Daerah

Gusnar Ismail Melepas 71 Peserta Stulap PKA Angkatan I ke Tomohon

×

Gusnar Ismail Melepas 71 Peserta Stulap PKA Angkatan I ke Tomohon

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur Gorontalo Lepas Peserta Stulap PKA ke Tomohon

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas peserta Studi Lapangan (Stulap) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I tahun 2026 ke Kota Tomohon, Minggu (30/8/206). Acara berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 71 orang pejabat pengawas dan administrator mengikuti kegiatan Stulap tersebut. Gusnar menyampaikan arahan langsung kepada para peserta mengenai fokus yang harus mereka bawa selama studi lapangan.

Menurut Gusnar, para peserta berada pada tahap perancang sekaligus pembawa solusi. Ia meminta peserta menaruh perhatian pada bagaimana Tomohon International Flower Festival (TIFF) dapat dikenal lebih luas hingga mendunia.

Gusnar menekankan pesan itu dengan kalimat, “Anda semua sudah berada di tingkatan perancang dan pemberi solusi. Jadi lihat saja bagaimana itu (TIFF) bisa mendunia. Itu saja yang bawa ke sini dan paparkan ke kita semua,” pesan Gusnar.

Selain itu, Gusnar juga menyoroti agenda pemerintahan berbasis digital yang diharapkan bisa dipelajari dan diupayakan penerapannya. Ia berharap peserta dapat menghasilkan inovasi pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pemerintahan.

Gusnar menyebut bahwa digitalisasi di Gorontalo sudah berjalan cukup baik, termasuk melalui keberadaan Portal Satu Data dan berbagai aplikasi lainnya. Ia kemudian mengarahkan peserta untuk fokus pada pembelajaran yang bisa langsung dipraktikkan.

“Jadi pelajari di sana yang praktis praktis saja. Cukup dua pertama teori, kemudian regulasinya dan bagaimana implementasinya di sini. Dua hal itu saja,” tegasnya.

Tomohon dipilih sebagai lokus studi lapangan

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjelaskan bahwa PKA Angkatan I memilih Tomohon sebagai lokus studi lapangan. Pilihannya ditujukan agar peserta dapat mempelajari pelaksanaan even TIFF yang disebut telah berkembang hingga mendunia.

Penjelasan tersebut sejalan dengan pelaksanaan program daerah yang rutin digelar pemprov setiap tahun. BKPSDM menempatkan pembelajaran ini sebagai upaya memperkaya cara pengelolaan kegiatan agar bisa berkembang dari skala lebih kecil menuju skala internasional.

“Studi lapangan ini ada agenda khusus karena kita ingin mempelajari bagaimana Kota Tomohon memanage yang dulu berskala kecil sekarang sudah berskala internasional yaitu Tomohon Internasional Flower Festival. Karena apa? Kita punya Gorontalo Karnaval Karawo dan Gorontalo Half Marathon,” jelas Budi.

Melalui perbandingan itu, harapannya para peserta bisa menangkap pola pengelolaan acara, termasuk langkah-langkah agar sebuah agenda tumbuh secara berkelanjutan. Peserta diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan umum, tetapi membawa pelajaran yang dapat diterapkan pada kegiatan di daerah asal.

Dengan kerangka studi yang berorientasi praktik, peserta memperoleh ruang untuk mempelajari proses pengembangan sebuah festival dari tahap awal. Selain itu, mereka juga diarahkan untuk menarik pelajaran yang relevan dengan kebutuhan tata kelola kegiatan yang lebih luas.

“Studi lapangan ini ada agenda khusus,” kata BKPSDM kembali menegaskan bahwa kegiatan tersebut memang disiapkan untuk tujuan spesifik. Karena itu, para peserta diharapkan mampu mengelola hasil pembelajaran menjadi gagasan dan solusi yang bermanfaat.

Jadwal kegiatan hingga awal September 2026

Kegiatan Stulap PKA Angkatan I rencananya berlangsung mulai tanggal 30 Agustus hingga tanggal 5 September 2026. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari pengelolaan TIFF di Tomohon secara lebih menyeluruh.

Selama masa studi, para peserta diharapkan mampu menempatkan dua fokus arahan Gusnar Ismail, yakni pembelajaran agar TIFF bisa dikenal lebih luas serta pemahaman penerapan digitalisasi pemerintahan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga proses transfer pengetahuan yang terukur.