Daerah

Idah Syahidah Rusli Habibie Buka Program Pemagangan Dalam Negeri 2026

×

Idah Syahidah Rusli Habibie Buka Program Pemagangan Dalam Negeri 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wagub Gorontalo Buka Program Pemagangan Dalam Negeri 2026

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, membuka secara resmi Program Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2026 di Aula Kantor Inspektorat Provinsi Gorontalo, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Program ini juga diarahkan agar peluang penyerapan tenaga kerja semakin terbuka, sekaligus membantu menekan angka pengangguran.

Magang sebagai jalur membentuk kesiapan kerja

Dalam sambutannya, Idah menyampaikan bahwa Program Pemagangan Dalam Negeri merupakan ikon Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Idah turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya yang berawal dari mengikuti magang selama tiga bulan di sebuah rumah sakit. Ia menilai proses itu menjadi pintu yang mengantarkannya hingga akhirnya diterima sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Idah menjelaskan bahwa saat menjalani magang, ia tidak langsung berada pada posisi sebagai CPNS. Namun, ketika sudah berstatus CPNS, ia tetap dipercaya untuk menangani pelayanan Askes di rumah sakit tempat ia bekerja.

“Saya pernah magang selama tiga bulan di sebuah rumah sakit, sebelum menjadi ASN. Karena bekerja dengan baik dan dipercaya menangani pelayanan Askes, walaupun sudah berstatus CPNS kala itu, saya tetap dipercayakan bekerja di rumah sakit. Tapi akhirnya harus memilih dan saya melanjutkan karier sebagai ASN,” ujarnya.

Menurut Idah, pengalaman magang memegang peran penting dalam membentuk kemampuan teknis sekaligus karakter seseorang sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Dari proses tersebut, peserta dapat belajar menghadapi ritme kerja nyata dan membangun sikap profesional sejak awal.

Idah juga mengapresiasi perusahaan yang bersedia menjadi tempat pemagangan. Ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut bukan hanya memberi ruang latihan keterampilan, tetapi juga sarana berbagi ilmu kepada para peserta.

Ia kemudian berpesan agar peserta menjaga nama baik selama bekerja. Idah juga meminta peserta membangun kebersamaan dengan rekan kerja dan bekerja dengan sebaik-baiknya.

“Jaga nama baik di tempat kerja, bangun kebersamaan dengan rekan kerja, dan bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Kembangkan terus keterampilan yang dimiliki. Jadikan program magang ini sebagai ajang beradaptasi, belajar, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Penandatanganan berita acara dan penempatan peserta

Dalam rangkaian acara, penandatanganan berita acara dimulainya Program Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2026 dilakukan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan, ESDM, dan Transmigrasi. Penandatanganan juga melibatkan jajaran mitra perusahaan serta perwakilan peserta magang.

Wakil Gubernur Gorontalo hadir menyaksikan proses penandatanganan tersebut. Keterlibatan para pihak diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan perusahaan mitra dalam pelaksanaan program.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu, menyampaikan bahwa program tahun ini diikuti 781 pendaftar. Namun, karena efisiensi anggaran, hanya 90 peserta yang diterima untuk mengikuti program pemagangan.

Wardoyo menambahkan bahwa peserta yang diterima akan ditempatkan di 14 perusahaan mitra yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dengan demikian, kapasitas peserta dipadankan dengan kesiapan tempat pelaksanaan magang pada perusahaan mitra.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, perwakilan perusahaan mitra, serta seluruh peserta magang. Hadirnya pihak-pihak terkait menjadi penanda bahwa program dilaksanakan secara terkoordinasi dan melibatkan ekosistem ketenagakerjaan.

Dari rangkaian pembukaan tersebut, Idah menekankan bahwa program pemagangan menjadi ruang adaptasi yang membantu peserta mengenali ritme kerja di lingkungan nyata. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membangun sikap profesional, memperkuat kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, seleksi tahun ini dilakukan dari 781 pendaftar menjadi 90 peserta, mengikuti pertimbangan efisiensi anggaran. Seluruh peserta kemudian ditempatkan pada 14 perusahaan mitra yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, sehingga kapasitas program dapat disesuaikan dengan kesiapan tempat pelaksanaan magang.