jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan babak tambahan yang jarang terjadi di laga puncak: halftime show berskala konser, dengan sejumlah nama besar musik dunia memeriahkan suasana di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat.
Pertunjukan itu berlangsung dalam pertandingan final yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Untuk pertama kalinya dalam sejarah final Piala Dunia, ajang tersebut menampilkan rangkaian penampilan musik di tengah jalannya laga.
Nuansa “Super Bowl” di laga puncak
Halftime show yang disiapkan panitia membawa konsep ala pertandingan Super Bowl di Amerika Serikat. Panggung besar dan alur acara dibuat menyerupai format show televisi yang mengandalkan pergantian segmen secara cepat, tanpa menghilangkan fokus pertandingan.
Madonna membuka acara dengan penampilan yang langsung mendapat perhatian. Ia membawakan lagu hitnya berjudul “Music” pada bagian awal pertunjukan, tampil dengan busana korset merah muda dan jaket bergaya sporty.
Madonna memasuki area stadion melalui terowongan menggunakan kendaraan dune buggy, yang dikendarai dua legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Nazario dan Ronaldinho. Saat membuka penampilan, ia melantunkan lirik, “Music, makes the people, come together,” sehingga menyetel atmosfer agar penonton ikut terbawa ke suasana perayaan.
Orkestra gabungan dan kolaborasi musik
Setelah Madonna, panggung beralih kepada Gustavo Dudamel, konduktor ternama asal Venezuela. Ia memimpin orkestra gabungan musisi dari New York dan Venezuela, bersama band Electric Mayhem dari serial The Muppets.
Segmen ini memperkuat kesan spektakuler melalui lagu “Seven Nation Army” milik The White Stripes. Pergantian dari gaya pop ikonik ke format orkestra membuat ritme acara terasa bertingkat, seolah penonton melewati beberapa “bab” besar dalam satu rangkaian halftime show.
Energi BTS, lalu momen pelatih ala serial
Berita Terkait
Suasana kemudian berubah saat grup K-pop BTS tampil. Dengan pakaian bernuansa hitam dan merah, mereka membawakan lagu “Dynamite” yang bernada energik dan menjaga tempo agar tetap ramai di sepanjang panggung.
Setelah BTS, acara memasuki bagian dengan elemen hiburan yang lebih teatrikal. Jason Sudeikis dan Brendan Hunt, yang dikenal lewat serial Ted Lasso, tampil sebagai pelatih untuk memperkenalkan Justin Bieber.
Penampilan Justin Bieber mengalir dengan nuansa lebih tenang. Ia membawakan lagu akustik “Everything Hallelujah” lalu mengubah bagian akhirnya menjadi “World Cup Hallelujah”, sehingga lirik bergerak selaras dengan tema ajang.
Penutup megah bersama Shakira dan Burna Boy
Rangkaian penampilan terakhir menghadirkan Shakira bersama musisi Nigeria Burna Boy. Mereka menyanyikan lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul “Dai Dai”, yang menjadi penutup sekaligus penegasan bahwa halftime show ini dirancang sebagai perayaan lintas budaya.
Shakira tampil mencolok dengan busana berkilauan warna merah muda dan kuning, dipadukan dengan karpet warna-warni di panggung. Detail visual tersebut membuat akhir acara terasa seperti puncak festival, bukan sekadar sisipan musik singkat di tengah pertandingan.
Pertunjukan ditutup dengan tulisan “LOVE” yang membentang di lapangan, dengan gambar bumi menjadi pengganti huruf “O”. Dengan penutup seperti itu, halftime show final Piala Dunia 2026 meninggalkan kesan bahwa musik digunakan untuk menyatukan penonton dalam satu momen besar, sekaligus memperkuat nuansa global turnamen.
Rangkaian hiburan itu dibuat terasa seperti rangkaian segmen konser yang menyatu dengan agenda pertandingan, sehingga penonton tidak sekadar menyaksikan jeda, melainkan ikut “masuk” ke suasana perayaan di Stadion MetLife. Penataan panggung dan alur tampil para musisi pun memberi kesan bahwa musik ditempatkan sebagai bagian dari narasi besar laga puncak.
Secara keseluruhan, tempo acara berubah-ubah mengikuti karakter setiap penampil: dari pembuka yang berenergi, lalu beralih ke elemen musik berskala orkestra, hingga masuk ke sentuhan yang lebih teatrikal saat hadirnya Jason Sudeikis dan Brendan Hunt. Kolaborasi yang melibatkan musisi dari beberapa wilayah, termasuk keterlibatan Gustavo Dudamel serta Electric Mayhem, turut mempertegas nuansa lintas gaya dalam satu malam yang sama.
Pada sesi akhir, Shakira bersama Burna Boy mengunci rangkaian tersebut dengan lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul “Dai Dai”. Di bagian penutup, visual “LOVE” di lapangan dengan bumi sebagai pengganti huruf “O” menjadi simbol yang melengkapi tema global turnamen, sejalan dengan rangkaian penampilan sebelumnya yang terus mengajak penonton merasakan perayaan dari berbagai budaya.











