Daerah

Nani Ismail Mokodongan: Pola Asuh Orang Tua Kunci Turunkan Stunting di Tabumela

×

Nani Ismail Mokodongan: Pola Asuh Orang Tua Kunci Turunkan Stunting di Tabumela

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Nani Ismail Tekankan Pola Asuh Anak untuk Cegah Tengkes

jurnalistik.co.id – Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menyalurkan bantuan susu bagi balita tengkes di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo pada Selasa (8/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa berhenti pada bantuan, melainkan perlu pendampingan dari orang tua di rumah.

Menurut Nani, upaya menurunkan angka tengkes membutuhkan keterlibatan keluarga, khususnya pola asuh yang konsisten. Bantuan susu yang diberikan, lanjutnya, harus diikuti dengan perhatian serta pengawasan agar asupan benar-benar bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Nani berharap ibu-ibu yang memiliki anak stunting dapat terus dikawal selama program berjalan. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan anak mendapatkan asupan sesuai anjuran, sekaligus menjaga kesehatan dan kebersihan anak setiap hari.

Ia menyampaikan, “Tolong ibu-ibu yang mempunyai anak stunting ini diperhatikan dan terus dikawal dengan bantuan yang diberikan kepada ibu-ibu, ini semua tujuannya untuk menurunkan atau menghabiskan angka stunting yang ada di Kabupaten Gerontalo khususnya desa pilot project di Tabumela,” ungkap Nani.

Selain itu, Nani mengajak para orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu. Baginya, posyandu menjadi ruang penting untuk memantau kondisi kesehatan serta perkembangan anak secara berkala, sehingga evaluasi dapat dilakukan ketika ada perubahan yang perlu mendapat perhatian.

“Rajin-rajinlah pergi ke posyandu agar ibu dan anak itu dalam keadaan sehat selalu,” katanya.

Di Desa Tabumela sendiri, kegiatan ini menargetkan 30 anak tengkes sebagai bagian dari pilot project penanganan tengkes. Setiap anak memperoleh bantuan susu sebanyak delapan dus, dengan berat 450 gram per dus, sebagai intervensi pemenuhan gizi yang mendukung perbaikan kondisi anak.

Nani menekankan bahwa intervensi yang diberikan memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu mendorong dampak nyata terhadap pertumbuhan. Karena itu, ia berharap setiap orang tua dapat memastikan program berjalan sesuai arah yang diharapkan, mulai dari cara pemberian hingga kebiasaan pendukung yang menjaga kesehatan anak.

Pengawalan di rumah dan monitoring di posyandu

Penguatan pola asuh, menurut Nani, menjadi bagian yang menentukan keberhasilan program penanganan tengkes. Anak yang menerima bantuan susu tetap memerlukan perhatian harian agar asupan yang diterima tepat guna, tidak sekadar sampai pada distribusi bantuan.

Dalam pandangannya, dukungan orang tua dapat terlihat dari konsistensi pemenuhan gizi, termasuk pemantauan kondisi tubuh anak. Kebiasaan menjaga kebersihan juga disebut berperan, karena kesehatan yang baik menjadi dasar bagi proses tumbuh kembang.

Sementara itu, posyandu dijadikan tempat untuk memastikan pemantauan berlangsung secara rutin. Dengan kunjungan yang terjadwal, kondisi anak dapat dilihat dari waktu ke waktu sehingga perkembangan dapat dicermati, dan langkah tindak lanjut bisa ditentukan berdasarkan hasil pemantauan.

Nani berharap orang tua memanfaatkan layanan posyandu bukan hanya saat program bantuan berlangsung, tetapi sebagai kebiasaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, intervensi yang diberikan bisa diiringi dengan pengawasan yang terus menerus sampai evaluasi menunjukkan hasil yang diinginkan.

Evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya

Di Desa Tabumela, program penanganan yang menyasar 30 anak tengkes tersebut juga akan dievaluasi untuk melihat perkembangan masing-masing anak. Evaluasi diperlukan agar terlihat apakah intervensi pemenuhan gizi memberikan perubahan yang sesuai harapan.

Dari hasil evaluasi tersebut, akan ditentukan langkah penanganan tengkes berikutnya. Nani menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah menurunkan atau menghabiskan angka stunting di Kabupaten Gorontalo, dengan Tabumela sebagai desa pilot project yang menjadi acuan penerapan program.

Dengan penyaluran bantuan susu yang dibarengi komitmen orang tua dalam pola asuh, Nani menempatkan pengawalan sebagai kunci. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, melainkan juga oleh bagaimana ibu dan keluarga memastikan setiap anak menerima asupan yang tepat, menjaga kesehatan, serta mengikuti pemantauan di posyandu secara rutin.