jurnalistik.co.id – TP Posyandu Provinsi Gorontalo memperkuat upaya penanganan tengkes di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato melalui penyaluran bantuan susu serta tas bingkisan berisi makanan bergizi. Kegiatan ini berlangsung di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo pada Kamis (10/9/2026).
Dalam pelaksanaan tersebut, sebanyak 193 penerima menerima paket bantuan. Rinciannya, 10 anak di Kabupaten Boalemo dan lima anak di Kabupaten Pohuwato mendapatkan bantuan susu sekaligus tas bingkisan. Adapun 178 penerima lainnya memperoleh tas bingkisan sebagai dukungan bagi kegiatan Posyandu di dua wilayah tersebut.
Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, hadir dan menyampaikan sambutan pada penyerahan bantuan. Ia mengajak agar penerima yang hadir saat itu memandang kegiatan ini sebagai bagian dari harapan untuk masa depan.
“Kita doakan anak-anak yang hadir sekarang ini, baik di Boalemo maupun di Pohuwato, menjadi generasi yang akan menggantikan kita. Ada yang menjadi gubernur, bupati, camat, dokter, maupun jabatan-jabatan di pemerintahan,” ujar Nani.
Lebih lanjut, Nani menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menerjemahkan keluhan serta kebutuhan desa, khususnya yang menjadi pilot project. Menurutnya, berbagai masukan tersebut perlu dipastikan dapat dikembangkan menjadi program, sekaligus memperoleh dukungan anggaran.
Pada kesempatan yang sama, ia meminta adanya pertanggungjawaban dari seluruh pengampu SPM. “Ini saya minta pertanggungjawaban dari enam SPM, baik kabupaten maupun provinsi, untuk persediaan alokasi dana khusus yang ditujukan untuk Posyandu dan desa-desa pilot project,” tegasnya.
Nani juga berharap intervensi ini dapat terus diperluas. Dengan perluasan pendampingan lintas sektor, ia menargetkan semakin banyak desa memperoleh dukungan yang tepat sesuai kebutuhan yang teridentifikasi.
Dalam pandangannya, penuntasan tengkes akan berjalan lebih optimal apabila penanganan dilakukan sesuai kewenangan dan kebutuhan masing-masing sektor. Ia menyebut bahwa saat ini terdapat 10 sasaran tengkes yang menjadi bagian dari intervensi di Boalemo, sementara di Pohuwato terdapat lima sasaran.
Berita Terkait
Nani menargetkan seluruh sasaran tersebut dapat dituntaskan pada tahun ini. Dengan demikian, intervensi dapat dilanjutkan ke desa pilot berikutnya, agar rangkaian pendampingan tidak berhenti pada tahap awal.
Kegiatan penyaluran bantuan ini sekaligus menunjukkan keterlibatan Posyandu dalam memperkuat program intervensi gizi pada wilayah sasaran. Melalui paket susu dan tas bingkisan makanan bergizi, TP Posyandu Provinsi Gorontalo berupaya memastikan dukungan yang diberikan menjangkau penerima sesuai pembagian yang telah ditetapkan.
Selain menegaskan target penyelesaian sasaran tahun berjalan, Nani juga menggarisbawahi bahwa pelaksanaan program perlu ditopang pelaporan dan evaluasi dari pengampu SPM. Langkah ini dimaksudkan agar alokasi dana khusus untuk Posyandu dan desa pilot project tetap terarah, sehingga intervensi dapat berlanjut ke tahapan berikutnya secara lebih sistematis.
Dengan penyerahan bantuan di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian intervensi tengkes di Boalemo-Pohuwato. Fokus utamanya adalah memastikan dukungan yang diterima penerima sesuai sasaran, sekaligus mendorong kelanjutan intervensi ke desa pilot berikutnya pada periode selanjutnya.
Penyerahan bantuan ini juga dimaknai sebagai upaya memperkuat kegiatan Posyandu di tingkat desa melalui dukungan yang langsung diterima oleh para penerima. Paket susu dan tas bingkisan berisi makanan bergizi diarahkan untuk membantu kebutuhan gizi yang menjadi fokus dalam intervensi tengkes di dua wilayah sasaran.
Dalam kesempatan itu, Nani menekankan bahwa kegiatan di lapangan tidak berhenti pada proses serah terima, melainkan harus diikuti dengan pengawalan agar tujuan intervensi tetap pada jalurnya. Ia mengajak para penerima agar melihat dukungan yang diberikan sebagai dorongan untuk masa depan yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan pengampu SPM dalam menjaga keteraturan pelaksanaan. Mulai dari pertanggungjawaban pengelolaan alokasi dana khusus hingga pelaporan dan evaluasi, menurutnya semua tahapan perlu dilakukan agar dukungan bagi Posyandu dan desa pilot project tetap terarah serta bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Nani menargetkan agar sasaran tengkes yang sudah ditetapkan dapat dituntaskan pada tahun berjalan, baik di Boalemo maupun Pohuwato. Setelah tahap awal selesai, pendampingan diharapkan dapat bergulir ke desa pilot berikutnya, dengan perluasan intervensi lintas sektor sehingga semakin banyak desa memperoleh dukungan sesuai kebutuhan yang teridentifikasi.












