Bisnis & Ekonomi

Blibli Masuk Fortune Southeast Asia 500, Pendapatan 2025 Tembus Rp 22,4 Triliun

×

Blibli Masuk Fortune Southeast Asia 500, Pendapatan 2025 Tembus Rp 22,4 Triliun

Sebarkan artikel ini
Blibli Masuk Fortune Southeast Asia 500, Pendapatan 2025 Tembus Rp 22,4 Triliun Money 20 Juni 2026
Ilustrasi: Blibli Masuk Fortune Southeast Asia 500, Pendapatan 2025 Tembus Rp 22,4 Triliun

jurnalistik.co.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli kembali masuk daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026. Fortune menempatkan Blibli di peringkat ke-228.

Posisi tersebut naik 32 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, Blibli juga menjadi perusahaan Indonesia dengan peringkat teratas pada kategori Internet Service Retailing di sektor teknologi.

Pengakuan ini sekaligus menandai tahun ketiga berturut-turut Blibli masuk daftar 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan pada tahun fiskal terakhir. Pemeringkatan ini dinilai dari kinerja pendapatan perusahaan.

Fortune Southeast Asia 500 merupakan pemeringkatan tahunan untuk perusahaan terbesar dari berbagai sektor usaha di tujuh negara ASEAN. Daftar itu disusun untuk menggambarkan skala dan kekuatan bisnis perusahaan di kawasan.

Chief Corporate Officer dan Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menyampaikan bahwa peningkatan peringkat sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun buku 2025. Hal tersebut tercermin dari catatan perseroan yang disampaikan dalam keterangannya pada Jumat, (19/6/2026).

“Peningkatan peringkat Blibli sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang tercatat sepanjang tahun buku 2025,” kata Eric Winarta dalam keterangannya.

Dalam keterangannya, Eric juga menyebut perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 22,4 triliun. Angka tersebut setara sekitar 1,36 miliar dollar AS, dan meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 22,4 triliun atau setara sekitar 1,36 miliar dollar AS, meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” lanjut dia.

Menurut perusahaan, pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh beberapa lini usaha. Kontributor utama berasal dari penjualan elektronik konsumen, segmen bisnis institusi, serta perluasan jaringan toko fisik.

Blibli juga menegaskan bahwa integrasi kanal online dan offline masih menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut dijalankan ketika pola belanja masyarakat berubah dan industri digital terus berkembang.

Eric menambahkan bahwa perusahaan menyampaikan apresiasi atas pengakuan dari Fortune. Menurutnya, hal itu merefleksikan kepercayaan pelanggan, mitra, investor, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung perjalanan Blibli.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Fortune atas pengakuan ini, yang mencerminkan kepercayaan pelanggan, mitra, investor, serta seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa mendukung perjalanan Blibli,” ungkap dia.

Selain itu, Eric menyatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis. Ia juga menekankan pentingnya menjaga disiplin operasional serta menghadirkan nilai yang relevan dan berkelanjutan bagi pelanggan dan mitra.

“Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat fondasi bisnis, menjaga disiplin operasional, serta menghadirkan nilai yang relevan dan berkelanjutan bagi pelanggan dan mitra,” lanjut dia.

Dengan kenaikan peringkat ke posisi ke-228 pada Fortune Southeast Asia 500 2026, Blibli melanjutkan tren masuk daftar besar perusahaan regional. Pencapaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensi perseroan dalam menjaga momentum pendapatan, terutama pada tahun buku 2025.

Kenaikan peringkat hingga posisi ke-228 tersebut memperlihatkan bahwa kinerja bisnis Blibli pada periode penilaian bergerak ke arah yang lebih kuat. Dalam kerangka Fortune Southeast Asia 500, perubahan peringkat menjadi cermin dari peningkatan skala usaha dan kekuatan perusahaan di kawasan, terutama ketika penilaian difokuskan pada pendapatan perusahaan pada tahun fiskal terakhir.

Pengakuan itu juga datang bersamaan dengan catatan bahwa Blibli menempati posisi teratas untuk kategori Internet Service Retailing di sektor teknologi sebagai perusahaan asal Indonesia. Perusahaan menjelaskan momentum ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan neto yang mencapai Rp 22,4 triliun atau setara sekitar 1,36 miliar dollar AS, yang tumbuh 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan dukungan beberapa lini usaha seperti penjualan elektronik konsumen, segmen institusi, serta perluasan jaringan toko fisik.

Selain memperkuat performa finansial, Blibli menyatakan integrasi kanal online dan offline tetap menjadi bagian penting dari strategi menghadapi perubahan pola belanja masyarakat dan perkembangan industri digital. Eric Winarta juga menilai pengakuan Fortune mencerminkan kepercayaan dari pelanggan, mitra, serta investor, dan menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat fondasi bisnis melalui disiplin operasional serta menghadirkan nilai yang relevan dan berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.