jurnalistik.co.id – Juventus dikabarkan menyusun strategi darurat untuk menyehatkan kondisi finansial klub menjelang dibukanya bursa transfer musim panas. Kabar itu berangkat dari kebutuhan klub untuk mengamankan arus dana setelah musim berjalan membawa tekanan pada pendapatan.
Menurut laporan media Italia, manajemen Juventus menargetkan perolehan dana segar sedikitnya 50 juta euro, atau sekitar Rp 1 triliun, dari penjualan pemain sebelum akhir Juni mendatang. Langkah tersebut dipandang sebagai respons atas kegagalan mereka menembus kualifikasi Liga Champions pada akhir musim 2025-2026.
Gagal mencapai Liga Champions disebut akan berdampak signifikan terhadap pendapatan Juventus di kompetisi Serie A. Karena itu, restrukturisasi di internal klub kini diarahkan pada upaya menjaga stabilitas neraca keuangan dengan melakukan penyesuaian lewat sektor transfer.
Di bawah kendali CEO baru, Giovanni Carnevali, Juventus menjalankan pembenahan dalam manajemen skuad. Carnevali menggantikan Damien Comolli, dan perubahan peran di ruang pimpinan ini juga menjadi konteks yang ikut memengaruhi dinamika bursa transfer klub.
Spekulasi soal pergerakan pemain antarrival kemudian mulai mengemuka, terutama karena rekam jejak Carnevali yang dekat dengan petinggi Inter Milan, Beppe Marotta. Dalam iklim tersebut, pembicaraan mengenai kemungkinan pertukaran pemain antara dua rival abadi mulai disebut-sebut muncul ke permukaan.
Proyek penjualan pemain untuk menutup kebutuhan dana
Fokus utama Juventus pada tahap ini adalah mencairkan aset pemain agar kondisi keuangan tetap stabil. Berdasarkan laporan media Italia, setidaknya ada lima nama yang masuk dalam daftar jual untuk mengurangi beban serta mengamankan dana jelang penutupan jendela transfer.
Salah satu aset yang dinilai paling bernilai adalah Andrea Cambiaso. Bek sayap tersebut disebut menjadi komoditas panas di pasar transfer, dengan Inter Milan dikabarkan kembali menunjukkan ketertarikan terhadap pemain dimaksud.
Dalam skenario yang beredar, Juventus dilaporkan bersedia membuka pintu negosiasi kepada klub mana pun yang berani menyodorkan mahar sekitar 40 juta euro, atau setara Rp 826 miliar. Angka tersebut menjadi acuan yang menunjukkan nilai pasar Cambiaso di bursa musim panas kali ini.
Selain Cambiaso, Juventus juga disebut sedang berupaya merampungkan status permanen untuk Nicolas Gonzalez. Pemain ini sebelumnya menjalani musim dengan status pinjaman ke Atletico Madrid, sehingga perbincangan mengenai kelanjutan kontrak dinilai menjadi agenda yang terus bergerak menjelang bursa.
Meski klausul pembelian wajib tidak aktif, Atletico tetap disebut berminat untuk melanjutkan negosiasi. Tawaran yang disebut bergerak berada di kisaran 25 juta euro, dalam upaya mencapai kesepakatan terkait masa depan Gonzalez.
Nama lain yang ikut masuk dalam daftar pelepasan adalah Douglas Luiz dan Arthur Melo. Keduanya disebut termasuk dalam proyeksi untuk dilepas guna menghindari kerugian modal, sehingga Juventus berupaya melakukan tindakan efisiensi sesuai kebutuhan finansial.
Sementara itu, untuk Arthur Melo, klub disebut mematok harga 10 juta euro, atau sekitar Rp 206,5 miliar. Harga tersebut disebut diharapkan bisa dipenuhi oleh Gremio, yang kemudian menjadi tujuan potensial dalam pembicaraan pelepasan pemain.
Talenta muda juga dipertimbangkan untuk dijual
Di luar nama-nama yang lebih menjadi perhatian utama, Juventus juga menaruh perhatian pada talenta muda Fabio Miretti. Pemain jebolan akademi ini dinilai menjadi objek penjualan potensial di bursa, khususnya apabila tawaran yang masuk sesuai harapan finansial klub.
Manajemen Juventus dikabarkan terbuka terhadap tawaran di angka 15 juta euro, atau setara Rp 309,8 miliar, untuk melepas Miretti. Dengan skema tersebut, Juventus mencoba memadukan pelepasan aset bernilai dan penyesuaian skuad agar tetap berada pada jalur perbaikan kondisi keuangan.
Di tengah dinamika bursa transfer, arah langkah Juventus tampak menempatkan sektor pencairan aset sebagai prioritas. Kebijakan ini menegaskan bahwa proses negosiasi tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan target dana sebelum akhir Juni.
Dengan perubahan kepemimpinan yang melibatkan CEO baru Giovanni Carnevali, klub juga disebut menjalankan proyek restrukturisasi yang lebih terarah. Spekulasi mengenai kemungkinan hubungan transfer dengan pihak-pihak tertentu di luar klub kemudian menjadi bagian dari lanskap yang mengiringi jalannya negosiasi.
Pada akhirnya, seluruh daftar nama yang disebut—Cambiaso, Nicolas Gonzalez, Douglas Luiz, Arthur Melo, serta Fabio Miretti—bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu memastikan Juventus tetap dapat menjaga stabilitas finansial menjelang musim berikutnya. Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi cara klub merespons tekanan pendapatan setelah kegagalan menembus kualifikasi Liga Champions.












