jurnalistik.co.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi perhatian publik menjelang akhir Juni 2026. Pada Selasa, 30/6/2026, masyarakat masih dapat mengacu pada tarif BBM yang berlaku di SPBU Pertamina.
Hingga hari tersebut, tidak ada perubahan harga BBM di SPBU Pertamina. Dengan demikian, pembelian BBM dilakukan dengan tarif yang sama seperti penyesuaian terakhir yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Baik harga BBM non-subsidi maupun subsidi disebut belum mengalami penyesuaian per 30 Juni 2026. Meski begitu, pemantauan harga tetap diperlukan karena Pertamina biasanya melakukan evaluasi dan mengumumkan perubahan harga BBM non-subsidi pada awal bulan.
Pengumuman untuk periode berikutnya berpotensi dirilis dalam waktu dekat bila terdapat penyesuaian. Informasi perubahan harga seperti ini juga berguna untuk membantu masyarakat memperkirakan biaya transportasi harian, kebutuhan operasional kendaraan pribadi, hingga pengeluaran pelaku usaha dan pengemudi layanan transportasi online.
Perlu dicatat, harga BBM non-subsidi Pertamina tidak selalu sama di seluruh wilayah. Perbedaan tarif dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Catatan penyesuaian terakhir
Pada penyesuaian yang berlaku sejak 10 Juni 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green 95. Pada bagian lain, awal Juni 2026 juga sempat diwarnai perubahan pada beberapa jenis BBM.
Ketika itu, Pertamax Turbo mengalami kenaikan. Sementara itu, Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan pada awal Juni 2026.
Daftar harga BBM Pertamina 30 Juni 2026
Mengacu pada informasi resmi Pertamina Patra Niaga, berikut harga bahan bakar minyak yang berlaku pada Selasa (30/6/2026).
Untuk Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertamax ditetapkan sebesar Rp 16.650 per liter. Pertamax Turbo Rp 21.200 per liter, Dexlite Rp 23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp 25.350 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax dibanderol Rp 17.000 per liter. Pertamax Turbo tercatat Rp 21.650 per liter, Dexlite Rp 24.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp 25.900 per liter.
Untuk FTZ Sabang, harga Pertamax berada di level Rp 15.250 per liter. Dexlite untuk wilayah ini tercatat Rp 21.550 per liter.
Di FTZ Batam, Pertamax dijual Rp 15.500 per liter. Pertamax Turbo tercatat Rp 19.700 per liter, Dexlite Rp 21.850 per liter, dan Pertamina Dex Rp 23.550 per liter.
Adapun untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax dihargai Rp 16.250 per liter. Pertamax Turbo sebesar Rp 20.750 per liter, Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, Dexlite Rp 23.000 per liter, serta Pertamina Dex Rp 24.800 per liter.
Dengan tidak adanya perubahan harga per 30 Juni 2026, informasi di atas dapat menjadi rujukan saat merencanakan konsumsi BBM pada akhir bulan. Namun, tetap perhatikan bahwa peluang penyesuaian untuk BBM non-subsidi biasanya diumumkan pada awal bulan.
Artinya, jika terjadi evaluasi dan pengumuman untuk periode selanjutnya, tarif yang berlaku di tiap daerah bisa mengikuti mekanisme penyesuaian yang mempertimbangkan PBBKB setempat. Karena itu, pembaruan informasi secara berkala akan membantu masyarakat agar biaya yang dihitung lebih mendekati kondisi di lapangan.
Karena tidak ada penyesuaian harga di SPBU Pertamina per 30 Juni 2026, daftar tarif yang berlaku pada tanggal itu bisa dipakai sebagai acuan perhitungan kebutuhan BBM. Perencanaan pemakaian harian maupun akhir bulan akan lebih mudah jika disesuaikan dengan jenis BBM dan wilayah tempat pembelian.
Meski secara nasional tidak berubah, masyarakat tetap perlu memahami bahwa harga yang dirujuk akan mengikuti ketentuan di daerah, termasuk besaran PBBKB yang ditetapkan pemerintah daerah. Dengan begitu, pembaruan informasi menjadi penting, terutama mengingat periode awal bulan biasanya menjadi momen evaluasi untuk kemungkinan perubahan pada BBM non-subsidi.












