jurnalistik.co.id – Harga Bitcoin pada Selasa, 30 Juni 2026, sekitar pukul 09.24 WIB tercatat menguat tipis. Dalam 24 jam terakhir, nilainya naik 1,04 persen.
Meski begitu, pergerakan harian masih menunjukkan dinamika yang beragam. Dalam satu jam terakhir, Bitcoin sempat turun 0,07 persen, sementara secara mingguan nilainya melemah 6,65 persen.
Berdasarkan data yang dikutip, Bitcoin berada di angka 59.834,35 dollar AS atau setara sekitar Rp 1,07 miliar dengan kurs Rp 17.872. Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai 1,2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 21.463 triliun.
Dari sisi rata-rata pergerakan 24 jam, Bitcoin mengalami penurunan 1,02 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa kenaikan yang terjadi pada periode tertentu belum sepenuhnya menghapus tekanan yang sebelumnya menekan harga.
Sejak Senin (29/6/2026) pukul 10.30 WIB, Bitcoin mulai bergerak lebih positif perlahan di kisaran 59.379,8 dollar AS, setara sekitar Rp 1,06 miliar. Setelah itu, pergerakannya cenderung masuk ke area hijau.
Pagi ini, harga Bitcoin disebut berada di 59.834,32 dollar AS. Perbedaan tipis antara angka per minggu dan angka yang terpantau pada pagi hari menunjukkan bahwa pergerakan berlangsung dalam rentang yang relatif sempit.
Berkurangnya tekanan jual disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Bitcoin tetap bisa naik meski kenaikannya tidak besar. Dengan kata lain, dorongan untuk melepas aset tidak lagi sekuat sebelumnya, sehingga arah pergerakan lebih mudah bertahan pada posisi positif.
Dalam 24 jam berjalan, Bitcoin disebut naik 1,05 persen menjadi 59.754,21 dollar AS. Kenaikan tersebut juga disebut berjalan seiring dengan kenaikan 1,09 persen pada kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
Perkembangan ini juga dikaitkan dengan pemulihan teknis setelah kondisi jenuh jual. Pemulihan teknis tersebut dinyatakan diperkuat oleh menguatnya pasar yang lebih luas serta didorong oleh likuiditas.
Selain faktor internal pada pergerakan Bitcoin, artikel tersebut menyinggung adanya keterkaitan pergerakan pasar kripto dengan indikator pasar tradisional. Disebutkan bahwa korelasi Bitcoin dengan S&P 500 mencapai 78 persen, yang mengindikasikan pergerakan yang banyak dipengaruhi faktor makro.
Secara keseluruhan, gambaran pergerakan Bitcoin pada 30 Juni 2026 menunjukkan pola “menguat tipis” namun tetap disertai sisa tekanan dari periode sebelumnya. Angka-angka harian seperti kenaikan 1,04 persen dalam 24 jam, penurunan 0,07 persen dalam satu jam terakhir, serta pelemahan 6,65 persen dibanding sepekan lalu memperlihatkan bahwa momentum belum sepenuhnya stabil.
Meski demikian, rangkaian perubahan sejak Senin hingga pagi Selasa memperlihatkan adanya upaya pemulihan dari area tekanan jual. Setelah mulai naik pada 59.379,8 dollar AS pada pukul 10.30 WIB, Bitcoin kemudian berada pada kisaran di sekitar 59.834 dollar AS pada pantauan berikutnya.
Dengan kapitalisasi pasar yang disebut mencapai 1,2 triliun dollar AS dan ekuivalen Rp 21.463 triliun, pergerakan Bitcoin tetap berdampak pada dinamika aset kripto secara lebih luas. Karena itu, ketika kapitalisasi pasar kripto keseluruhan ikut naik 1,09 persen, respons harga Bitcoin pun cenderung ikut terbaca sebagai bagian dari pemulihan yang lebih menyeluruh.
Ke depan, sinyal yang paling terlihat dari data tersebut adalah pergeseran dari dominasi aksi jual menuju kondisi yang lebih seimbang. Korelasi 78 persen dengan S&P 500 juga menegaskan bahwa pergerakan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan dinamika yang lebih luas di pasar.
Untuk saat ini, Bitcoin menampilkan kenaikan yang tipis namun tetap terukur: menguat dalam rentang 24 jam, namun dengan fluktuasi dalam jam-jam terakhir serta jejak pelemahan dibanding minggu sebelumnya. Kombinasi faktor teknis, kondisi likuiditas, dan kaitan makro menjadi benang merah yang melatarbelakangi pergerakan pada 30 Juni 2026.












