Hukum & Kriminal

Akhir Juli 2026, Kejagung Rotasi 90 Kajari: Jakarta Barat hingga Semarang Berganti Kepala

×

Akhir Juli 2026, Kejagung Rotasi 90 Kajari: Jakarta Barat hingga Semarang Berganti Kepala

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kejagung Mutasi 90 Kajari Akhir Juli 2026, Jakbar hingga Semarang Berganti Pimpinan

jurnalistik.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan rotasi besar-besaran terhadap jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) menjelang akhir Juli 2026. Mutasi tersebut menugaskan 90 Kajari untuk mengisi posisi baru di berbagai daerah.

Penugasan itu tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-10122/C/07/2026 tertanggal 29 Juli 2026. Surat keputusan tersebut ditandatangani Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Hendro Dewanto atas nama Jaksa Agung RI.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan rotasi Kajari merupakan bagian dari promosi. Menurutnya, mutasi juga dimaksudkan sebagai penyegaran organisasi agar kualitas pelayanan serta penegakan hukum kepada masyarakat terus meningkat.

“Ini proses mutasi bagian promosi dan penyegaran organisasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat,” kata Anang Supriatna dilansir dari Antara.

Dalam mutasi kali ini, Arief Indra Kusuma Adhi dipercaya menjabat sebagai Kajari Jakarta Barat menggantikan Nurul Wahida Rifal. Sementara itu, Nurul Wahida Rifal mendapat penugasan baru sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta.

Berikut sejumlah nama yang dalam pemberitaan disebut dimutasi menjadi Kajari pada akhir Juli 2026: Yudhi Kurniawan sebagai Kajari Purwakarta, Hary Palar sebagai Kajari Paser, Agus Wirawan Eko Saputro sebagai Kajari Kota Bogor, Agustinus Baka Tangdililing sebagai Kajari Kota Magelang, Shinta Ayu Dewi sebagai Kajari Gunung Kidul, Kusufi Esti Ridliani sebagai Kajari Karangasem, I Wayan Sumertayasa sebagai Kajari Badung, Sunandar Pramono sebagai Kajari Tanggamus, dan Ahmad Latupono sebagai Kajari Jayawijaya.

Daftar penugasan berlanjut dengan Romy Arizyanto sebagai Kajari Jambi, Akwan Anas sebagai Kajari Samosir, Ariyanto Novindra sebagai Kajari Sumba Timur, Muib sebagai Kajari Bantul, Andre sebagai Kajari Kuantan Singingi, Denny Iswanto sebagai Kajari Seruyan, Winro Tumpal Halomoan Haro Munthe sebagai Kajari Kabupaten Bogor, Neneng Rahmadini sebagai Kajari Cimahi, Ricky Parlin Jahyamanda sebagai Kajari Metro, Suseno sebagai Kajari Pasuruan, Sundoro Adi sebagai Kajari Tanjung Pinang, dan Naungan Harahap sebagai Kajari Tapanuli Utara.

Penugasan berikutnya mencakup Nurdin sebagai Kajari Morowali, Arief Indra Kusuma Adhi sebagai Kajari Jakarta Barat, Heberth Pesta Hutapea sebagai Kajari Tarakan, Didik Haryanto sebagai Kajari Maluku Tengah, Aditya Rakatama sebagai Kajari Tangerang Selatan, Jainah sebagai Kajari Hulu Sungai Tengah, Ivan Hebron Siahaan sebagai Kajari Kaur, Heru Kamarullah sebagai Kajari Ciamis, Andi Rio Rahmat Rahmatu sebagai Kajari Bima, Suci Wijayanti sebagai Kajari Cianjur, Ibnu Firman Ide Amin sebagai Kajari Lampung Selatan, Ali Toatubun sebagai Kajari Toli-Toli.

Mutasi juga menyebutkan Salomina Meyke Saliama sebagai Kajari Kendal, Muhammad Ruslan sebagai Kajari Jembrana, Asep Sunarsa sebagai Kajari Landak, Rajendra Dharmalingga Wiritanaya sebagai Kajari Pidie, Erianto sebagai Kajari Kota Banjar, Aji Kalbu Pribadi sebagai Kajari Kutai Kartanegara, Muchsin sebagai Kajari Banjarmasin, Andri Kurniawan sebagai Kajari Yogyakarta, Regie Komara NA sebagai Kajari Majalengka, Andi Herman sebagai Kajari Buol, dan Anggara Suryanagara sebagai Kajari Tanjung Perak.

Selanjutnya, Denny Wicaksono sebagai Kajari Tabalong, Andhy Hermawan Bolifaar sebagai Kajari Karimun, Ratih Andrawina Suminar sebagai Kajari Batang, Rizky Fachrurrozi sebagai Kajari Indragiri Hulu, David Razi sebagai Kajari Tojo Una-Una, Andi Reny Rummana sebagai Kajari Grobogan, Ikram Mhd Saleh sebagai Kajari Donggala, Dinar Kripsiaji sebagai Kajari Sleman, Putri Ayu Wulandari sebagai Kajari Kulon Progo, Bayu Novrian Dinata sebagai Kajari Lombok Tengah, Diana Wahyu Widiyanti sebagai Kajari Kota Bekasi, dan Muhammad Yuris Rawando sebagai Kajari Nabire.

Pada bagian lain, Johannes Harysuandy Siregar sebagai Kajari Indragiri Hilir, Arif Mirra Kanahau sebagai Kajari Belu, Andi Helmi Adam sebagai Kajari Bulungan, Mohtar Arifin sebagai Kajari Bombana, Agus Chandra sebagai Kajari Kabupaten Cirebon, Taruli Phalti Patuan sebagai Kajari Purbalingga, Agung Pamungkas sebagai Kajari Kotabaru, Mahfuddin Cakra Saputra sebagai Kajari Sumbawa Barat, Mohamad Rohmadi sebagai Kajari Bojonegoro, Lapatawe sebagai Kajari Palu, Rio Aditya Arifiansyah sebagai Kajari Wajo, Agita Tri Moertjahjanto sebagai Kajari Sibolga, serta Agus Rujito sebagai Kajari Kota Semarang.

Di antara penugasan yang disebut berikutnya adalah Abdurrachman sebagai Kajari Karanganyar, Alfian Bombing sebagai Kajari Tebo, Yosef Umbu Hina Marawali sebagai Kajari Timor Tengah Selatan, Ade Indrawan sebagai Kajari Bengkalis, Edwin Ignatius Beslar sebagai Kajari Kotawaringin Timur, Andi Fitriana sebagai Kajari Kepulauan Talaud, Marlambson Carel Williams sebagai Kajari Pekanbaru, Nanang Dwi Priharyadi sebagai Kajari Batubara, Adief Swandaru sebagai Kajari Pulang Pisau, Mohammad Nasir sebagai Kajari Palembang.