jurnalistik.co.id – Masyarakat umumnya ingin tinggal di tempat yang relatif aman dari kejahatan, sekaligus nyaman untuk dikunjungi. Dalam konteks itu, keamanan sering dipakai sebagai salah satu pertimbangan utama saat memilih kota untuk rumah, tujuan karier, atau rencana berlibur.
Berbagai riset lalu menyajikan perbandingan kota-kota berdasarkan persepsi keselamatan. Salah satu rujukan yang banyak dipakai adalah Numbeo, yang menyusun peringkat kota berdasarkan masukan pengguna selama periode waktu tertentu.
Bagaimana penilaian Numbeo dibentuk
Numbeo menggunakan skor yang diturunkan dari data pengiriman pengguna. Skor tersebut dibangun dari sejumlah aspek persepsi, mulai dari tingkat kejahatan, keselamatan pribadi, kejahatan terhadap properti, hingga kejahatan kekerasan.
Meski demikian, skor Numbeo tidak dimaksudkan untuk mengukur statistik kejahatan resmi, maupun menggambarkan paparan langsung terhadap konflik geopolitik. Karena itu, peringkat yang muncul lebih menggambarkan persepsi risiko yang dialami atau dirasakan oleh responden, bukan semata-mata angka kriminalitas resmi.
Pola kota paling aman: dominasi Timur Tengah
Berdasarkan data Indeks Numbeo 2026, terdapat kota-kota yang relatif aman untuk ditinggali maupun dikunjungi. Dari kelompok kota teratas yang paling aman, terlihat pola regional yang menonjol.
Dalam daftar tersebut, empat dari 10 kota teratas berada di Timur Tengah. Di antara yang masuk kategori ini, ada dua kota dari Arab Saudi, yaitu Riyadh dan Jeddah. Selain itu, laporan keamanan global terbaru dari Gallup juga memperkuat kecenderungan serupa yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Gallup mencatat persentase tertinggi di dunia untuk orang dewasa yang merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Angkanya menunjukkan Singapura berada di posisi teratas dengan 98%, disusul Arab Saudi sebesar 93% dan Uni Emirat Arab 90%.
Untuk 10 besar lainnya, Asia mendominasi bagian yang tersisa. Pada saat yang sama, kota-kota Eropa tidak tampak secara mencolok dalam kelompok teratas. Pola ini bertumpu pada bagaimana persepsi keselamatan berkembang di berbagai kawasan, serta bagaimana responden menilai pengalaman keamanan pribadi dan risiko kejahatan di lingkungan mereka.
Berita Terkait
Pola kota paling rawan: fokus Afrika dan Amerika Latin
Sementara itu, pada sisi kota yang dianggap rawan untuk ditinggali maupun dikunjungi, komposisinya berbeda. Kebanyakan kota yang masuk kategori ini berasal dari Afrika dan Amerika Latin.
Dalam kelompok 10 kota yang rawan, Brasil menyumbang empat dari 10 kota. Sementara itu, Afrika Selatan menyumbang tiga dari 10 kota, termasuk Johannesburg dan Durban. Disebutkan pula bahwa Afrika Selatan memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, yang menjadi latar penting ketika persepsi keselamatan dibandingkan antarkota.
Data Gallup menampilkan pola geografis yang sejalan. Dari 10 negara tempat orang dewasa merasa paling tidak aman berjalan sendirian pada malam hari, sembilan di antaranya berada di Afrika sub-Sahara atau Amerika Latin. Pada ujung paling rendah secara global, Afrika Selatan menempati posisi terbawah dengan hanya 33% orang dewasa yang mengatakan mereka merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
Contoh dari kekerasan yang meningkat: Guayaquil
Rendahnya peringkat juga terlihat pada Guayaquil, yang muncul dalam konteks peningkatan tajam kekerasan. Provinsi Guayas—tempat kota tersebut berada—mencatat 4.106 kasus pembunuhan pada 2025.
Angka itu dinyatakan sebagai yang terbanyak di antara semua provinsi di Ekuador dan meningkat 26,5% dibandingkan tahun 2024. Informasi seperti ini menjelaskan mengapa persepsi keselamatan bisa menurun ketika tren kekerasan bergerak naik dalam periode yang sama.
Apakah ada kota Indonesia di daftar teraman dan tidak teraman?
Pertanyaan “ada di Indonesia atau tidak” biasanya merujuk pada apakah kota-kota di Tanah Air masuk ke dalam daftar yang disusun berdasarkan skor Numbeo. Namun, uraian di bagian ini menekankan pola besar yang terlihat dari komposisi kawasan—baik pada kota paling aman maupun kota paling rawan—yang secara jelas menunjukkan dominasi Timur Tengah di kelompok aman serta dominasi Afrika dan Amerika Latin di kelompok rawan.
Dengan kata lain, meski artikel ini menyajikan kerangka penilaian dan pola geografis, jawaban spesifik untuk kota-kota Indonesia tetap membutuhkan melihat daftar lengkap yang memuat nama kota-kota tersebut. Pada tahap yang dibahas, yang paling dapat ditarik adalah kesimpulan berbasis wilayah: keamanan yang lebih tinggi cenderung terkonsentrasi di sejumlah kawasan tertentu, sedangkan persepsi risiko yang lebih besar paling sering terkait dengan wilayah lain.
Gambaran semacam ini tetap relevan bagi pembaca yang ingin menilai keamanan sebelum tinggal atau berkunjung. Namun, karena skor Numbeo berbasis persepsi dan bukan metrik kejahatan resmi, penggunaannya sebaiknya dipadukan dengan informasi lain yang relevan agar keputusan tetap berimbang.












