jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengajak penyandang disabilitas, khususnya penyandang tuli, untuk terus mengembangkan potensi melalui pendidikan, keterampilan, serta karya.
Arah dorongan itu disampaikan Idah saat menghadiri peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang berlangsung di SMA Negeri 4 Gorontalo pada Rabu (23/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Idah menegaskan bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar dan berproses. Ia memandang, kemandirian dapat dibangun lewat ruang yang tepat untuk mengasah kemampuan diri, sekaligus membuka kesempatan agar penyandang tuli tetap bisa berkontribusi di tengah masyarakat.
Idah juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, ada talenta dan hobi yang bisa terus diasah, meski kondisi yang dialami berbeda dari kebanyakan orang.
“Jangan putus asa. Kalian mempunyai talenta, mempunyai hobi. Kekurangan bukan berarti kalian tidak mampu melakukan apa-apa. Justru kekurangan itu bisa menjadi motivasi bahwa kalian mampu berbuat sesuatu,” ujar Idah.
Idah menambahkan pesan itu dengan pengalaman pribadinya. Ia menceritakan pernah melakukan kunjungan kerja di Jakarta dan melihat sejumlah kafe yang melibatkan penyandang tuli dalam aktivitas usaha.
Dari pengamatan tersebut, Idah merasa tergerak untuk mendorong ide yang dapat memberi ruang kerja sekaligus membangun interaksi sosial. Ia kemudian mengembangkan gagasan Kopi Tuli di Gorontalo sebagai salah satu opsi yang bisa diakses penyandang tuli untuk bekerja dan memperoleh penghasilan.
“Awalnya saya melihat di Jakarta ada kafe yang mempekerjakan teman-teman tuli. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak kita kembangkan juga di Gorontalo. Ini menjadi ruang bagi mereka untuk bekerja, berinteraksi, sekaligus mendapatkan penghasilan,” ungkapnya.
Berita Terkait
Selain membangun konsep usaha, Idah menekankan bahwa dukungan pemerintah juga perlu hadir dalam bentuk akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Ia menyebut, pemerintah terus berupaya membuka ruang agar pelaku UMKM dari kalangan penyandang disabilitas bisa ikut serta dalam berbagai pameran dan kegiatan.
Kesempatan semacam itu, menurut Idah, diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha. Melalui partisipasi dalam kegiatan publik, mereka dapat memperoleh peluang yang lebih nyata untuk menjangkau pembeli dan memperluas jaringan.
“Setiap ada pameran atau kegiatan, sebagai pelaku UMKM mereka selalu mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan lapak. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan,” jelas Idah.
Idah berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada level kesempatan sesaat. Ia ingin agar peluang bagi penyandang disabilitas terus diperluas sehingga semakin banyak dari mereka mampu menunjukkan kemampuan serta mengambil peran dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Pada peringatan itu, pemerintah juga menyerahkan piagam penghargaan. Piagam diberikan kepada TVRI Gorontalo atas dukungan dalam menghadirkan layanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) melalui program Gorontalo Hari Ini.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan akses informasi yang inklusif bagi masyarakat Tuli. Dengan dukungan layanan JBI, pesan yang disampaikan dalam program dapat lebih mudah dipahami dan lebih ramah bagi kebutuhan informasi penyandang tuli.
Piagam penghargaan juga diberikan kepada Alfamart Gorontalo atas kontribusinya dalam membuka kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Melalui rangkaian kegiatan dan dukungan tersebut, Idah menegaskan bahwa inklusi harus diwujudkan tidak hanya dalam bentuk perhatian, tetapi juga dalam aksi nyata: menyediakan ruang belajar, membuka peluang usaha, serta menghadirkan kesempatan kerja dan akses informasi yang setara.
Dengan semangat yang sama, peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di SMA Negeri 4 Gorontalo menjadi momentum untuk menguatkan bahwa penyandang tuli layak mendapatkan kesempatan berkembang sesuai kemampuan, sekaligus menunjukkan karya di lingkungan sekitar.












