jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis (3/9/2026). Penyerahan tersebut ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus mendorong produktivitas masyarakat.
Bantuan yang disalurkan kepada 113 pelaku IKM itu bernilai sekitar Rp2,878 miliar. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Provinsi Gorontalo, kemudian diproses hingga disepakati kebutuhan serta penerimanya.
Dari total penerima, sebanyak 62 IKM bergerak di bidang perbengkelan. Sementara itu, 14 IKM di antaranya berasal dari sektor pangan, dan sisanya merupakan pelaku usaha kerajinan. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa bantuan menyasar beragam jenis kegiatan ekonomi di tingkat lokal.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah disampaikan kepada pemerintah. Ia menegaskan harapannya agar bantuan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pengembangan usaha para penerima.
Gusnar menilai penyaluran ini lahir dari proses penyerapan aspirasi melalui anggota DPRD. Ia menyampaikan, “Kegiatan ini adalah wujud daripda aspirasi bapak ibu yang diserap oleh anggota DPRD. Ini dirumuskan, dibahas, kemudiaan kami pemerintah diundang bahas sama-sama apa yang diperlukan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Selain menyoroti tujuan program, Gusnar juga mengingatkan penerima untuk merawat serta menjaga peralatan yang diterima. Menurutnya, kelengkapan alat menjadi penentu agar kegiatan usaha dapat berjalan tanpa hambatan, terutama untuk kebutuhan peralatan bengkel yang membutuhkan komponen lengkap.
Ia menegaskan pentingnya pemeliharaan melalui peringatan langsung, “Jangan sampai baru satu minggu, satu bulan operasional, skrupnya sudah tidak ada, obengnya entah di mana. Jadi ini harus dipelihara,” tegas Gusnar.
Berita Terkait
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan tidak dilakukan secara serba cepat, melainkan melalui tahapan agar penerima tepat sasaran. Sebelum peralatan diserahkan kepada pelaku IKM, Dinas Kumperindag melakukan rangkaian proses yang mencakup verifikasi usulan hingga pengecekan langsung di lapangan untuk menilai kelayakan calon penerima.
Setelah tahapan tersebut terpenuhi, bantuan kemudian berjalan melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa. Tahap akhir dari proses panjang itu adalah penyerahan paket bantuan kepada 113 pelaku IKM yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Untuk memastikan bantuan sesuai target, penerima sebelumnya juga harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Di antaranya, pelaku usaha diharuskan telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta memiliki lokasi usaha yang jelas, sehingga dukungan yang diberikan dapat langsung terhubung dengan aktivitas produksi atau layanan yang dijalankan.
Dari sisi manfaat, bantuan peralatan diharapkan dapat menunjang aktivitas usaha para penerima. Dengan dukungan alat yang memadai, produktivitas dapat ditingkatkan, dan pada akhirnya diharapkan berkontribusi pada pendapatan masyarakat yang menjalankan usaha di Kelurahan Bolihuangga.
Kegiatan ini sekaligus menggambarkan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada penyaluran, tetapi juga disertai arahan terkait cara penggunaan dan pemeliharaan. Dengan menjaga kelengkapan peralatan, penerima diharapkan mampu mempertahankan operasional usaha secara berkelanjutan dan memaksimalkan dampak dari bantuan yang diterima.
Program ini juga memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah mengupayakan ketepatan sasaran melalui mekanisme kerja yang berjenjang. Usulan dari masyarakat terlebih dahulu ditelaah untuk memastikan kesesuaian kebutuhan, sebelum akhirnya dilakukan pengecekan langsung di lapangan. Dengan pola tersebut, perangkat yang disalurkan diharapkan benar-benar relevan dengan aktivitas harian para pelaku usaha, khususnya untuk jenis kebutuhan yang menuntut ketersediaan komponen agar operasional bengkel maupun usaha lain tetap berjalan.
Lebih lanjut, arahan yang disampaikan kepada penerima tidak hanya menekankan aspek pemanfaatan awal, tetapi juga pengelolaan jangka panjang. Para pelaku IKM diharapkan membiasakan perawatan rutin agar peralatan tetap utuh, tidak cepat hilang atau mengalami kerusakan saat digunakan. Bila peralatan terjaga kelengkapannya, dukungan program dapat memberi efek yang lebih luas: produktivitas meningkat, layanan atau produksi lebih stabil, dan pada akhirnya mendukung peningkatan pendapatan masyarakat yang menjadi bagian dari Kelurahan Bolihuangga.












