Olahraga

Chelsea Rekrut Morgan Rogers Senilai £117 Juta: Terobosan Xabi Alonso Usai Kejut Bursa

×

Chelsea Rekrut Morgan Rogers Senilai £117 Juta: Terobosan Xabi Alonso Usai Kejut Bursa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: What will £117m Morgan Rogers bring to Xabi Alonso's Chelsea

jurnalistik.co.id – Chelsea baru saja mengunci kedatangan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai sekitar £117 juta—sebuah langkah yang membuat bursa transfer terasa “meledak” dalam waktu singkat.

Langkah itu berawal dari momen Rogers kembali dari Amerika Serikat setelah tampil bersama Inggris di Piala Dunia. Setelah menjalani pemeriksaan medis di London, ia menandatangani kontrak berdurasi enam tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Meski sempat diperkirakan Rogers hanya akan dilepas dengan rekor biaya transfer domestik Inggris, prosesnya ternyata tidak berjalan sesuai perkiraan awal. Banyak pihak menempatkan Arsenal sebagai kandidat utama, tetapi Chelsea justru menunjukkan kecepatan eksekusi yang mengejutkan.

Menurut narasi negosiasi yang berkembang, Chelsea sudah memantau Rogers lebih dari dua tahun dan menjadikannya target utama lini serang. Dorongan untuk bergerak lebih cepat muncul setelah kekalahan semi-final Inggris dari Argentina, saat klub ingin memusatkan fokus pada Piala Dunia—sebelum kemudian mempercepat pembahasan begitu kompetisi bergulir memasuki fase berikutnya.

Kesepakatan kemudian ditopang oleh kerja kolektif lintas lapisan klub. Upaya pada tahap akhir melibatkan direktur olahraga, pelatih kepala Xabi Alonso, hingga co-owner Behdad Eghbali.

Di tengah situasi itu, Reece James juga turut menyampaikan kepentingan klub dari dalam kamp Inggris. Pihak-pihak yang dekat dengan proses menyebut Cole Palmer memahami perkembangan tersebut, sejalan dengan ungkapan Rogers bahwa Palmer adalah “salah satu sahabat terbaik dalam hidupnya”.

Operasi transfer ini dirancang rapi hingga hasil akhirnya tercapai dalam tempo kurang dari 48 jam untuk menyelesaikan tanda tangan. Bahkan, hubungan yang kuat antara Eghbali dengan pemilik Aston Villa, Nassef Sawiris, disebut menjadi fondasi penting yang membuat negosiasi berjalan mulus.

Kesepakatan tuntas pada Sabtu sore, tak lama sebelum Rogers turun sebagai bagian dari momen kemenangan medali perunggu Inggris atas Prancis. Setelah deal disetujui, Arsenal sempat ditawari kesempatan untuk menyamai penawaran, tetapi mereka kemudian memberi respons bahwa mereka tetap berkomitmen pada valuasi yang lebih rendah.

Dengan demikian, Chelsea memperoleh jalan untuk mengamankan Rogers dengan persyaratan yang sudah disepakati. Ke depan, klub juga menyiapkan alternatif target seperti Bradley Barcola dari Paris St-Germain dan Junior Kroupi dari Bournemouth.

Menariknya, langkah ini juga menunjukkan perubahan arah strategi transfer. Sebelumnya, Chelsea sempat berbicara dengan Villa terkait peluang kesepakatan pada periode “Profit and Sustainability swaps” di 2024, termasuk eksplorasi skenario yang mengaitkan Nicolas Jackson dengan manajer lamanya Unai Emery.

Namun, sebelum rute itu mengambil bentuk, beberapa pergerakan lain terjadi: Ian Maatsen pindah ke Villa Park, sementara Omari Kellyman masuk ke Chelsea. Kini, Chelsea mengirim sinyal bahwa kebutuhan tim sudah bergeser menuju penambahan pemain yang lebih siap pakai pada fase proyek.

Di wawancara pada April, Eghbali menekankan bahwa Chelsea perlu “menambah lebih banyak pemain yang sudah siap sedia” untuk membawa proyek ke level berikutnya. Ia juga menyebut pendekatan itu sebagai proses “menyesuaikan model, memperbaiki, dan belajar dari kesalahan”.

Peran Rogers di Chelsea

Secara transisi, Rogers punya keuntungan karena ia sudah mengenal sejumlah wajah di Chelsea lewat jalur tim nasional Inggris. Ia mengetahui Levi Colwill dan Reece James dari pengalaman yang sama, sementara Tosin Adarabioyo, Jamie Gittens, Romeo Lavia, serta Liam Delap juga datang dari sistem akademi Manchester City.

Jejaring pemain-pemain Inggris itu membentuk bagian besar kelompok kepemimpinan klub, berdampingan dengan Enzo Fernandez dan Moises Caicedo. Meski begitu, pertanyaan yang paling menentukan tetap satu: bagaimana Rogers menyatu di struktur permainan.

Kontur itu menjadi lebih spesifik karena Palmer memiliki karakter yang relatif serupa. Rogers disebut bisa berperan untuk menyeimbangkan tugas kreatif sekaligus ancaman di area akhir, tetapi penataan posisi akan sangat memengaruhi dinamika tim.

Salah satu proyeksi yang muncul adalah Rogers akan lebih sering ditempatkan di sisi kiri, sementara Palmer bergerak sebagai poros kreatif di tengah sebagai number 10. Dengan skema itu, pemain seperti Estevao Willian, Pedro Neto, serta rekrutan baru Geovany Quenda berkompetisi untuk ruang di kanan.

Jamie Gittens lalu berpotensi menjadi opsi pendamping (understudy) yang menjaga kedalaman skuad. Dari sisi formasi, Chelsea kemungkinan tetap memainkan back four pada beberapa kesempatan, tetapi klub juga sedang mengeksplorasi back-three.

Eksperimen back-three ini memiliki alasan karena Alonso pernah meraih dampak besar saat memakai skema serupa bersama Bayer Leverkusen yang menjuarai Bundesliga pada 2024. Konfigurasi tersebut diyakini dapat membuka ruang agar Palmer dan Rogers tampil bersamaan sebagai dua number 10, sementara sayap dituntut menjalankan peran wing-back yang lebih dalam.

Alonso sendiri dikabarkan mempertimbangkan sejumlah opsi taktis sebelum musim mulai, sehingga kedatangan Rogers bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga soal variasi rencana permainan.

Dalam konteks performa, Chelsea juga membutuhkan daya tembak tambahan setelah musim lalu mengalami beberapa masalah. Salah satu momen paling sulit adalah rentetan lima pertandingan tanpa gol di bawah pelatih sebelumnya Liam Rosenior, yang akhirnya berujung pada pemecatannya.

Di sisi lain, Rogers memberi kontribusi yang jelas. Ia mencetak 14 gol dan menyumbang 12 assist dalam 55 penampilan musim lalu, angka yang diharapkan menambah intensitas serangan Chelsea.

Jika melihat komposisi skuad secara lebih luas, Chelsea berada pada persimpangan antara kebutuhan memperkuat dan kebutuhan memangkas. Apabila Alejandro Garnacho memang dijual sesuai rencana, klub akan memiliki enam opsi pemain penyerang untuk berebut tiga posisi forward pada musim yang tidak diwarnai pertandingan Eropa.

Selain itu, Chelsea tercatat memiliki lima striker senior dalam daftar mereka: Joao Pedro, Nicolas Jackson, Liam Delap, Emmanuel Emegha, dan Marc Guiu. Dengan hasil akhir musim lalu yang menempatkan Chelsea di peringkat kesepuluh, kebutuhan untuk merampingkan skuad menjadi semakin penting, terutama jika tim mampu mencapai kedua final turnamen domestik.

Dalam skenario itu, Chelsea maksimal akan memainkan 51 pertandingan, sehingga rotasi akan menentukan kualitas performa sepanjang musim.

Uang transfer dan konsekuensi aturan finansial

Langkah £117 juta bukan sekadar cara “membeli pemain”, tetapi juga terkait kebutuhan agar pembukuan tetap seimbang. Chelsea tetap harus menjual atau setidaknya melepas pemain agar neraca klub terjaga, mengingat nilai transfer ini datang di atas pengeluaran lain yang sudah berjalan.

Biaya itu hadir setelah Chelsea mengucurkan £47 juta untuk mendatangkan Marco Palestra dari Atalanta. Di waktu yang sama, ada juga kemungkinan kedatangan bek Pep Chavarria dari Rayo Vallecano dan Maxence Lacroix dari Crystal Palace.

Di lini tengah, Valentin Barco juga disebut diharapkan bergabung dari Strasbourg, meski kesepakatan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi. Dengan kombinasi belanja yang meningkat, Chelsea perlu menjaga agar arus kas dan kepatuhan regulasi tidak terganggu.

Musim lalu, Chelsea bahkan membutuhkan penjualan pemain senilai rekor liga £300 juta agar bisa memenuhi aturan keuangan Premier League. Aturan itu akan bergeser dari pendekatan Financial Fair Play menuju model rasio biaya skuad pada musim panas ini.

Namun hambatan terbesar justru datang dari UEFA. Chelsea dikenai denda £26,7 juta karena pelanggaran aturan musim panas lalu, sementara Villa juga menerima sanksi yang membuat Rogers akhirnya dijual. Tahun ini, Chelsea kembali ditemukan melanggar regulasi sepak bola Eropa, tetapi gambaran finansial membaik sehingga denda yang dijatuhkan hanya £2,6 juta.

Mayoritas nilai denda tersebut bisa dicoret jika klub terus menunjukkan perbaikan finansial. Dengan lima rekrutan diperkirakan masuk pada musim panas ini, Chelsea kemungkinan harus menjual atau meminjamkan setidaknya selusin pemain dari 37 opsi senior yang mereka miliki.

Targetnya bukan hanya mengurangi jumlah, tetapi juga menghasilkan pemasukan maksimal. Sejauh ini, Chelsea sudah melepas Marc Cucurella ke Real Madrid, Andrey Santos ke Manchester United, Tyrique George ke Everton, serta Jimmy-Jay Morgan ke West Bromwich Albion dengan total nilai lebih dari £120 juta.

Ketergantungan pada pendapatan dari transfer juga semakin nyata bagi Chelsea. Mereka tertinggal dari rival tradisional “big-six” dalam pendapatan komersial dan matchday, serta berada di belakang dari sisi pendapatan siaran karena gagal tampil di Liga Champions pada tiga dari empat musim terakhir.

Dalam konteks itulah, rekrutmen Rogers menjadi bagian dari paket yang lebih besar: membangun kualitas tim sekaligus menata ulang keseimbangan antara performa lapangan dan kelayakan finansial di atas kertas.