Peristiwa

BMKG: Angin Kencang Masih Berlangsung di Sorong Papua hingga Akhir Juli 2026, Warga dan Nelayan Diminta Siaga

×

BMKG: Angin Kencang Masih Berlangsung di Sorong Papua hingga Akhir Juli 2026, Warga dan Nelayan Diminta Siaga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Angin Kencang Landa Sorong Papua hingga Akhir Juli, Warga dan Nelayan Diminta Waspada

jurnalistik.co.id – BMKG DEO Sorong mengingatkan warga di Sorong dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan angin kencang yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Juli 2026. Selain berimbas pada aktivitas darat, kondisi itu juga dinilai dapat meningkatkan risiko gelombang sedang di perairan.

Forecaster BMKG DEO Sorong, Sigit Cahya Nugraha, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan ke depan cuaca di wilayah tersebut diperkirakan didominasi cerah hingga berawan tebal, dengan potensi hujan yang masih cenderung ringan. Ia menekankan, minimnya curah hujan dan adanya angin kencang menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.

Prakiraan angin dan potensi dampak di daratan

Sigit menyebut, kecepatan angin pada ketinggian sekitar 3.000 kaki saat ini mencapai sekitar 29 knot, lebih tinggi dibandingkan kondisi normal di Sorong. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya memengaruhi aktivitas harian, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap munculnya kebakaran lahan.

Pada Rabu (22/7/2026), Sigit menyampaikan bahwa BMKG memprediksi angin kencang tersebut masih akan berlangsung hingga akhir bulan. Hal itu ia sampaikan melalui kutipan: “BMKG memprediksi kondisi angin kencang tersebut masih akan berlangsung hingga akhir bulan dan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang sesuai perkembangan cuaca,”.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada area yang berdekatan dengan hutan atau lahan kering. Sigit menjelaskan, dengan kondisi cuaca yang minim hujan, api dapat dengan cepat membesar dan menyebar akibat tiupan angin yang cukup kuat.

Karena itu, pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak dini. Sigit menegaskan adanya tiupan angin yang kuat dapat mempercepat penyebaran, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan perlu diwaspadai oleh warga di sekitar kawasan rentan.

Risiko gelombang bagi nelayan

BMKG juga mengingatkan nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut. Sigit menyebut angin kencang berpotensi menimbulkan gelombang dengan kategori sedang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil.

Meskipun tidak melarang nelayan melaut karena itu merupakan mata pencaharian, ia meminta nelayan menempatkan kondisi cuaca dan keselamatan sebagai prioritas sebelum berangkat. Kewaspadaan juga perlu diterapkan selama aktivitas di perairan.

Sigit menambahkan bahwa prakiraan dapat mengikuti perkembangan cuaca. Pihaknya akan terus memantau kondisi tersebut dan memberikan pembaruan bila terdapat perubahan pada informasi prakiraan.

Suhu udara dan pengaruh El Nino

Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di Sorong disebut mencapai kisaran 30 hingga 32 derajat Celsius. Sigit menjelaskan, suhu tersebut terasa lebih panas karena tutupan awan lebih sedikit dibandingkan biasanya.

Ia menyampaikan perubahan pola musim berkaitan dengan fenomena El Nino. Menurut Sigit, fenomena itu menyebabkan wilayah Sorong mengalami musim kemarau pada periode yang umumnya masih didominasi hujan.

Dengan latar tersebut, BMKG melihat kombinasi cuaca yang minim hujan dan angin kencang sebagai kondisi yang perlu diwaspadai, baik dari sisi potensi kebakaran lahan maupun dari sisi keselamatan aktivitas di perairan.

Imbauan akhir hingga akhir Juli 2026

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang, baik di daratan maupun di wilayah perairan. Hingga akhir Juli 2026, perhatian dan kesiapsiagaan diharapkan tetap menjadi langkah penting.

Dalam praktiknya, imbauan itu mencakup upaya pencegahan kebakaran lahan dengan tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, serta kehati-hatian saat beraktivitas di laut. Dengan begitu, risiko yang berpotensi muncul akibat angin kencang dapat diminimalkan.