jurnalistik.co.id – Gelombang panas ketiga Inggris tahun ini diperkirakan makin menguat memasuki pekan kedua. Setelah Senin sempat membuat suhu turun di beberapa wilayah, panas dan kelembapan kembali mulai meningkat.
Pada masa menjelang pekan kedua, lebih banyak daerah di Inggris dan Wales berpotensi melewati 30°C. Sejumlah prakiraan bahkan mengisyaratkan suhu dapat mendekati kisaran pertengahan 30°C pada beberapa lokasi.
Ambang gelombang panas juga diperkirakan sempat tersentuh di sebagian wilayah Skotlandia dan Irlandia Utara. Kondisinya terkait dengan meningkatnya kelembapan di berbagai bagian negara.
Peringatan kesehatan hingga 15 Juli
Otoritas kesehatan Inggris, UK Health Security Agency (UKHSA), mengeluarkan peringatan kesehatan panas level amber dan yellow. Peringatan ini berlaku hingga pukul 21:00 BST pada 15 Juli.
Dalam peringatan tersebut, dampak signifikan dinilai kemungkinan terjadi pada layanan kesehatan dan layanan sosial. Perkiraan juga mencakup kenaikan jumlah kematian, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau berusia 65 tahun ke atas.
Kondisi Senin: suhu lebih rendah, tapi 30°C tetap mungkin
Cuaca yang membuat panas sebelumnya mereda dipengaruhi angin timur laut yang bertiup cukup kencang, disertai periode kelembapan yang lebih rendah. Pola itu terjadi ketika wilayah tekanan tinggi berada di sekitar utara Skotlandia, sehingga membantu “memutus” intensitas panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama di bagian tengah dan timur Inggris.
Meskipun begitu, suhu di Inggris dan Wales pada Senin masih berpotensi mencapai titik tertinggi sekitar 30°C di beberapa wilayah selatan. Dengan kondisi tersebut, rangkaian hari berturut-turut dengan suhu 30°C diperkirakan masuk ke pekan kedua.
Di Irlandia Utara dan bagian barat Skotlandia, beberapa titik juga bisa mencapai ambang suhu gelombang panas, yakni 25°C. Sementara itu, wilayah pesisir Laut Utara cenderung tetap lebih dingin, sekitar 16°C hingga 21°C.
Menuju pertengahan pekan: kelembapan naik dan puncak diperkirakan Kamis
Memasuki pertengahan pekan, sistem tekanan rendah di atas Prancis diperkirakan membawa angin timur yang lebih ringan menuju Inggris. Aliran angin yang berubah ini menandai kembalinya cuaca yang sedikit lebih lembap.
Berita Terkait
Temperatur diprediksi meningkat di sebagian besar area, dengan puncak pada Kamis. Pada hari itu, prakiraan menunjukkan suhu pada kisaran 26°C hingga 27°C di sisi barat Skotlandia dan Irlandia Utara.
Lebih banyak wilayah di Inggris dan Wales kemudian diperkirakan mengalami suhu mendekati angka 30°C. Sejumlah model cuaca juga memprediksi ada puncak-puncak terisolasi yang bisa mencapai 34°C atau 35°C.
Secara rekor, Inggris sudah mencatat sembilan hari pada tahun ini ketika suhu mencapai 34°C atau lebih. Angka itu dua hari lebih banyak dibanding rekor tahun sebelumnya, yakni 1976 dan 2020.
Malam tetap hangat
Suhu malam juga diperkirakan ikut naik lagi. Ada kemungkinan beberapa “tropical nights” tercatat, ketika suhu bertahan di atas 20°C.
Risiko kebakaran hutan turut meningkat
Cuaca panas dan kering yang berkepanjangan membuat risiko kebakaran hutan ikut meningkat, khususnya di Inggris dan Wales. Pada akhir pekan, kelembapan yang lebih rendah dan angin yang lebih kuat menaikkan risiko kebakaran hingga level “exceptional” di sebagian wilayah selatan Inggris.
Risiko tersebut diperkirakan sedikit mereda ketika angin menjadi lebih lemah dan peluang hujan gerimis meningkat. Namun, mulai Rabu, risiko diproyeksikan naik lagi secara lebih luas di wilayah tengah dan timur Inggris.
Kapan gelombang panas berakhir masih belum pasti
Meskipun ada peluang beberapa badai petir yang bersifat sporadis muncul belakangan pada pekan ini di wilayah selatan Inggris, kepastian adanya penurunan suhu yang menyeluruh masih belum jelas. Model-model cuaca menunjukkan kecenderungan angin bergeser menjadi lebih dominan dari arah utara pada akhir pekan mendatang, yang berpotensi menurunkan temperatur.
Namun, seberapa besar penurunannya masih tidak pasti. Selain itu, jika tekanan tinggi cepat kembali membangun, kondisi gelombang panas bisa saja muncul lagi di sebagian wilayah.
Akibat kombinasi pola tersebut, banyak area kemungkinan akan terus mengalami curah hujan yang sangat sedikit atau bahkan hampir tidak ada hujan.












