jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajak sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dilakukan dengan arah yang lebih jelas dan terukur. Menurutnya, kolaborasi seharusnya tidak berhenti pada pembahasan umum, melainkan diarahkan pada tema tertentu agar gagasan yang lahir dapat benar-benar dipakai dalam penyusunan kebijakan.
Ajakan itu disampaikan Gusnar saat menghadiri perayaan Milad KAHMI ke-60 pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen untuk menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat komunikasi dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Gusnar menilai, Pemprov Gorontalo memerlukan masukan dari banyak pihak guna merumuskan kebijakan yang selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa sinergi yang efektif harus bisa dipetakan ke persoalan dan fokus pembahasan yang spesifik, sehingga hasilnya lebih mudah dievaluasi.
“Saya menyarankan sinergitas ini sudah harus kita pertajam dan sudah harus sifatnya tematik, jangan lagi yang umum-umum. Tema-temanya apa, sehingga bisa kita lakukan secara bersama-sama,” ujar Gusnar. Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya penajaman arah agar proses diskusi tidak melebar dan output yang dihasilkan tetap relevan bagi pemerintah.
Di sisi lain, Gusnar melihat KAHMI memiliki potensi besar dalam menyampaikan pandangan berbasis kapasitas serta pengalaman para kadernya. Karena itu, Pemprov Gorontalo berencana membuka ruang diskusi tematik bersama KAHMI untuk membahas sejumlah isu secara lebih terbatas, tetapi mendalam.
Ia berharap forum yang dibangun dapat melahirkan substansi yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemerintah. Dengan cara tersebut, ide yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan ditindaklanjuti sebagai referensi dalam menentukan arah program dan kebijakan.
“Pikiran-pikiran terus dikembangkan dan itu harus kita bisa wujudkan dalam pengambilan keputusan. Jadi keberadaan kita semua di jabatan-jabatan publik tidak lantas hanya merupakan sebuah kebanggaan, tetapi harus ada hasilnya yang bisa kita lihat,” katanya. Kalimat itu menegaskan bahwa peran publik semestinya diukur dari dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
Berita Terkait
Gusnar juga mengajak keluarga besar KAHMI untuk turut meninjau peluang ekonomi yang tengah berkembang di Gorontalo. Ia menyebut beberapa area yang dapat menjadi titik perhatian, termasuk sektor usaha, pertambangan, serta pengembangan industri ayam dan telur.
Ia menautkan langkah penguatan di bidang-bidang tersebut dengan kebutuhan pemenuhan pangan kawasan timur Indonesia. Menurut Gusnar, peluang ekonomi yang ada perlu dibaca sebagai kesempatan untuk membangun kesinambungan antara gagasan, dukungan, dan hasil pembangunan yang berorientasi pada kebermanfaatan.
Momentum Milad KAHMI ke-60 diharapkan menjadi ruang yang memperkuat komunikasi sekaligus kontribusi bersama dalam mendukung pembangunan Gorontalo. Gusnar mendorong agar pertemuan tidak bersifat sesaat, tetapi berlanjut melalui interaksi yang konsisten agar masukan yang muncul semakin kaya dan aplikatif.
“Sekali lagi, dirgahayu ke-60, KAHMI. Mari sering bertemu dan sering memberikan advice, saran dan pendapat,” pungkas Gusnar. Ajakan itu sekaligus menjadi penegasan agar kolaborasi Pemprov dan KAHMI terus hidup melalui diskusi, pertukaran gagasan, serta pendampingan pemikiran yang dapat membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat.
Lebih jauh, Gusnar menekankan agar pertemuan tidak berhenti pada seremonial, tetapi diarahkan menjadi kanal yang menghasilkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti. Ia menginginkan setiap masukan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan daerah, sehingga pemerintah memiliki dasar yang jelas ketika menyusun maupun menyesuaikan program.
Menurutnya, forum tematik bersama KAHMI juga dapat menjadi ruang untuk menguji gagasan agar lebih mudah dipetakan ke prioritas. Dengan diskusi yang terarah dan mendalam, proses evaluasi terhadap masukan akan lebih terukur, sementara kontribusi para kader dapat dirasakan sebagai dukungan nyata bagi penyelenggaraan pembangunan.
Gusnar juga memandang penting agar perhatian tidak hanya tertuju pada isu kebijakan, tetapi turut menimbang peluang ekonomi yang relevan bagi Gorontalo. Ia menegaskan perlunya membaca potensi di bidang usaha, pertambangan, serta pengembangan industri ayam dan telur sebagai bagian dari upaya membangun keberlanjutan, dari gagasan hingga hasil yang bermanfaat.












