jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Sesi I Jumat (4/9/2026) berbalik melemah dan masuk ke zona merah, setelah sebelumnya sempat menguat pada awal sesi. Pada penutupan Sesi I, IHSG terkoreksi 0,11% dan berada di level 6.660.
Pergerakan IHSG pagi tadi diawali dengan kenaikan. Di pembukaan perdagangan, indeks bahkan sempat melesat hingga menyentuh titik tertinggi di 6.704 sebelum kemudian perlahan melemah sepanjang sesi.
Di tengah pelemahan tersebut, saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps menjadi salah satu pemberat. Bloomberg Technoz mencatat saham dari PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ikut menekan pergerakan indeks.
Selain faktor saham individu, pelemahan juga terlihat pada beberapa kelompok industri. Saham-saham pada sektor kesehatan, sektor transportasi, dan sektor konsumen primer mengalami koreksi yang lebih dalam, masing-masing terkoreksi 1,03%, 0,67%, dan 0,54%.
Aktivitas perdagangan pada Sesi I juga menunjukkan perputaran yang cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,27 triliun dengan volume sebanyak 21,91 miliar saham yang diperdagangkan. Frekuensi perdagangan berada di kisaran 1,2 juta kali.
Big caps jadi penekan di daftar saham terlemah
Sejumlah saham kemudian tercatat sebagai top laggards atau penghenti kenaikan pada sesi tersebut. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 5,32 poin sepanjang perdagangan Sesi I.
Berita Terkait
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) turun dengan pengurangan 1,9 poin. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga melemah sebesar 1,54 poin, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi turun 1,49 poin.
Pelemahan berlanjut pada beberapa saham lain yang ikut menekan indeks. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengurangi 0,97 poin, disusul PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang turun 0,92 poin.
Di kelompok berikutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 0,84 poin. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah sebesar 0,82 poin, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga turun 0,82 poin.
Adapun PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tercatat mengurangi 0,72 poin pada Sesi I. Dengan variasi penurunan dari sejumlah emiten besar tersebut, IHSG yang sempat menyentuh 6.704 akhirnya berakhir di level 6.660 dengan koreksi 0,11%.
Secara keseluruhan, kombinasi melemahnya sejumlah big caps serta koreksi pada sektor-sektor utama menjadi faktor yang paling terasa pada fase awal perdagangan. Hasil Sesi I menunjukkan bahwa momentum kenaikan tidak bertahan, sehingga indeks beralih kembali ke area merah sebelum sesi berikutnya dimulai.
Meski perdagangan pada Sesi I relatif aktif, laju indeks tidak mampu mempertahankan daya tariknya setelah pembukaan. Setelah sempat bergerak naik dan mencapai puncak di 6.704, indeks kemudian cenderung melemah hingga akhirnya ditutup terkoreksi tipis 0,11% di 6.660. Kondisi ini menggambarkan bahwa tekanan jual lebih dominan pada bagian akhir rentang sesi, sehingga kenaikan awal tidak berlanjut.
Dari sisi kontributor, tekanan terlihat datang dari emiten berkapitalisasi besar yang ikut memberi beban pada pergerakan indeks. Bloomberg Technoz menyoroti peran saham seperti PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang ikut menekan arah IHSG pada Sesi I. Di daftar penghenti kenaikan, ASII menjadi salah satu yang mencatat pengurangan 5,32 poin, disusul SRAJ yang turun 1,9 poin, VKTR melemah 1,54 poin, serta BRMS terkoreksi 1,49 poin.
Pola pelemahan juga tampak melebar ke beberapa sektor utama. Koreksi pada sektor kesehatan tercatat 1,03%, sektor transportasi terkoreksi 0,67%, dan sektor konsumen primer turun 0,54%. Dengan komposisi penurunan dari berbagai sektor serta sejumlah saham yang ikut mengurangi poin, IHSG akhirnya kembali berada di area merah menjelang berakhirnya Sesi I.












