Teknologi

Singapore Airlines Terdampak Kebocoran Data dari Amadeus, 200.000+ Pemesanan Terpapar

×

Singapore Airlines Terdampak Kebocoran Data dari Amadeus, 200.000+ Pemesanan Terpapar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Singapore Airlines Alami Kebocoran Data - Teknologi

jurnalistik.co.id – Singapore Airlines menjadi maskapai terbaru yang terdampak kebocoran data yang melibatkan salah satu penyedia perangkat lunak utama bagi industri penerbangan.

Dalam laporan yang dikutip dari Bloomberg, serangan siber itu membuat jumlah pemesanan penerbangan yang terkompromi di seluruh industri kini melewati angka 200.000.

Pihak maskapai menyebut, para peretas berhasil melakukan akses tidak sah terhadap data sejumlah pemesanan yang tersimpan di Amadeus IT Group SA, namun tidak berhasil meretas sistem milik Singapore Airlines sendiri.

Insiden tersebut berawal dari peran Amadeus sebagai penyedia perangkat lunak yang menghubungkan lebih dari 100 maskapai dengan penjual tiket.

Dengan fungsi tersebut, dampak kebocoran tidak hanya menyasar satu perusahaan, melainkan dapat menjangkau pemesanan milik banyak maskapai yang menggunakan layanan Amadeus.

Menurut pernyataan maskapai, para hacker mengakses data sekitar 46.000 pemesanan penerbangan milik pelanggan yang disimpan oleh Amadeus.

Jenis data yang disebut dalam laporan mencakup nama pelanggan serta rencana perjalanan.

Singapore Airlines menegaskan bahwa upaya peretasan itu tidak berujung pada keberhasilan penetrasi sistem perusahaan mereka.

Seiring bertambahnya maskapai yang mengungkap keterpaparan, jumlah pemesanan penerbangan yang disebut terdampak di seluruh industri terus naik hingga lebih dari 200.000.

Fakta ini menunjukkan bahwa meski serangan ditargetkan pada infrastruktur perangkat lunak bersama, konsekuensi teknisnya dapat berbeda antara satu maskapai dengan maskapai lain.

Untuk Amadeus, dampak kebocoran data yang dilaporkan berkaitan dengan akses tidak sah pada informasi yang tersimpan di platformnya.

Sementara itu, bagi maskapai pengguna layanan, penilaian dampak dilakukan dengan melihat apakah sistem internal mereka benar-benar ikut terakses atau tidak.

Dalam kasus Singapore Airlines, maskapai menyatakan bahwa pelaku tidak berhasil meretas sistem mereka, sehingga keterpaparan yang disebut terkait pada data pemesanan yang tersimpan di penyedia perangkat lunak tersebut.

Dengan kata lain, akses yang terjadi merujuk pada informasi pemesanan yang berada di lingkungan sistem Amadeus, bukan pada pembobolan sistem milik Singapore Airlines.

Implikasi bagi layanan pemesanan

Temuan ini menyoroti posisi Amadeus sebagai penghubung teknis dalam rantai pemesanan penerbangan, karena perangkat lunaknya dipakai untuk menghubungkan banyak maskapai dengan pihak penjual tiket.

Ketika akses tidak sah terjadi di lapisan penyedia perangkat lunak, informasi yang berada di dalam data pemesanan dapat ikut terpapar lintas organisasi yang terhubung.

Selain menyangkut nama pelanggan, laporan juga menyebut adanya akses tidak sah terhadap rencana perjalanan.

Data rencana perjalanan memiliki peran penting dalam proses penjadwalan dan pengelolaan perjalanan, sehingga keterpaparan jenis informasi ini dapat memengaruhi cara informasi pelanggan digunakan atau diakses setelah insiden.

Meski demikian, Singapore Airlines menempatkan klarifikasi pada aspek keberhasilan serangan terhadap sistemnya sendiri.

Maskapai menegaskan bahwa peretasan tidak berhasil menembus sistem milik mereka, sehingga fokus keterpaparan yang dilaporkan berada pada data pemesanan yang tersimpan di Amadeus.

Dengan perkembangan keterbukaan dari berbagai maskapai, angka pemesanan penerbangan yang terkompromi terus bergerak.

Di satu sisi, hal ini memperlihatkan skala dampak insiden pada ekosistem yang saling terhubung, namun di sisi lain juga menegaskan pentingnya pengamanan di berbagai titik, mulai dari penyedia platform hingga sistem internal tiap maskapai.

Hingga laporan ini disampaikan, Singapore Airlines tercatat sebagai salah satu maskapai yang mengonfirmasi keterkaitan insiden melalui penyedia perangkat lunak utama mereka, sekaligus menyatakan batas keberhasilan serangan terhadap sistem internalnya.

Dengan jumlah pemesanan terdampak yang telah melampaui 200.000 secara industri, insiden di Amadeus menjadi pengingat bahwa risiko siber pada infrastruktur bersama dapat menjalar cepat ke banyak pihak dalam jaringan perjalanan udara.