Bisnis & Ekonomi

Fore Coffee (FORE) Genjot Bisnis Donat, Bangun Pabrik Pengolahan Dough Rp 15 Miliar

×

Fore Coffee (FORE) Genjot Bisnis Donat, Bangun Pabrik Pengolahan Dough Rp 15 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Fore Coffee (FORE) Kebut Ekspansi Bisnis Donut, Bangun Pabrik Rp 15 Miliar

jurnalistik.co.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mempercepat rencana ekspansi bisnis Fore Donut dengan membangun pabrik pengolahan dough senilai Rp 15 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan produk ke kota-kota di luar Jabodetabek, yang selama ini terkendala proses produksi dan distribusi.

Pabrik pengolahan dough tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus atau September 2026. Nilai pembangunan Rp 15 miliar dialokasikan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) dan bersumber dari hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) FORE yang menghimpun dana Rp 353,44 miliar.

Fokus produksi frozen dough untuk ekspansi antarkota

Director of Strategy and Corporate Development Fore Kopi Indonesia, M. Fahmi Rachmatullah, menjelaskan pabrik ini dibangun untuk mendukung pengembangan Fore Donut ke berbagai kota. Nantinya fasilitas produksi akan menghasilkan frozen dough yang kemudian didistribusikan ke gerai-gerai di luar Jabodetabek.

Fahmi menyoroti bahwa selama ini pembuatan donat masih dilakukan secara manual di masing-masing gerai. Kondisi tersebut membuat kapasitas ekspansi perusahaan menjadi lebih terbatas, karena proses produksi yang terdistribusi memengaruhi kecepatan serta skala penambahan gerai.

“Tujuannya itu biar kita bisa ekspansi ke luar kota. Karena dengan adanya si pabrik dough ini, kita bisa kirim tuh frozen dough. Nah sekarang, donatnya kita, kalau diperhatiin ya, tokonya, di dalam tuh chefnya tuh pada buatin. Benar-benar masih buat manual,” ujar Fahmi saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Bidik Medan, Semarang, Yogyakarta pada akhir 2026

Jika pembangunan selesai sesuai jadwal, Fore Donut ditargetkan mulai memperluas jaringan gerai ke berbagai kota pada akhir 2026. Perusahaan membidik Medan, Semarang, Yogyakarta, serta sejumlah kota lain di Pulau Jawa sebagai langkah awal ekspansi antardaerah.

Fahmi menyebut ekspansi sebelumnya masih terkonsentrasi di Jabodetabek. Menurutnya, keterbatasan distribusi membuat perusahaan lebih berani fokus pada area Jakarta dan sekitarnya, sebelum infrastruktur pengolahan dough tersedia untuk mendukung distribusi yang lebih efisien.

“Kalau sekarang kan beraninya kan Jabodetabek saja, Jakarta doang. Nanti kalau sudah ada ya mungkin kita bisa masuk ke kota-kota lain, Semarang, Jogja, segala macam. Jawa dulu aja,” paparnya.

Dengan adanya pabrik baru, perusahaan berharap proses pengiriman produk dapat dibuat lebih efektif, sehingga jangkauan Fore Donut dapat diperluas ke lebih banyak daerah. Ke depannya, strategi distribusi frozen dough diharapkan mengurangi hambatan operasional yang selama ini membatasi ekspansi antarkota.

Ekspansi Fore Coffee tetap berjalan

Selain memperluas bisnis donat, FORE juga melanjutkan ekspansi Fore Coffee. Perusahaan menargetkan memiliki lebih dari 400 gerai Fore Coffee hingga akhir 2026. Saat ini, jaringan Fore Coffee telah mencapai lebih dari 380 gerai yang tersebar di lebih dari 60 kota.

Target tersebut menunjukkan perusahaan akan menambah lebih dari 80 gerai dibandingkan tahun sebelumnya. Fahmi menuturkan, perhitungan penambahan gerai didorong oleh pertumbuhan jumlah toko yang terus bertambah, seiring pencapaian target di sepanjang tahun berjalan.

“Kedua, dari jumlah tokonya itu sendiri, karena tokonya kita selalu terus bertambah. Di tahun ini kita tadi expect lebih dari 400, itu artinya kita akan buka sekitar 80-ab lebih tokonya dibandingkan di tahun lalu,” kata Fahmi.

Di sisi lain, bisnis Fore Donut juga menunjukkan perkembangan jumlah gerai. Berdasarkan rencana pertumbuhan, jumlah gerai meningkat dari dua gerai pada tahun lalu menjadi 14 gerai saat ini. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan sekitar 25 hingga 30 gerai.

Fore Coffee memulai operasional pada 2018 melalui gerai pertama di Senopati, Jakarta Selatan. Gerai tersebut masih beroperasi hingga sekarang, sementara jaringan Fore Coffee terus bertambah sampai mencapai lebih dari 380 gerai pada semester I 2026. Perusahaan menyebut gerainya telah hadir di lebih dari 60 kota, mulai dari Aceh hingga Manado, dengan persebaran yang menjangkau hampir seluruh pulau besar di Indonesia.

“Hampir seluruh pulau besar di Indonesia sudah kami masuki. Hanya Papua yang memang belum ada gerainya,” katanya.