Bisnis & Ekonomi

Dewan Volkswagen Setujui PHK Tambahan 50.000 Pekerjaan, Total Target 100.000 hingga 2030

×

Dewan Volkswagen Setujui PHK Tambahan 50.000 Pekerjaan, Total Target 100.000 hingga 2030

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Volkswagen board approves plan to cut another 50,000 jobs

jurnalistik.co.id – Volkswagen menyetujui rencana pemangkasan tenaga kerja tambahan yang akan menambah tekanan pada upaya perombakan besar-besaran perusahaan otomotif asal Jerman itu.

Kebijakan tersebut disahkan oleh dewan perusahaan sebagai bagian dari program turnaround, yang menargetkan pengurangan peran secara total.

Tambahan 50.000 pekerjaan hingga total 100.000 pada 2030

Dalam keputusan terbaru, dewan Volkswagen menyetujui rencana pemutusan hubungan kerja terhadap tambahan 50.000 pekerjaan.

Dengan langkah itu, total posisi yang direncanakan untuk dihilangkan hingga tahun 2030 mencapai 100.000 peran.

Perusahaan menyatakan, rencana ini melanjutkan pengumuman sebelumnya pada bulan Maret, ketika Volkswagen mengatakan akan memangkas 50.000 peran pada akhir dekade.

Pihak Volkswagen menilai keputusan tersebut sebagai sinyal yang kuat untuk arah masa depan perusahaan.

CEO Oliver Blume mengatakan langkah ini merupakan “strong signal” bagi Volkswagen, seraya menegaskan perusahaan “taking responsibility for our entire workforce”.

Blume juga menyebutkan pada bulan Juli bahwa perusahaan sedang menyiapkan pemotongan tambahan.

Konteks penurunan kinerja dan persaingan industri

Volkswagen menghadapi penurunan laba yang terkait dengan jatuhnya penjualan dan kompetisi yang semakin ketat, khususnya dari merek-merek asal Tiongkok.

Perusahaan menyebut kebutuhan penataan ulang tidak bisa dilepaskan dari perubahan pasar, baik dari sisi permintaan yang bergeser maupun perkembangan teknologi.

Dalam strategi produksi, Volkswagen berencana memprioritaskan “most compelling vehicles” dan meningkatkan porsi produksi untuk setiap model.

Menurut perusahaan, pendekatan tersebut diharapkan membantu menekan biaya.

Pada saat yang sama, Volkswagen menyatakan perlu dilakukan penyesuaian kemampuan tenaga kerja secara global.

Perusahaan menyebut “a Group-wide workforce adjustment of approximately 50,000 positions – including management roles – will be necessary” untuk menjaga daya saing yang sedang diuji.

Peninjauan pabrik dan kapasitas yang melampaui permintaan

Selain pemangkasan pekerjaan, Volkswagen juga menilai masa depan sejumlah fasilitas produksinya.

Perusahaan menyebut kapasitas produksi di Emden, Zwickau, Hanover, dan Neckarsulm dinilai melebihi permintaan.

“Alternative uses for these plants are being assessed,” demikian bunyi keterangan perusahaan mengenai pengkajian opsi pemanfaatan lain untuk pabrik-pabrik tersebut.

Pembenahan ini digambarkan sebagai restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen yang hampir sembilan dekade.

Perusahaan juga mencatat bahwa pada tahun 2025 Volkswagen mempekerjakan lebih dari 660.000 orang di seluruh dunia, termasuk berbagai merek yang dimilikinya.

Di luar Audi, Porsche, Skoda, dan merek VW, grup Volkswagen juga mencakup Seat, Bentley, dan Lamborghini.

Respons serikat dan gambaran situasi “krisis”

Kondisi yang dihadapi perusahaan disebut telah menjadi situasi yang serius bagi banyak pihak di ekosistem kerja.

Christianne Benner, presiden serikat industri terbesar di Eropa IG Metall sekaligus wakil ketua dewan pengawas Volkswagen, menyatakan Volkswagen “fought hard for good solutions” untuk menghadapi “a crisis situation”.

Serikat pekerja, melalui pernyataan tersebut, menunjukkan bahwa diskusi mengenai solusi yang lebih baik menjadi bagian dari proses penyesuaian yang sedang berlangsung.

Pada beberapa tahun terakhir, laba Volkswagen disebut turun tajam.

Penurunan ini dikaitkan dengan melemahnya penjualan di China, yang sebelumnya termasuk salah satu pasar terbesar bagi perusahaan.

Penjualan juga disebut menurun di Amerika Serikat, sebagian dipengaruhi oleh dampak tarif atas impor mobil yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Tantangan dari produsen otomotif Tiongkok

Volkswagen juga menghadapi percepatan ekspansi produsen mobil Tiongkok yang meluncurkan teknologi baru dengan kecepatan tinggi.

Perusahaan menyebut produsen-produsen tersebut sekaligus memperoleh keuntungan dari biaya produksi yang lebih rendah dibanding pesaingnya.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir BYD mengalami lonjakan penjualan di sejumlah pasar, termasuk Inggris, Uni Eropa, dan Asia Tenggara.

Dinamika persaingan itulah yang ikut mendorong perlunya penyesuaian menyeluruh, termasuk pengurangan jumlah pekerjaan.

Dengan demikian, keputusan dewan Volkswagen untuk memangkas tambahan 50.000 pekerjaan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan rangkaian langkah turnaround yang menargetkan total 100.000 posisi yang akan dihilangkan hingga 2030.

Langkah tersebut juga mencakup rencana prioritas model yang dinilai paling menjanjikan, penyesuaian biaya, serta evaluasi terhadap pabrik-pabrik yang dinilai memiliki kapasitas melampaui kebutuhan pasar.