jurnalistik.co.id – Buttonscarves menempatkan deep teal sebagai pusat perhatian untuk koleksi musim panas Tropical Paradise 2026, dengan pendekatan yang berbeda dari tren warna cerah yang umum dipakai banyak jenama fesyen.
Di koleksi ini, deep teal tidak sekadar menjadi pilihan palet warna, melainkan dirancang sebagai “tokoh utama” yang membawa nuansa laut ke dalam keseluruhan tampilan.
Penerapan tema tersebut hadir lewat peluncuran Tropical Paradise Takeover: Under The Sea, sebuah aktivasi tahunan Buttonscarves yang berlangsung di Land’s End, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Buttonscarves juga menandai penyelenggaraan Tropical Paradise pada tahun ini sebagai edisi ketiga, dengan skala terbesar sejak pertama kali diperkenalkan pada 2024.
CEO Buttonscarves, Linda Anggrea, menjelaskan bahwa setiap koleksi Tropical Paradise selalu memiliki warna khas yang mengikuti cerita yang ingin dibangun.
Tahun sebelumnya, brand tersebut mengangkat inspirasi hutan. Pada edisi kali ini, laut dipilih kembali sebagai sumber gagasan, namun dengan pendekatan yang berbeda.
“Kalau misalnya mungkin brand global, warna ini ( deep teal ) akan menjadi autumn and winter color . Tapi untuk Buttonscarves, it’s going to be our summer color ,” ujar Linda dalam konferensi pers di PIK 2, Jakarta Utara pada Jumat (17/07).
Baginya, keputusan mempertahankan deep teal sebagai warna musim panas sejalan dengan karakter Buttonscarves yang ingin terus mendobrak tren dengan caranya sendiri.
Linda juga menambahkan bahwa warna laut sebenarnya berubah seiring kedalamannya. Menurutnya, ketika permukaan laut tampak biru terang, semakin dalam wilayah yang dilalui, warnanya bergeser menjadi teal yang lebih pekat.
Gradasi perubahan warna itu kemudian diterjemahkan ke dalam koleksi tahun ini, sehingga tiap elemen visual dan permainan warna dirancang untuk merepresentasikan transisi dari permukaan menuju kedalaman.
Kedekatan emosional dengan laut
Berita Terkait
Linda mengaku memiliki kedekatan emosional dengan tema laut. Ia menyebut pengalaman berada di laut memberinya ketenangan sekaligus inspirasi untuk merancang koleksi.
Dalam penuturannya, “Summer collection kita will always be around something about the sea, the forest, and everything in between , dan kita kembali lagi tahun ini ke laut karena emang aku tuh cinta banget sama elemen-elemen laut ,” kata Linda.
Ia menambahkan, “Sebagai seorang pelaut, yang sangat cinta laut dan setiap kali aku melihat the horizon , pikiran aku tuh jadi bersih dan jernih. Dan aku tuh selalu suka setiap kali Buttonscarves keluarin koleksi elemen-elemen laut. Aku ngerasa keindahannya tuh tercermin dan terefleksikan aja di semua koleksinya,” lanjutnya.
Motif kedekatan tersebut kemudian diwujudkan melalui ilustrasi terumbu karang dan biota laut, sekaligus permainan warna yang menggambarkan perubahan nuansa air dari permukaan hingga kedalaman.
Dengan demikian, tema Under The Sea tidak berhenti pada pemilihan warna. Ia diperluas menjadi identitas visual yang membentuk cara koleksi terasa dan terbaca dari awal hingga detail-detail yang mengikuti cerita.
Koleksi terbesar dari Tropical Paradise
Selain menghadirkan identitas visual baru, Linda menyatakan bahwa Under The Sea adalah koleksi Tropical Paradise terbesar yang pernah dirilis Buttonscarves.
“Tahun ini spesial banget. Koleksinya lebih lengkap dan lebih imersif dibanding dua tahun lalu,” jelas Linda.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa edisi 2026 bukan hanya melanjutkan tema tahunan, tetapi juga memperbesar kedalaman pengalaman melalui rangkaian elemen yang saling terhubung.
Dari pemaknaan warna deep teal sebagai simbol karakter laut, hingga penerjemahan gradasi kedalaman dan ilustrasi biota, Buttonscarves menempatkan suasana Under The Sea sebagai pusat narasi Tropical Paradise.
Pada akhirnya, pilihan deep teal sebagai warna musim panas menjadi cara brand tersebut membuktikan bahwa musim panas tidak harus identik dengan kecerahan yang dominan, karena nuansa laut yang lebih dalam pun bisa menjadi identitas utama.





