Bisnis & Ekonomi

Reshuffle Menteri Keuangan Angkat Saham Bank Besar: Suahasil Nazara Gantikan Purbaya

×

Reshuffle Menteri Keuangan Angkat Saham Bank Besar: Suahasil Nazara Gantikan Purbaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Empat Saham Bank Besar RI Menguat Usai Purbaya Dicopot - Market

jurnalistik.co.id – Bursa saham Tanah Air menunjukkan pergerakan yang lebih positif setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle, khususnya dengan penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pengganti Purbaya Yudhi Sadewa. Respons itu tercermin pada penguatan empat saham bank besar yang bergerak kompak di tengah perdagangan.

Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan pada perombakan Kabinet Merah Putih. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, setelah melalui rangkaian pengucapan sumpah dalam proses pergantian jabatan tersebut.

Usai pelantikan, Suahasil Nazara juga menandatangani berita acara pengambilan sumpah sebagai bagian dari mekanisme serah terima jabatan. Pada periode setelah pengumuman reshuffle itu, pasar merespons dengan mengerek sejumlah saham di sektor perbankan.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 14 September 2026, indeks acuan mengalami pelemahan terbatas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,1% dengan posisi 6.534.

Meski IHSG ditutup melemah tipis, penguatan empat bank besar menjadi faktor yang membantu meredam tekanan pergerakan indeks. Penguatan tersebut muncul dalam waktu yang relatif dekat setelah berita pergantian Menteri Keuangan mengemuka di pasar.

Menurut data Bloomberg Technoz yang dirujuk dalam laporan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 3,97% ke level Rp3.400 per saham pada akhir sesi. Kenaikan ini menunjukkan adanya minat beli yang meningkat pada salah satu emiten perbankan terbesar.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga ikut menguat sebesar 3,21% menjadi Rp3.870 per saham. Pergerakan yang searah pada emiten BNI menandakan pasar memberi reaksi positif pada sektor yang dituju melalui kabar kebijakan fiskal.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami kenaikan yang lebih rendah namun tetap positif, yakni menguat 2,76% ke Rp6.500 per saham. Penguatan yang terjadi pada BBCA memperkuat gambaran bahwa sentimen tidak hanya terkonsentrasi pada satu bank, melainkan menyebar ke beberapa pemain.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul dengan kenaikan 1,83% ke Rp4.440 per saham. Dengan demikian, empat saham bank besar yang dipantau sama-sama bergerak naik pada sesi penutupan tersebut.

Penguatan yang kompak di antara BBRI, BBNI, BBCA, dan BMRI turut berkontribusi pada dinamika IHSG yang hanya melemah terbatas. Di laporan yang sama, pengaruh tersebut dijelaskan sebagai respons positif setelah reshuffle Menteri Keuangan dan penunjukan Suahasil Nazara.

Dalam konteks pergantian pejabat di Kementerian Keuangan, pasar biasanya menunggu arah kebijakan yang akan dijalankan. Pada saat yang sama, sinyal pergantian figur menjadi pemicu reaksi investor dalam jangka pendek, yang terlihat dari pergerakan saham bank.

Jika dilihat dari besaran kenaikan masing-masing emiten, perbedaan persentase penguatan menunjukkan bahwa pasar memberi bobot berbeda pada setiap saham. Namun, benang merahnya tetap sama: seluruh saham yang disebutkan bergerak naik pada penutupan perdagangan.

Dengan IHSG yang berada di angka 6.534 atau melemah 0,1%, kondisi pasar dapat digambarkan sebagai pertarungan antara tekanan turun dan dorongan dari sejumlah saham yang menguat. Dalam situasi seperti itu, penguatan empat saham bank besar berfungsi sebagai penyangga pergerakan indeks.

Perubahan jabatan Menteri Keuangan juga membuat perhatian pasar mengarah pada institusi yang mengelola kebijakan fiskal dan pendapatan negara. Reaksi yang muncul pada saham bank besar dapat dipahami sebagai refleksi awal dari ekspektasi pelaku pasar terhadap kesinambungan arah pengelolaan pemerintahan.

Rangkaian reshuffle yang berujung pada penggantian Purbaya Yudhi Sadewa oleh Suahasil Nazara kemudian berlanjut pada respons harga saham di akhir sesi. Pada 14 September 2026, jejak respons itu terbaca dari kenaikan BBRI ke Rp3.400, BBNI ke Rp3.870, BBCA ke Rp6.500, dan BMRI ke Rp4.440.

Secara keseluruhan, laporan mencatat bahwa empat saham bank besar kompak menguat menyusul perombakan di Kabinet Merah Putih. Walau IHSG akhirnya melemah 0,1%, penguatan empat emiten tersebut disebut ikut mengangkat pergerakan indeks agar hanya jatuh terbatas di sesi penutupan.