jurnalistik.co.id – PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat laba bersih sebesar Rp681,55 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Kinerja ini naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp526,56 miliar.
Manajemen menyampaikan capaian tersebut berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dirilis Selasa (27/10/2026). Dalam periode tersebut, perusahaan juga melaporkan pertumbuhan pada sisi pendapatan seiring pergerakan hasil usaha.
Pendapatan hingga September 2026
Pendapatan Elnusa tercatat mencapai Rp12,13 triliun hingga September 2026. Nilainya meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,48 triliun.
Kenaikan pendapatan itu kemudian diikuti perubahan pada struktur biaya. Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp10,98 triliun, dari Rp9,4 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Dengan mengacu pada selisih pendapatan dan beban pokok, laba bruto Elnusa berada di Rp1,15 triliun. Angka ini meningkat 6,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,08 triliun.
Biaya operasional dan beban keuangan
Dari sisi beban operasional, beban penjualan Elnusa mengalami penurunan. Beban penjualan tercatat sebesar Rp4,36 miliar, turun dari Rp5,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi juga bergerak lebih rendah. Pada sembilan bulan pertama 2026, pos ini tercatat Rp388,94 miliar, dibandingkan Rp433,46 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Selain itu, beban keuangan Elnusa menurun dibanding periode sebelumnya. Beban keuangan dicatat sebesar Rp44,49 miliar, turun dari Rp71,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berita Terkait
Pada sisi pendapatan keuangan, Elnusa mencatat pendapatan keuangan sebesar Rp97,27 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibanding Rp104,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Gambaran pergerakan selama sembilan bulan pertama 2026
Rangkaian angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan penyesuaian beban dalam laporan periode berjalan. Pendapatan yang mencapai Rp12,13 triliun menjadi pendorong utama, sementara beban pokok pendapatan berada pada level Rp10,98 triliun.
Komposisi berikutnya terlihat pada laba bruto yang tumbuh menjadi Rp1,15 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan selisih hasil antara pendapatan dan beban pokok, yang tetap mencerminkan peningkatan dibanding periode sembilan bulan pertama 2025.
Dari sisi biaya yang berkaitan dengan operasional, Elnusa mencatat penurunan pada beban penjualan menjadi Rp4,36 miliar. Pola serupa juga terlihat pada beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp388,94 miliar dari Rp433,46 miliar.
Penurunan beban tersebut disertai pergerakan pada beban keuangan. Elnusa mencatat beban keuangan turun menjadi Rp44,49 miliar dari Rp71,54 miliar. Sementara itu, pendapatan keuangan tetap tercatat pada Rp97,27 miliar, namun berada di bawah Rp104,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, laba bersih Rp681,55 miliar selama sembilan bulan pertama 2026 merefleksikan kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, perubahan beban pokok, serta penyesuaian beban operasional dan beban keuangan. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih berada di angka Rp526,56 miliar, sehingga kenaikan 29% menjadi hasil yang terlihat pada laporan keuangan perusahaan.
Kinerja sembilan bulan pertama 2026 juga dapat dibaca dari perbandingan item-item kunci pada laporan laba rugi. Kenaikan laba bersih terjadi bersamaan dengan peningkatan pendapatan, sementara beberapa pos biaya bergerak lebih terkendali.
Secara rinci, lonjakan pendapatan hingga September 2026 tercatat diikuti oleh beban pokok pendapatan yang naik, namun tetap menghasilkan laba bruto Rp1,15 triliun. Laba bruto tersebut tumbuh dibanding periode yang sama tahun lalu, sehingga ruang hasil usaha tetap terjaga.
Di bagian operasional dan pendanaan, perusahaan mencatat penurunan pada beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan. Pada saat yang sama, pendapatan keuangan juga tercatat lebih rendah dari periode sebelumnya, sehingga total kinerja pada akhirnya bermuara pada laba bersih Rp681,55 miliar.












