Bisnis & Ekonomi

IHSG Ditutup Turun saat Bursa Asia Menguat di 27 Oktober

×

IHSG Ditutup Turun saat Bursa Asia Menguat di 27 Oktober

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penyebab IHSG Ditutup Melemah Saat Bursa Asia Hijau - Market

jurnalistik.co.id – Pada Selasa (27/10/2026), pasar saham Indonesia mencatat tekanan yang cukup dalam saat indeks acuan utama berakhir melemah, sementara sejumlah bursa lain di Asia justru bergerak menguat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tajam dan tercatat berada di level 5.266. Angka ini setara dengan pelemahan sebesar 1,99% dibanding perdagangan sebelumnya.

Di sesi yang sama, indeks LQ45 juga ikut melemah. LQ45 terkoreksi 1,69% menuju level 533,02.

Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan menunjukkan volatilitas yang jelas. Indeks sempat bergerak hingga level tertinggi di 5.418 sebelum kemudian jatuh ke level terendah 5.182.

Dengan penutupan di 5.266, IHSG kembali bergerak mendekati area 5.000. Posisi ini memperlihatkan bahwa penurunan yang terjadi cukup menekan jalannya laju indeks di fase akhir sesi.

Dari sisi sektor, pelemahan terjadi pada sejumlah kelompok industri dengan penurunan yang relatif dalam. Saham-saham di sektor energi tercatat menjadi salah satu yang terdampak, turun hingga 3,32%.

Tekanan serupa juga terlihat pada sektor barang baku yang ikut terkoreksi sebesar 3,32%. Sementara itu, sektor teknologi mengalami penurunan 3,16% pada hari yang sama.

Selain tiga sektor tersebut, sektor infrastruktur ikut melemah dan tercatat turun 2,95%. Sektor transportasi juga ikut terkoreksi hingga 2,83%.

Rentang penurunan yang dialami beberapa sektor memperlihatkan bahwa pergerakan tidak hanya terkonsentrasi pada satu area tertentu. Beberapa industri yang menjadi penopang pergerakan bursa ikut mengalami tekanan pada sesi ini.

Saham-saham tertekan mencatat penurunan paling besar

Di antara saham yang mengalami pelemahan dan menjadi top losers, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat koreksi hingga 10%. Penurunan tersebut menempatkan ACST sebagai salah satu kontributor terbesar dalam daftar penekan laju pasar pada penutupan.

Sementara itu, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) turun 9,88% pada sesi Selasa tersebut. Koreksi WGSH terjadi bersamaan dengan melemahnya beberapa emiten lain yang juga masuk dalam kelompok tertekan.

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) juga mengalami pelemahan yang sama besar, turun 9,88%. Dengan angka tersebut, SMKM dan WGSH sama-sama membukukan penurunan mendekati 10% pada hari perdagangan yang sama.

Kombinasi pelemahan pada indeks utama, melemahnya LQ45, serta penurunan sejumlah sektor memperlihatkan bahwa sentimen pasar cenderung berada dalam fase penekanan pada akhir sesi. IHSG yang berakhir di 5.266 mencerminkan tekanan yang kuat dari dinamika harga yang terjadi sepanjang perdagangan.

Meski demikian, konteks pergerakan Asia tetap menjadi pembanding penting. Pada hari yang sama, bursa-bursa lain di kawasan Asia dilaporkan menghijau, sedangkan IHSG justru ditutup melemah dengan persentase penurunan 1,99% dibanding hari sebelumnya.

Secara keseluruhan, sesi 27 Oktober 2026 menunjukkan penurunan yang nyata pada indeks bursa domestik, dengan kontribusi yang terlihat dari pelemahan sektor energi, barang baku, dan teknologi, serta pergerakan saham-saham tertekan seperti ACST, WGSH, dan SMKM.

Pergerakan yang sempat melebar sepanjang hari menunjukkan bahwa pasar tidak bergerak satu arah secara stabil. Setelah sempat menanjak ke kisaran 5.418 lalu berbalik, IHSG pada akhirnya memilih penutupan di 5.266, sehingga posisi akhir sesi semakin menegaskan dominasi tekanan jual di fase terakhir.

Keragaman penurunan di beberapa sektor juga memperlihatkan bahwa sentimen negatif tidak hanya bertumpu pada satu kelompok industri saja. Saat energi, barang baku, teknologi, infrastruktur, hingga transportasi ikut melemah, gambaran yang muncul adalah penyesuaian harga yang berlangsung cukup luas dan membuat indeks sulit kembali menguat di penutupan.

Di level saham, koreksi paling menonjol datang dari sejumlah emiten yang bahkan mencapai sekitar dua digit. ACST tercatat turun sampai 10%, sementara WGSH dan SMKM sama-sama melemah hingga sekitar 9,88%, mencerminkan bahwa sebagian saham tertentu menjadi titik berat yang ikut membentuk arah pelemahan pada sesi tersebut.