Bisnis & Ekonomi

Harga Emas Dunia Mengendur Usai Naik 2 Hari Berturut-turut, Jual atau Beli?

×

Harga Emas Dunia Mengendur Usai Naik 2 Hari Berturut-turut, Jual atau Beli?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga Emas Turun Usai Naik 2 Hari Beruntun, Jual atau Beli? - Market

jurnalistik.co.id – Harga emas dunia menunjukkan pelemahan pada perdagangan kemarin, setelah sebelumnya menguat dalam dua sesi berturut-turut. Pergerakan itu memunculkan pertanyaan baru di pasar: apakah pelaku bersikap menambah posisi atau lebih memilih mengunci keuntungan.

Pada Senin, 21/9/2026, harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 4.368,9 per troy ons. Angka tersebut turun 0,34% dibanding penutupan pada akhir pekan lalu.

Dalam dua hari sebelumnya, harga emas justru sempat bergerak naik hingga hampir 3%. Kenaikan beruntun tersebut kemudian diikuti koreksi, sehingga penurunan yang terjadi pada perdagangan kemarin dinilai berkaitan dengan perubahan sikap pelaku pasar yang sebelumnya cenderung mengejar penguatan.

Sejumlah investor tampak mengambil untung setelah periode kenaikan. Iming-iming potensi keuntungan dari kenaikan harga emas membuat sebagian pihak terdorong masuk, namun ketika momentum mulai melemah, aksi jual untuk mengamankan hasil kerap muncul.

Pergerakan yang Dipantau di Pasar Spot

Perbedaan arah pergerakan harga itu terlihat dari penutupan Senin yang lebih rendah ketimbang penutupan akhir pekan. Dengan demikian, meski ada jejak kenaikan dalam dua hari terakhir, perdagangan kemarin mencatat pembalikan yang membuat harga akhirnya kembali turun.

Langkah harga yang naik dua hari berurutan lalu berbalik melemah tidak terlepas dari respons cepat terhadap perubahan sentimen. Pasar yang sempat menempatkan harga lebih tinggi dalam dua sesi sebelumnya kemudian merespons kenyataan bahwa kenaikan tersebut tidak berlanjut pada hari berikutnya.

Pola seperti ini umumnya mendorong pelaku untuk menilai ulang posisi. Saat kenaikan sudah memberikan ruang keuntungan, dorongan untuk keluar dari posisi yang semula dibangun bisa meningkat, terutama bila sinyal dari faktor eksternal juga mengarah pada tekanan.

Sentimen Negatif dari The Fed

Selain faktor teknis dari kenaikan sebelumnya, pernyataan pejabat teras bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve ikut menjadi sentimen negatif bagi emas. Gubernur The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat mengabaikan gangguan pasokan yang berulang dan persisten.

Menurut Goolsbee, gangguan pasokan tersebut perlu direspons melalui kebijakan yang, dalam kemungkinan terburuk, dapat menimbulkan kesusahan bagi rakyat. Pernyataan ini menjadi perhatian karena menegaskan bahwa pembuat kebijakan tidak menutup mata terhadap dampak berkelanjutan gangguan pasokan, sekaligus memberi gambaran bahwa respons kebijakan dapat membawa konsekuensi yang tidak ringan.

Dalam konteks pasar emas, penekanan pada isu pasokan dan konsekuensi kebijakan berpotensi memengaruhi ekspektasi pelaku. Ketika sentimen mengarah pada kondisi yang lebih menekan, minat terhadap aset yang sebelumnya menguat dapat melemah, dan harga menjadi rentan koreksi.

Dengan kombinasi kenaikan hampir 3% dalam dua hari terakhir yang kemudian diikuti penurunan pada perdagangan kemarin, serta adanya sentimen dari pernyataan Goolsbee, dinamika harga emas pada sesi Senin terlihat sebagai hasil pergeseran preferensi pelaku pasar.

Bagi pelaku yang sedang mempertimbangkan posisi jual atau beli, titik pentingnya berada pada dua lapis sinyal yang saling memengaruhi: pertama, koreksi setelah penguatan beruntun karena aksi ambil untung; kedua, tekanan sentimen yang datang dari pesan Federal Reserve terkait gangguan pasokan yang berulang dan persisten serta kemungkinan dampak kebijakan.

Pada akhirnya, harga emas kembali menunjukkan bahwa arah pasar dapat berubah cepat setelah periode kenaikan, terutama ketika sentimen baru hadir dan memengaruhi cara pelaku menilai risiko pergerakan ke depan.

Bagi pelaku pasar, urutan kenaikan lalu koreksi seperti ini biasanya dibaca sebagai tanda bahwa minat dapat bergeser dalam waktu singkat. Setelah sebagian pihak mendapatkan ruang keuntungan, dorongan untuk menahan posisi sering berkurang, sementara transaksi untuk mengamankan hasil justru menjadi lebih dominan.

Di sisi lain, pesan dari Federal Reserve yang menyinggung gangguan pasokan yang berulang dan persisten memperkuat sikap hati-hati. Ketika kemungkinan kebijakan disebut dapat menimbulkan kesusahan pada kemungkinan terburuk, pasar cenderung menahan laju preferensi, sehingga emas lebih rentan mengalami penyesuaian setelah menguat sebelumnya.