Bisnis & Ekonomi

XRP 29 Juni 2026 Melemah, Prospek Dinilai Belum Cerah

×

XRP 29 Juni 2026 Melemah, Prospek Dinilai Belum Cerah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga XRP Hari Ini 29 Juni 2026 Turun, Masa Depannya Suram

jurnalistik.co.id – Harga XRP pada Senin, 29 Juni 2026, menunjukkan tren melemah saat perdagangan pagi. Berdasarkan data CoinMarketCap, pada pukul 09.08 WIB XRP turun 1,07 persen dibanding 24 jam terakhir.

Dalam pergerakan yang lebih cepat, XRP juga terkoreksi 0,40 persen dalam sejam terakhir. Pada skala yang lebih panjang, kinerja mingguan tercatat melemah hingga 9,02 persen.

Di saat yang sama, harga XRP berada di kisaran 1,03 dollar AS. Nilai tersebut setara dengan Rp 18.407 dengan kurs yang disebutkan sebesar Rp 17.872.

Penurunan XRP tidak hanya terlihat pada titik waktu tertentu, tetapi juga tercermin dari rerata per 24 jam. Rerata penurunan tersebut mencapai 1,22 persen.

Seiring pelemahan harga, nilai kapitalisasi pasar XRP juga tercatat menurun. Kapitalisasi saat ini mencapai 64,63 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,15 kuadriliun.

Hingga sesi pagi ini, XRP dinilai belum menunjukkan tanda pemulihan yang berarti. Pergerakan mengarah pada kondisi pasar yang masih menekan aset kripto tersebut.

Pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 11.40 WIB, XRP masih berada di angka 1,04 dollar AS. Saat itu, nilainya juga dipatok setara Rp 18.569.

Satu hari berselang, XRP terpantau merosot pada pagi ini. Dari posisi 1,04 dollar AS, harga turun menjadi 1,03 dollar AS dan tidak terlihat adanya tanda kenaikan lanjutan.

Gejala penurunan ini memperkuat gambaran bahwa kondisi pasar belum memberi ruang bagi perbaikan cepat. Dinamika yang terjadi membuat pelaku pasar masih menunggu arah berikutnya.

Mengenai prospek jangka pendek, perhatian tertuju pada level support 1,00 dollar AS. Level tersebut dinilai rapuh, sehingga pergerakan di dekat area itu berpotensi menentukan kelanjutan tren.

Jika tekanan berlanjut dan support 1,00 dollar AS kembali diuji, XRP bisa menghadapi risiko penurunan lebih dalam. Namun, jika terjadi respons positif di area tersebut, peluang stabilisasi tetap terbuka.

Sementara itu, arah untuk jangka menengah dipengaruhi faktor lain yang lebih struktural. Dalam uraian yang sama, prospek XRP disebut semakin ditentukan oleh rencana institusional yang konkret.

Selain rencana dari pihak institusi, tonggak regulasi juga disebut menjadi penentu penting. Dengan kata lain, pasar menilai masa depan XRP bergantung pada kemampuan mengatasi ketegangan yang terjadi di ekosistem kripto.

Pada akhirnya, kondisi yang tengah berlangsung menempatkan XRP pada persimpangan antara ekspektasi dan kekhawatiran pasar. Harga yang bergerak melemah hingga kisaran 1,03 dollar AS menjadi indikator bahwa ketidakpastian masih dominan.

Secara keseluruhan, pelemahan yang terjadi pada perdagangan pagi membuat gambaran pergerakan XRP cenderung negatif. Penurunan 1,07 persen dibanding 24 jam terakhir, koreksi tambahan 0,40 persen dalam satu jam, serta penurunan mingguan hingga 9,02 persen menunjukkan tekanan masih terasa.

Di sisi harga, XRP berada di sekitar 1,03 dollar AS dengan ekuivalen yang disebut dalam kisaran Rp 18.407, sejalan dengan kurs Rp 17.872 yang digunakan pada perhitungan tersebut. Dibanding kondisi sehari sebelumnya ketika nilainya masih 1,04 dollar AS atau Rp 18.569, pergeseran ini menegaskan jarak menuju pemulihan belum terlihat.

Selain perubahan spot, tren melemah juga tercermin pada rerata penurunan 1,22 persen selama periode 24 jam. Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar turut menyusut, tercatat sekitar 64,63 miliar dollar AS atau kira-kira Rp 1,15 kuadriliun, sehingga ruang apresiasi menjadi lebih terbatas.

Untuk waktu dekat, perhatian pasar difokuskan pada area support 1,00 dollar AS yang dinilai rapuh. Jika area tersebut kembali disentuh sementara respons masih minim, peluang terjadinya penurunan lanjutan menjadi lebih besar; namun bila ada sinyal perbaikan di dekat level itu, pasar masih punya peluang untuk menahan laju pelemahan.

Sementara itu, arah untuk jangka menengah lebih banyak dikaitkan dengan rencana institusional yang konkret serta perkembangan tonggak regulasi. Dengan demikian, penilaian pasar tidak hanya bertumpu pada pergerakan harga sesaat, tetapi juga pada kemampuan ekosistem kripto menghadapi ketegangan yang tengah berlangsung, yang pada akhirnya menentukan apakah ekspektasi dapat menguat atau justru kekhawatiran yang dominan.