Bisnis & Ekonomi

Tips LPS Cek Bank Sehat: Dody Zulverdi Tekankan Bank Perlu Dijaga

×

Tips LPS Cek Bank Sehat: Dody Zulverdi Tekankan Bank Perlu Dijaga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mau Nabung di Bank? LPS Kasih Bocoran Cek Kondisi Perbankan yang Sehat

jurnalistik.co.id – Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan, Dody Zulverdi, menegaskan bahwa peran industri perbankan sangat menentukan jalannya roda perekonomian. Menurutnya, bank menjalankan fungsi penting sebagai tempat menyimpan kekayaan (store of wealth), sekaligus menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha.

Di sisi lain, bank juga berperan sebagai fasilitator sistem pembayaran yang membantu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, Dody menyampaikan pesan yang cukup tegas saat hadir dalam Lampung Financial Festival di Novotel Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). “Itulah kenapa bank perlu dijaga,” ujarnya.

Di forum tersebut, Dody membagikan panduan praktis agar masyarakat lebih peka membaca kondisi sebuah bank ketika hendak menyimpan dana. Ia meminta publik tidak hanya melihat iming-iming imbal hasil, tetapi juga menilai indikator kesehatan perbankan yang tercermin dalam beberapa aspek utama.

Mulai dari bunga yang ditawarkan

Langkah pertama, Dody mendorong masyarakat melihat suku bunga yang ditawarkan kepada nasabah. Jika sebuah bank memberikan bunga yang berlebihan atau terlalu tinggi, Dody menilai bank itu membawa risiko dan cenderung tidak berada pada kondisi yang sehat.

Sebaliknya, ketika bank menawarkan bunga yang tidak terlalu tinggi, ia memandang bank tersebut sebagai pilihan yang lebih baik karena relatif lebih mencerminkan kestabilan. Intinya, Dody mengingatkan agar masyarakat membandingkan tawaran bunga dengan patokan yang relevan, bukan sekadar terpikat angka imbal hasil.

Dalam penjelasan lanjut, Dody juga mengaitkan penilaian bunga dengan tingkat bunga penjaminan LPS. Ia menyebutkan, “Nah salah satu indiaktornya bandingkan dengan tingkat bunga penjaminan LPS, sekarang 3,75%.” Dody menambahkan bahwa adanya tawaran di atas angka tersebut tidak otomatis berarti dana tidak boleh disimpan, namun memberikan konsekuensi bahwa dana tersebut tidak termasuk dalam jaminan.

Dengan kata lain, menurut Dody, pertimbangan masyarakat perlu menyeimbangkan antara daya tarik bunga dan kepastian perlindungan melalui skema penjaminan. Karena itu, ia berpesan agar calon nasabah lebih hati-hati ketika melihat bank menawarkan bunga yang terasa “terlalu jauh.”

Lihat likuiditas dan risiko kredit bermasalah

Panduan berikutnya berfokus pada likuiditas, yang menurut Dody dapat terlihat dari rasio keuangan serta ketersediaan dana kas. Ia menilai bank yang sehat memiliki rasio likuiditas yang terjaga, sehingga dana operasional dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek tidak mudah goyah.

Dody juga menekankan pentingnya memeriksa kualitas kredit, khususnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Menurutnya, bank yang berada dalam kondisi sehat memiliki NPL yang kecil, yang berarti tekanan terhadap kualitas aset juga relatif terkendali.

Untuk membantu masyarakat memahami cara membaca indikator tersebut, Dody menyampaikan, “Kalau pinter akan kelihatan rasio keuangannya. Rasio lidkudiasnya kelihatan. Kalau adek-adek masuk bank dan ditawarkan bunga tinggi banget hati-hati.” Ia kemudian mengulang pesan kehati-hatian berdasarkan indikator bunga dan pembandingnya dengan penjaminan LPS.

Ia juga memberi konteks agar masyarakat tidak menyimpulkan secara keliru bahwa bunga di atas batas penjaminan adalah larangan mutlak. Dody menjelaskan, “Tapi bukan berarti kalau di atas bunga penjaminan itu tidak boleh simpan di bank tersebut, tapi hanya tidak di jamin saja,” sehingga keputusan tetap berada pada penilaian risiko, dengan pemahaman status jaminan sejak awal.

Keseluruhan pesan Dody berangkat dari pandangannya bahwa perbankan bukan sekadar tempat menaruh uang, tetapi infrastruktur ekonomi yang harus dijaga kualitasnya. Karena itu, ketika masyarakat hendak memilih bank, pemeriksaan sederhana seperti suku bunga, kondisi likuiditas, dan besaran NPL menjadi langkah awal yang relevan.

Dengan pendekatan itu, publik diharapkan lebih mampu mengurangi potensi salah langkah, terutama saat menghadapi tawaran bunga yang tidak wajar. Dody pada akhirnya menggarisbawahi bahwa kehati-hatian berbasis indikator keuangan akan membantu nasabah menempatkan dana secara lebih rasional, selaras dengan prinsip menjaga bank dalam kondisi sehat.