Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat Berkat BBCA, BRPT dan BREN Menghambat

×

IHSG Menguat Berkat BBCA, BRPT dan BREN Menghambat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Rebound Didukung Saham BBCA, tetapi Dihambat BRPT & BREN - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rebound pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026). Menguat 16,18 poin atau 0,31% menjadi 5.282, sekaligus menjadi penanda kembalinya indeks ke zona hijau.

Di sesi yang sama, pergerakan IHSG bergerak dengan rentang yang cukup lebar. Indeks sempat berada pada level terendah 5.167 pada perdagangan siang hari sebelumnya sebelum akhirnya ditutup menguat.

Sepanjang perdagangan, aktivitas di pasar saham terlihat tinggi. Volume transaksi tercatat mencapai 32,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,89 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 1,55 juta kali.

Dari sisi komposisi pergerakan saham, 272 emiten mengalami kenaikan, sementara 406 saham lainnya melemah. Adapun 112 saham tidak bergerak pada periode tersebut.

BBCA mengangkat, BRPT dan BREN menahan

Rebound IHSG pada penutupan tidak lepas dari dukungan beberapa saham berkapitalisasi besar (big caps). Bloomberg Technoz mencatat, laju penguatan indeks terutama ditopang oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

BBCA bergerak menguat 375 poin atau setara 7,65% ke level Rp5.275 per saham. Perdagangan saham tersebut juga tercatat aktif, dengan 583 juta saham diperdagangkan melalui 74.890 kali transaksi.

Nilai transaksi BBCA pada hari itu mencapai Rp2,99 triliun. Kinerja saham tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu IHSG bertahan dan berakhir lebih tinggi pada akhir sesi.

Meski demikian, penguatan IHSG tidak berlangsung tanpa hambatan. Sumber yang sama menyebut bahwa BRPT dan BREN turut menghambat laju rebound, sehingga indeks tetap harus “menyiasati” tekanan dari saham-saham tertentu meski ada dorongan dari BBCA.

Dengan kondisi tersebut, rebound IHSG pada Rabu (28/10/2026) dapat dipahami sebagai hasil dari tarik-menarik antarpergerakan saham: ada pendorong yang mengangkat indeks, namun juga ada saham yang menahan kenaikan agar tidak melaju lebih jauh.

Indeks kembali menguat di akhir sesi

IHSG menutup perdagangan di level tertinggi hariannya, yakni 5.282. Pada praktiknya, posisi penutupan seperti ini umumnya mencerminkan bahwa tekanan jual yang muncul di tengah sesi tidak cukup kuat untuk membalikkan arah indeks hingga bel penutupan.

Data pergerakan juga memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara saham yang naik dan yang turun. Jumlah saham yang melemah (406) lebih banyak dibandingkan yang menguat (272), namun indeks tetap mampu menguat karena kontribusi saham-saham tertentu yang memberi dorongan.

Aktivitas transaksi yang besar menjadi latar penting untuk membaca dinamika tersebut. Nilai transaksi Rp15,89 triliun, bersama dengan volume 32,18 miliar saham, menunjukkan minat pelaku pasar yang tetap tinggi meski arah pergerakan tidak sepenuhnya seragam di antara seluruh emiten.

Frekuensi transaksi mencapai 1,55 juta kali, menandakan aktivitas jual-beli terjadi cukup intens. Dengan demikian, pergerakan IHSG hingga penutupan berlangsung dalam suasana yang ramai, bukan sekadar penguatan sesaat.

Secara keseluruhan, penutupan IHSG pada Rabu (28/10/2026) berakhir positif dengan kenaikan 16,18 poin atau 0,31% ke 5.282. Dukungan BBCA menjadi salah satu faktor kunci, sementara BRPT dan BREN disebut ikut menghambat rebound, sehingga penguatan indeks tetap dibatasi oleh tekanan dari saham lain.

Perbedaan level pergerakan dari titik terendah hingga penutupan memberi sinyal bahwa arus jual yang sempat menekan indeks tidak bertahan lama. Setelah IHSG sempat berada di 5.167, indeks kemudian mampu berbalik arah dan ditutup pada 5.282. Kondisi ini menggambarkan adanya pemulihan minat beli yang cukup kuat menjelang akhir sesi.

Besarnya aktivitas perdagangan turut menjadi penguat pembacaan atas dinamika tersebut. Dengan volume 32,18 miliar saham dan nilai transaksi Rp15,89 triliun, transaksi yang berlangsung 1,55 juta kali menunjukkan pasar tetap aktif meski komposisi saham tidak sepenuhnya searah. Di tengah 406 saham melemah dan 272 saham menguat, pengaruh big caps—terutama BBCA yang menguat 7,65% dan ditutup pada Rp5.275—membantu IHSG tetap naik, sementara BRPT dan BREN disebut ikut menahan laju rebound.