jurnalistik.co.id – Lampung Financial Festival 2026 berlangsung meriah pada hari ini, Sabtu (5/9/2026). Festival ini menghadirkan sejumlah agenda yang menautkan hiburan, edukasi, dan dorongan motivasi bagi para peserta.
Pada rangkaian kegiatan hari ini, Chairul Tanjung tampil sebagai Founder & Chairman CT Corp dalam sesi Inspirational Talks. Di forum tersebut, ia menyampaikan pidato inspiratif sekaligus berbagi perjalanan hidupnya hingga dikenal sebagai pengusaha terkemuka di Indonesia.
Lewat pemaparannya, Chairul Tanjung mengajak peserta untuk menarik pelajaran dari proses yang ia lalui sejak awal. Ia menekankan bahwa kesuksesan dibangun dari ketekunan dan perjalanan panjang, bukan sesuatu yang datang secara instan.
Dalam kesempatan itu, Chairul Tanjung juga dikenal dengan julukan “Si Anak Singkong”. Julukan tersebut merujuk pada latar belakangnya yang sederhana dan perjuangannya dari nol hingga mampu menembus peta bisnis nasional.
Para peserta yang hadir mendapat kesempatan untuk menyerap kiat dan panduan yang disampaikan selama sesi Inspirational Talks. Mereka dapat mencontoh alur karier Chairul Tanjung sebagai bahan refleksi dalam merumuskan langkah ke depan, sesuai dengan tantangan masing-masing.
Setelah rangkaian inspirasi tersebut, festival melanjutkan agenda pada sesi Educational Class. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 17.00–18.00 dan diisi oleh berbagai pakar keuangan.
Di kelas edukasi itu, peserta memperoleh pembahasan serta tips seputar pengetahuan dan ilmu keuangan. Materi disampaikan untuk membantu peserta memahami cara berpikir yang lebih baik dalam mengelola keuangan, sekaligus memperluas wawasan terkait isu keuangan yang relevan.
Agenda Lampung Financial Festival 2026 kemudian ditutup dengan Music Performance. Pada penutupan hari ini, penampil yang dijadwalkan adalah Charly Setia Band.
Berita Terkait
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026 menjadi bagian dari upaya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai keuangan dan penjaminan simpanan. LPS mendorong agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih kuat, sehingga lebih siap mengambil keputusan finansial.
Pemilihan Lampung sebagai lokasi festival juga memiliki alasan yang terkait dengan kondisi literasi setempat. Disebutkan bahwa tingkat literasi penjaminan simpanan masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional.
Karena itu, festival diharapkan dapat menjadi ruang yang memadukan edukasi dan inspirasi, sekaligus mempertemukan masyarakat dengan informasi yang dapat memperkaya pengetahuan. Lewat rangkaian acara yang berlapis, peserta memperoleh pengalaman yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa nilai pemahaman yang dapat diterapkan.
Bagi yang ingin mengikuti perkembangan lebih lanjut seputar keseruan Lampung Financial Festival 2026, pembaruan informasi dapat dipantau melalui kanal media yang menyiarkan kegiatan tersebut. Dengan jadwal dan format yang beragam, festival ini menunjukkan upaya menguatkan literasi melalui pendekatan yang mudah diakses dan menarik untuk berbagai kalangan.
Rangkaian acara tersebut pada dasarnya disusun agar peserta tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga mendapat bekal untuk berpikir lebih terarah. Setelah sesi Inspirational Talks yang menyoroti perjalanan dari nol sampai menjadi pengusaha ternama, kegiatan berlanjut ke sesi edukasi yang memberi ruang bagi peserta untuk menyerap materi-materi praktis terkait isu keuangan. Dengan alur seperti ini, festival menempatkan motivasi dan pengetahuan dalam satu rangkaian yang saling melengkapi.
Dalam sesi yang diisi Chairul Tanjung, penekanan utama jatuh pada makna proses: bagaimana usaha yang dijalani secara konsisten dapat menjadi fondasi menuju pencapaian. Cerita serta pengalaman yang ia bagikan ikut memperkuat pesan bahwa perjalanan panjang memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan, ketahanan, dan cara pandang. Selain itu, ulasan mengenai julukan “Si Anak Singkong” juga memperlihatkan bahwa latar belakang sederhana dapat menjadi awal untuk terus bergerak maju.
Sementara itu, kelas Educational Class pada sore hari menghadirkan pembahasan dari sejumlah pakar keuangan. Dari pertemuan ini, peserta diharapkan memperoleh tips dan cara pandang yang lebih baik dalam mengelola keuangan, termasuk pemahaman yang dapat digunakan untuk menghadapi berbagai situasi keputusan finansial. Materi yang disampaikan juga dimaksudkan untuk memperluas wawasan agar peserta mampu lebih peka terhadap konteks pengetahuan keuangan yang relevan.
Menjelang penutupan, festival ditutup dengan Music Performance yang menampilkan Charly Setia Band. Penutupan melalui penampilan musik memberi suasana meriah sekaligus menjadi penegasan bahwa festival berupaya menjangkau banyak kalangan dengan pendekatan yang mudah dinikmati. Di balik suasananya yang menghibur, acara ini tetap diarahkan pada tujuan literasi: memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya terkait penjaminan simpanan, agar mereka lebih siap mengambil langkah finansial di masa mendatang.












