perluasan itu ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas menjadi 130 ribu metrik ton bijih per hari.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, rencana pengembangan juga diarahkan untuk menaikkan cadangan sekitar 20% dibanding perkiraan sebelumnya.

Dengan kerangka pengembangan yang sedang berjalan, perseroan menegaskan bahwa tambang Kucing Liar diarahkan untuk mulai ditambang pada 2029, sejalan dengan penjadwalan proyek yang disampaikan dalam forum bersama Komisi XII DPR.

Cadangan tembaga dan emas serta proyeksi produksi

Dalam paparan yang dikutip dari manajemen, pada 31 Desember 2025 perusahaan menyampaikan estimasi awal cadangan Kucing Liar mengalami peningkatan dibanding perkiraan sebelumnya.

“Pada tanggal 31 Desember 2025, perkiraan awal PTFI tentang cadangan Kucing Liar mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas yang akan dipulihkan hingga tahun 2041, meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas,” tulis manajemen dikutip dari keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Perseroan juga merinci desain terbaru yang mencatat produksi rata-rata Kucing Liar dalam ringkat penuh, yakni 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas.

Angka produksi rata-rata tersebut disebut melonjak lebih dari 35% dibanding perkiraan sebelumnya, yang menunjukkan adanya kenaikan kinerja berbasis desain pengembangan terkini.

Dengan perubahan rencana kapasitas dan cadangan, proyek ini diharapkan memberi dampak pada durasi pemulihan sumber daya hingga tahun 2041, sebagaimana tercermin dari estimasi cadangan yang akan dipulihkan.

Kebutuhan modal tambahan dan penyesuaian fasilitas

Kajian ekonomi perusahaan turut menyebutkan bahwa pengembangan proyek membutuhkan tambahan investasi modal sekitar 10%. Dalam keterangan yang sama, nilai tersebut disebut setara dengan US$0,5 miliar.

Adanya kebutuhan modal tambahan juga diikuti penjelasan mengenai dampaknya terhadap operasional di Grasberg Block Cave serta penyesuaian pada fasilitas pengolahan yang diperlukan untuk mendukung perubahan skema pengembangan.

Dengan demikian, selain fokus pada peningkatan kapasitas dari 90 ribu metrik ton bijih per hari menjadi 130 ribu metrik ton per hari, perusahaan menempatkan aspek penyesuaian operasional sebagai bagian dari persiapan implementasi proyek.

Dalam konteks total kebutuhan dana hingga 2033, pengeluaran Rp 25 triliun untuk tambang bawah tanah Kucing Liar diposisikan sebagai salah satu komponen utama dari rencana pembiayaan perusahaan.

Ketika tahapan development terus berjalan, Freeport menargetkan produksi mulai dilakukan pada 2029, selaras dengan pernyataan Tony Wenas dalam RDP bersama Komisi XII DPR.