Bisnis & Ekonomi

PGEO Perkirakan Capex 2026 Tak Terserap Penuh, 2027 Diproyeksi Naik Tajam

×

PGEO Perkirakan Capex 2026 Tak Terserap Penuh, 2027 Diproyeksi Naik Tajam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: PGEO Sebut Capex 2026 Tak Terserap Penuh: 2027 Naik Signifikan - Market

jurnalistik.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperkirakan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sepanjang 2026 tidak akan mencapai nilai yang dianggarkan sebesar US$209 juta atau sekitar Rp3,79 triliun. Perhitungan kurs yang digunakan mengacu pada JISDOR Rp18.148/US$ per 3 November 2026.

Manajemen menyampaikan bahwa angka capex 2026 yang diperkirakan tidak terserap penuh tersebut berkaitan dengan pola pelaksanaan proyek panas bumi yang tidak seluruhnya dapat diwujudkan dalam satu tahun berjalan. Perseroan juga menyatakan bahwa anggaran capex pada 2027 diproyeksikan meningkat secara signifikan.

Dalam media briefing di Jakarta pada Rabu, 4 November 2026, Presiden Direktur PGEO Ahmad Yani menjelaskan bahwa penyerapan capex tahun ini belum optimal karena sebagian belanja proyek dilakukan secara bertahap. Menurutnya, ketersebaran penggunaan capex terjadi mengikuti kebutuhan dan ritme pengerjaan proyek.

Ahmad menegaskan bahwa sejumlah proyek yang dijalankan memiliki periode pengerjaan jangka panjang, atau multi-year project. Dengan karakter tersebut, pengeluaran tidak harus direalisasikan sepenuhnya pada tahun yang sama, melainkan tersebar hingga periode penyelesaian proyek.

“Jadi mungkin penyerapannya masih kurang itu karena memang disperse dari penggunaan capex itu berkaitan dengan long term, long term multi-year project. Jadi memang di tahun ini segitu,” ujar Ahmad dalam kesempatan tersebut. Pernyataan itu menegaskan bahwa proyeksi penyerapan 2026 dibentuk oleh jadwal eksekusi proyek panas bumi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad juga menegaskan bahwa realisasi capex sepanjang tahun berjalan tidak akan mencapai target US$209 juta. Ia menyampaikan batasan tersebut sebagai gambaran capaian penyerapan yang diperkirakan hingga akhir tahun, seiring tahapan proyek yang masih berjalan.

“Tidak akan sampai 209 [juta US$],” kata Ahmad. Dengan demikian, PGEO memosisikan proyeksi tersebut sebagai referensi sampai akhir periode pelaporan, tanpa mengubah rencana bahwa perkembangan tetap akan dipantau dan dilaporkan.

Meskipun memperkirakan capex 2026 tidak tembus angka anggaran, perusahaan menyatakan bahwa masih akan melaporkan perkembangan realisasi belanja modal hingga akhir tahun. Langkah pelaporan ini berfungsi untuk memberikan pembaruan atas progres proyek-proyek yang berkontribusi pada realisasi capex dalam periode berjalan.

Perseroan juga menyampaikan bahwa rencana capex pada 2027 akan meningkat signifikan. Kenaikan tersebut disebut sebagai respons dari keterlanjutan dan kelanjutan pekerjaan proyek-proyek panas bumi yang, pada 2026, masih berada pada fase eksekusi yang tersebar.

Dari penjelasan yang disampaikan, inti dari proyeksi PGEO terletak pada pemetaan jadwal belanja modal terhadap rentang proyek multi-year. Dengan pola disperse pelaksanaan, penyerapan capex 2026 diproyeksikan berada di bawah target US$209 juta, sementara arah belanja berikutnya diarahkan pada peningkatan pada 2027 sesuai rencana perusahaan.

Lebih lanjut, perusahaan juga memandang selisih antara anggaran dan realisasi sebagai hal yang wajar dalam skema pengerjaan panas bumi. Penyerapan belanja modal dipengaruhi oleh tahapan proyek yang berjalan, sehingga tidak seluruh pos pengeluaran langsung terkonsentrasi dalam tahun kalender yang sama.

Pada akhirnya, PGEO menempatkan target penyerapan capex 2026 sebagai hasil proyeksi dari dinamika eksekusi proyek. Karena sebagian pekerjaan masih berlangsung dengan skedul bertahap, maka realisasi yang terhitung sampai akhir periode diperkirakan berada di bawah angka yang dianggarkan.

Perusahaan menilai, pola ketersebaran tersebut berkaitan dengan kebutuhan operasional pelaksanaan di lapangan yang mengikuti ritme pengerjaan proyek. Dengan pendekatan bertahap, aktivitas belanja dapat disesuaikan saat pekerjaan berjalan, sekaligus menjaga kesinambungan proyek multi-year hingga tahap penyelesaian.

Sejalan dengan itu, rencana belanja modal tahun berikutnya diarahkan pada kelanjutan proses yang belum sepenuhnya terserap pada 2026. Dengan meneruskan tahapan proyek, PGEO menyebut bahwa arah capex 2027 diproyeksikan meningkat secara signifikan sebagai kelanjutan dari fase eksekusi yang masih berlangsung.