Bisnis & Ekonomi

Penutupan 18 Agustus 2026, IHSG naik 47 poin ke 6.449; MBMA masuk jajaran top losers

×

Penutupan 18 Agustus 2026, IHSG naik 47 poin ke 6.449; MBMA masuk jajaran top losers

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Ditutup 18 Agustus 2026 Naik 47 Poin ke 6.449, MBMA Top Losers

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih tinggi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Stockbit, IHSG menguat 47,94 poin atau 0,75% menjadi 6.449,83.

Kenaikan IHSG hari ini tercermin dari penguatan yang terjadi pada hampir seluruh indeks sektoral. Data menunjukkan aktivitas pasar tetap ramai dengan volume perdagangan mencapai 33,66 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 14,83 triliun.

Performa IHSG juga didukung oleh pergerakan sektor-sektor yang menjadi penopang utama. IDX Sektor Infrastruktur mencatat penguatan paling besar, naik 1,65%, disusul IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang menguat 1,42%, serta IDX Sektor Properti & Real Estate yang naik 1,21%.

Selain tiga sektor tersebut, terdapat pula kelompok yang ikut bergerak positif meski kenaikannya lebih terbatas. IDX Sektor Barang Konsumer Non-Primer menguat 0,24%, sedangkan IDX Sektor Kesehatan bertambah 0,13%.

Di sisi lain, hanya satu sektor yang tercatat melemah pada penutupan perdagangan. IDX sektor keuangan turun 0,13%, sehingga menjadi penahan laju kenaikan IHSG meski dampaknya tidak dominan dibanding sektor lain yang menguat.

Dari komposisi pergerakan saham, sebanyak 339 saham tercatat naik, 236 saham terkoreksi, dan 159 saham bergerak stagnan. Pola ini menunjukkan distribusi sentimen yang cenderung lebih banyak mengarah pada saham-saham yang bertambah nilainya.

Pada jajaran LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) tampil sebagai pemuncak top gainers. Saham WIFI menguat 9,56% pada penutupan perdagangan.

Adapun untuk top losers, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi yang terdalam pelemahannya di LQ45. CPIN turun 1,95% pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Pergerakan pelemahan di LQ45 juga terlihat pada beberapa saham lainnya. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 1,9%, sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 1,34%.

Selain WIFI sebagai penguat terbesar, LQ45 juga mencatat adanya kenaikan pada sejumlah saham lain. PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 5,08% dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) bertambah 3,93%.

Dengan demikian, penutupan IHSG hari ini menggambarkan kombinasi penguatan mayoritas sektor dan pergerakan selektif di LQ45. Sentimen pasar tampak menguat, namun tetap diimbangi perbedaan arah pada saham-saham tertentu yang menjadi top gainers maupun top losers.

Secara keseluruhan, IHSG yang berakhir pada level 6.449,83 menegaskan bahwa tekanan beli masih lebih dominan dibanding tekanan jual. Meski demikian, keterbatasan kenaikan pada beberapa sektor dan pelemahan di sektor keuangan tetap menjadi pengingat bahwa dinamika pasar belum sepenuhnya seragam di seluruh kelompok industri.

Aktivitas perdagangan yang tinggi turut mempertegas bahwa pergerakan IHSG bukan hanya dipicu pergeseran harga yang sporadis, melainkan didukung keterlibatan pelaku pasar. Dengan volume perdagangan 33,66 miliar saham serta nilai transaksi mencapai Rp 14,83 triliun, indikator likuiditas terlihat tetap kuat pada sesi Selasa, 18 Agustus 2026.

Dari sisi sebaran pergerakan, dominasi saham yang menguat dibanding yang terkoreksi memberi sinyal bahwa arah pasar cenderung positif. Sebanyak 339 saham naik, sementara 236 saham terkoreksi dan 159 saham stagnan, memperlihatkan bahwa sentimen lebih banyak mengalir ke emiten yang berhasil mempertahankan kenaikan nilainya.

Di kelompok LQ45, pergerakan juga menunjukkan pola selektif: WIFI menjadi pendorong utama dengan kenaikan 9,56%, sedangkan CPIN mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,95%. Perbedaan respons harga antar-emiten ini menandakan bahwa penguatan indeks ditopang oleh saham tertentu, tanpa menghilangkan volatilitas yang tetap muncul di saham-saham lainnya.

Selain itu, penurunan di sektor keuangan yang tercatat melemah 0,13% menjadi faktor penahan laju kenaikan, meski tidak dominan dibanding sektor-sektor yang mencatat kenaikan. Saat IDX Sektor Infrastruktur memimpin penguatan 1,65%, diikuti Transportasi dan Logistik 1,42% serta Properti & Real Estate 1,21%, gambaran akhirnya adalah kenaikan IHSG tetap menguat, tetapi diiringi variasi arah pada beberapa kelompok industri.