jurnalistik.co.id – Transjakarta melakukan penyesuaian layanan pada Minggu (5/7/2026) menyusul rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas Jakarta, seiring pelaksanaan kegiatan marathon. Penyesuaian ini membuat jadwal operasional beberapa layanan baru mulai berjalan pada pukul 10.00 WIB.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa perubahan dilakukan untuk menyesuaikan arus kendaraan selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, pengguna transportasi umum perlu memperhatikan titik layanan yang beroperasi sesuai waktu.
Layanan yang mulai pukul 10.00 WIB
Ayu menjelaskan, terdapat lima layanan yang beroperasi setelah pukul 10.00 WIB pada hari ini. Kelima layanan tersebut adalah 1H Tanah Abang–Stasiun Gondangdia, 1R Senen–Tanah Abang, 2Q Gondangdia–Balai Kota, 5M Kampung Melayu–Tanah Abang via Cikini, serta 8N Kebayoran–Petamburan via Asia Afrika.
Penetapan jam mulai tersebut merupakan bagian dari penyesuaian rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama marathon berlangsung. Artinya, layanan-layanan dimaksud baru dapat dioperasikan setelah melewati pukul 10.00 WIB agar perjalanan tetap mengikuti skema lalu lintas yang berlaku di lapangan.
Modifikasi sebelum pukul 10.00 WIB
Selain lima layanan yang mulai setelah pukul 10.00 WIB, Transjakarta juga melakukan perubahan pada 13 layanan pada periode 05.00–10.00 WIB. Ayu menyebutkan, layanan yang terdampak meliputi Koridor 1 Blok M–Kota, 1A Pantai Maju–Balai Kota, dan 1W Blok M–Ancol.
Penyesuaian juga diberlakukan pada Koridor 2 Pulo Gadung–Monas, 2A Pulo Gadung–Rawa Buaya, serta Koridor 3 Kalideres–Monas. Pada kelompok layanan lain, Transjakarta mengubah jalur untuk 5C Cililitan–Juanda, 7F Kampung Rambutan–Juanda, dan Koridor 9 Pinang Ranti–Pluit.
Berita Terkait
Lebih lanjut, perubahan turut mencakup 9A Cililitan–Grogol, S61 Alam Sutera–Blok M, T31 PIK 2–Blok M, dan SH2 Bandara Soekarno-Hatta–Blok M. Dengan daftar tersebut, pengguna yang melakukan perjalanan pada rentang awal hari perlu menyesuaikan rencana rute dibandingkan skema layanan normal.
Ayu menjelaskan bahwa bentuk penyesuaian yang diterapkan dapat berupa pengalihan rute, perpendekan layanan, maupun perubahan titik pemberhentian sementara. Ketiga pola perubahan ini digunakan sesuai dengan rekayasa lalu lintas yang berlaku di setiap koridor maupun segmen jalan yang sedang dilalui.
Transjakarta memastikan seluruh penyesuaian bersifat sementara. Layanan disebut akan kembali normal setelah rekayasa lalu lintas berakhir, sehingga operasional dapat kembali mengikuti pola layanan reguler.
Dalam penyampaian resminya, Ayu menekankan bahwa layanan tetap diupayakan berjalan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat meski terjadi pengaturan jalan akibat marathon. “Transjakarta tetap melayani pelanggan selama berlangsungnya kegiatan lari dengan sejumlah penyesuaian operasional pada layanan yang terdampak rekayasa lalu lintas,” kata Ayu.
Untuk membantu pengguna selama masa penyesuaian, Transjakarta juga menyiagakan personel operasional di halte-halte strategis dan titik integrasi. Petugas tersebut bertugas memberikan informasi serta membantu pelanggan agar perjalanan tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan perubahan rute atau pemberhentian sementara.
Bagi penumpang, informasi mengenai perubahan operasional menjadi penting agar tidak terjadi keterlambatan maupun salah arah saat naik Transjakarta. Pada hari ini, mulai pukul 10.00 WIB, lima layanan yang telah disebutkan akan mulai beroperasi mengikuti skema rekayasa yang diterapkan, sementara layanan lain tetap mengikuti penyesuaian pada periode 05.00–10.00 WIB.
Dengan langkah penyesuaian yang terukur, Transjakarta berupaya menjaga keberlanjutan layanan selama kegiatan marathon berlangsung, sekaligus memastikan perjalanan penumpang tetap terlayani melalui penataan rute dan titik pemberhentian yang disesuaikan dengan kondisi lalu lintas.
Transjakarta juga mengingatkan penumpang untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dan memeriksa layanan yang beroperasi pada jam tertentu, karena beberapa koridor baru aktif setelah pukul 10.00 WIB. Perubahan jadwal ini berlaku sebagai respons terhadap rekayasa lalu lintas yang membuat pola perjalanan mengikuti kondisi di lapangan.
Selain menunggu layanan yang mulai lebih siang, pengguna yang memanfaatkan layanan pada rentang 05.00–10.00 WIB perlu mempertimbangkan kemungkinan rute dialihkan, layanan dipangkas, atau titik berhenti sementara berubah. Dengan memahami penyesuaian tersebut sejak awal, penumpang diharapkan dapat mengatur perjalanan agar tidak terlambat serta meminimalkan risiko salah arah sebelum tiba di tujuan.












