jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam pada perdagangan kemarin, dengan pelemahan hampir 4% yang mengubah lanskap sentimen investor untuk hari ini.
Menurut catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menutup sesi di 4.904,29 pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Koreksi tersebut tercatat sebesar 3,78% dibandingkan hari sebelumnya, sekaligus menjadi yang terendah sejak pertengahan 2020 saat pandemi Covid-19 masih memengaruhi aktivitas pasar.
Di awal perdagangan, indeks sempat bergerak lebih tinggi. Pada pukul 09:00 WIB, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.143,58 sebelum kemudian mengalami tekanan yang membuat pergerakannya berbalik arah.
Tekanan jual berlanjut hingga sesi sore. Pada pukul 15:37 WIB, IHSG berada pada titik terendah di 4.895,59, menandai bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada satu fase, tetapi terbawa hingga akhir sesi.
Perdagangan kemarin: tekanan merata sepanjang sesi
Sepanjang sesi, aktivitas perdagangan terlihat tetap ramai. Volume yang terlibat mencapai 26,59 miliar unit saham yang ditransaksikan sebanyak 1,38 juta kali, dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,72 triliun.
Angka-angka ini menggambarkan bahwa pergerakan indeks tidak terjadi dalam volume yang tipis. Dengan nilai transaksi yang besar, perubahan harga cenderung mencerminkan respons pasar yang lebih luas, mulai dari pelaku jangka pendek hingga investor yang menilai ulang posisi mereka.
Kondisi semacam ini biasanya membuat pasar lebih sensitif terhadap informasi dan arah eksekusi hari berikutnya. IHSG yang sudah sempat mencapai puncak pembukaan lalu berbalik di area penutupan menunjukkan adanya perubahan ekspektasi sepanjang hari.
Jika dibandingkan rentang pergerakannya, indeks bergerak dari 5.143,58 ke 4.895,59 dalam satu sesi. Selisih yang cukup lebar tersebut menegaskan bahwa volatilitas hadir sejak awal, lalu semakin terasa ketika indeks mendekati akhir perdagangan.
Posisi valuasi dan ukuran pasar
Setelah koreksi tersebut, kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai Rp 8.655 triliun. Nilai ini menjadi ukuran skala pasar yang masih aktif merespons dinamika harga saham-saham penyusunnya.
Berita Terkait
Dari sisi valuasi, IHSG berada pada Price-Earnings Ratio (P/E) sebesar 10,32. Sementara itu, Price-Book Value (P/B) tercatat 1,27, yang menggambarkan penilaian pasar berdasarkan laba dan nilai buku yang terkait dengan konsensus valuasi saat ini.
Perubahan indeks seperti ini sering membuat investor menilai ulang hubungan antara harga dengan fundamental yang mereka gunakan. Namun, dalam kondisi koreksi yang besar, perhatian umumnya tidak hanya pada angka valuasi, melainkan juga pada konsistensi pergerakan harga dan respons likuiditas.
Prospek hari ini: apa yang perlu dicermati setelah koreksi 3,78%
Untuk melihat prospek hari ini, titik acuan dari perdagangan kemarin dapat menjadi rujukan praktis. Level tertinggi pada pukul 09:00 WIB di 5.143,58 menunjukkan area ketika minat beli sempat dominan di awal sesi.
Di sisi lain, level terendah pada pukul 15:37 WIB di 4.895,59 mencerminkan zona ketika tekanan jual mencapai intensitas lebih kuat menjelang penutupan. Dengan data ini, investor biasanya memperhatikan apakah pergerakan hari ini mampu bertahan di sekitar area bawah, atau justru kembali menguji area puncak intraday.
IHSG yang ditutup di 4.904,29 berada di dekat rentang bawah hariannya. Posisi semacam ini kerap membuat pasar lebih berhati-hati pada fase pembukaan dan sesi awal, karena pelaku pasar biasanya ingin memastikan apakah koreksi berlanjut atau mulai mereda.
Volume transaksi dan frekuensi perdagangan pada kemarin—yakni 26,59 miliar unit saham dan 1,38 juta kali transaksi—juga menjadi sinyal penting. Hari ini, pola serupa bisa mengindikasikan respons berlanjut dari pelaku pasar, sedangkan penurunan aktivitas bisa menandakan pasar sedang menunggu katalis berikutnya.
Dalam konteks koreksi 3,78% yang tercatat sejak pertengahan 2020, sentimen cenderung menjadi faktor yang lebih menonjol. Investor umumnya akan memantau apakah pergerakan indeks mampu membangun kembali arah setelah sempat menyentuh area tertinggi pembukaan, atau justru tetap berada dalam fase konsolidasi di wilayah bawah.
Bagi pelaku pasar, hari ini juga menjadi momen untuk membaca ketahanan level penutupan di 4.904,29. Apabila IHSG mampu bergerak stabil di atas penutupan kemarin, pasar berpotensi membentuk pola pemulihan bertahap, dengan rujukan area yang sempat menjadi puncak intraday di 5.143,58.
Namun, bila pergerakan justru menurun lagi, level terendah 4.895,59 menjadi angka yang akan diperhatikan. Pada akhirnya, arah hari ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pergerakan harga, serta bagaimana volume dan nilai transaksi ikut menyesuaikan dengan perubahan sentimen.
Dengan kapitalisasi pasar Rp 8.655 triliun dan valuasi P/E 10,32 serta P/B 1,27, IHSG kini berada pada fase yang menuntut kehati-hatian. Setelah koreksi hampir 4% kemarin, pasar kemungkinan tidak hanya menilai “berapa jauh turun”, melainkan juga “seberapa kuat” indeks mampu menahan tekanan pada sesi berikutnya.












