Bisnis & Ekonomi

M0 Juli Masih Menguat Tinggi Meski Laju Mulai Melambat

×

M0 Juli Masih Menguat Tinggi Meski Laju Mulai Melambat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Uang Primer (M0) Masih Tumbuh Tinggi Meski Melambat - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Bank Indonesia (BI) merilis perkembangan uang primer, atau M0, untuk periode Juli. Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan masih tergolong tinggi, meski laju mulai melandai.

Pada Senin, 7 September 2026, BI mencatat jumlah uang primer pada Juli sebesar Rp 2.281,5 triliun. Angka itu naik 16,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Meski pertumbuhan masih kuat, BI juga menyoroti adanya perlambatan dibanding bulan sebelumnya. Pada Juni, pertumbuhan M0 tercatat mencapai 17,1% (yoy), sehingga perbedaan menjadi sinyal bahwa momentum mulai menurun.

BI menyebut perlambatan pertumbuhan M0 dipengaruhi oleh sejumlah komponen. Salah satunya berasal dari giro bank umum di BI yang telah disesuaikan (adjusted) sebesar 19% (yoy).

Selain giro bank umum, faktor lain yang turut mendorong perkembangan M0 adalah uang kartal yang diedarkan. BI mencatat uang kartal yang berada dalam peredaran meningkat 12,9% (yoy).

Dalam rilisnya, BI juga menjelaskan konsep M0 adjusted. Indikator ini menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas.

Dengan cara pandang tersebut, interpretasi terhadap pertumbuhan M0 menjadi lebih “bersih” dari pengaruh kebijakan likuiditas tertentu. Artinya, perubahan yang terlihat tidak sepenuhnya mencerminkan pergeseran giro semata, melainkan kondisi yang sudah dipilah melalui pendekatan adjusted.

Lebih lanjut, BI menyatakan bahwa mulai Januari 2025 dilakukan penyesuaian pada perhitungan M0 adjusted. Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer serta pengaruh dari kebijakan likuiditas yang diterapkan.

Berdasarkan laporan tersebut, pertumbuhan M0 pada Juli tetap berada pada level yang menunjukkan ketahanan. Namun, penurunan dari 17,1% (yoy) menjadi 16,3% (yoy) memperlihatkan bahwa laju pertumbuhan tidak bergerak secepat sebelumnya.

Dari sisi komponen, peningkatan giro bank umum yang disesuaikan sebesar 19% (yoy) dan kenaikan uang kartal sebesar 12,9% (yoy) menjadi dua pendorong utama yang disebut BI dalam periode ini. Kombinasi keduanya ikut menjelaskan mengapa M0 tetap tumbuh dalam angka yang besar.

Sementara itu, penjelasan mengenai M0 adjusted menegaskan adanya upaya untuk menampilkan gambaran yang lebih terstruktur. BI mengaitkan perkembangan indikator tersebut dengan dampak insentif likuiditas, sehingga pembacaan data lebih selaras dengan tujuan pengendalian moneter yang telah disesuaikan.

Secara keseluruhan, data M0 Juli menggambarkan situasi “tumbuh tetapi melambat.” Dengan pertumbuhan tahunan yang masih dua digit, arah pergerakan tetap positif, namun kecepatannya mengalami penyesuaian dibanding Juni.

Laporan BI ini juga memberi konteks penting melalui metode adjusted yang digunakan. Mulai Januari 2025, penyesuaian perhitungan dipandang membantu menyajikan keterkaitan antara uang primer dan kebijakan likuiditas, termasuk saat terjadi perubahan pada komponen giro bank umum di BI.

Jika dibandingkan secara berurutan, angka Juli yang tumbuh 16,3% (yoy) tetap menunjukkan ekspansi uang primer, namun penurunan dari 17,1% pada Juni membuat pembacaan menjadi lebih hati-hati. Perbedaan laju itu memperlihatkan adanya penyesuaian momentum di tengah pertumbuhan tahunan yang masih tetap kuat.

Dalam kerangka M0 adjusted, BI menekankan bahwa pembentukan indikator tidak hanya melihat pergerakan total uang primer, tetapi juga melakukan pemisahan pengaruh yang muncul dari penurunan giro di BI akibat insentif likuiditas. Dengan begitu, perubahan yang terbaca lebih berhubungan dengan kondisi setelah pemilahan dampak kebijakan tertentu.

BI juga mengaitkan kekuatan pertumbuhan Juli dengan dua komponen yang bergerak searah. Peningkatan giro bank umum yang disesuaikan sebesar 19% (yoy) memberi dukungan pada sisi basis moneter, sementara uang kartal dalam peredaran yang naik 12,9% (yoy) ikut menjaga agar M0 tetap melaju di level dua digit.

Secara keseluruhan, rilis ini menempatkan pertumbuhan M0 sebagai gambaran yang “masih bertumbuh, tetapi melambat.” Penekanan pada metode adjusted membuat informasi lebih mudah ditafsirkan karena keterkaitan antara uang primer dan pengaruh insentif likuiditas dibaca secara lebih terstruktur, terutama setelah penyesuaian dilakukan sejak Januari 2025.