Hukum & Kriminal

Dirbinmas Tutup Diksar Satpam Gada Pratama, 64 Peserta Dibekali Kompetensi Pengamanan

×

Dirbinmas Tutup Diksar Satpam Gada Pratama, 64 Peserta Dibekali Kompetensi Pengamanan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polda Gorontalo Bekali 64 Peserta Diksar Satpam Gada Pratama dengan Kompetensi Pengamanan

jurnalistik.co.id – Upacara penutupan Pendidikan Dasar Satpam Gada Pratama resmi digelar di Asrama Haji Kota Gorontalo pada Sabtu, 26/7/2026. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendidikan bagi peserta yang telah mengikuti proses pelatihan.

Dirbinmas Polda Gorontalo, Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil, S.I.K., M.M., tampil memimpin jalannya upacara. Seluruh peserta, berjumlah 64 orang, mengikuti kegiatan hingga sesi penutupan berlangsung.

Menurut penyelenggaraan kegiatan, seluruh peserta tercatat hadir pada upacara tersebut. Kehadiran para peserta menjadi bagian penting karena pendidikan yang ditempuh menuntut konsistensi selama masa pelatihan.

Pelaksanaan Diksar Satpam Gada Pratama diarahkan untuk membekali personel satuan pengamanan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar. Materi dasar itu dimaksudkan agar peserta memiliki bekal yang jelas dalam menghadapi tugas di lapangan.

Dalam pendidikan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung sesuai kebutuhan tugas. Pembinaan ditujukan agar para satpam memiliki dasar kemampuan yang kuat sebelum menjalankan peran pengamanan.

Melalui rangkaian pendidikan yang telah ditempuh, para peserta diharapkan mampu bekerja secara profesional. Pola kerja yang profesional tersebut dibangun melalui pembiasaan sikap serta pemahaman tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.

Selain profesionalisme, kedisiplinan menjadi poin yang ditekankan dalam proses pendidikan. Peserta dibentuk untuk menjalankan ketentuan dan prosedur secara tertib, sehingga pelaksanaan pengamanan berjalan sesuai standar.

Di sisi tanggung jawab, peserta juga diarahkan agar mampu bersikap bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Tanggung jawab ini mencakup kesiapan mengambil peran ketika dibutuhkan serta menjaga kualitas pelayanan pengamanan.

Dengan bekal kompetensi yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. Kontribusi tersebut diharapkan terasa di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Upacara penutupan Diksar menjadi momentum bagi peserta untuk menegaskan kembali komitmen mereka setelah menuntaskan tahapan pendidikan. Pada tahap ini, peserta membawa hasil pembelajaran sebagai modal awal dalam pelaksanaan tugas berikutnya.

Setelah pendidikan selesai, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan. Implementasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, melainkan benar-benar dipraktikkan saat mereka bertugas.

Pendekatan pembinaan yang ditempuh dalam Diksar Satpam Gada Pratama juga dimaksudkan agar peserta siap menghadapi dinamika tugas di lapangan. Dengan dasar yang kuat, diharapkan setiap langkah pengamanan dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan sesuai kebutuhan.

Penutupan pendidikan ini sekaligus menegaskan peran satuan pengamanan dalam menjaga ketertiban. Peserta yang telah dibekali kompetensi diarahkan untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman melalui pelaksanaan tugas yang tertib.

Dengan berakhirnya pendidikan, harapan penyelenggara adalah agar para peserta mampu menjalankan tugas sebagai satuan pengamanan secara disiplin dan bertanggung jawab. Kompetensi yang ditanamkan selama pelatihan diharapkan menjadi landasan dalam kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Semua rangkaian kegiatan pada upacara penutupan telah menunjukkan keseriusan proses pendidikan yang diikuti 64 peserta. Kepemimpinan Dirbinmas Polda Gorontalo, Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil, S.I.K., M.M., menjadi penegasan bahwa pendidikan ini memiliki arah yang jelas: membentuk satpam yang siap mengabdi dengan kompetensi yang diperoleh.

Usai sesi penutupan, peserta diposisikan memasuki fase berikutnya, yakni menerapkan bekal yang telah didapatkan selama pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan dasar yang diterima diharapkan menjadi pedoman saat menjalankan fungsi pengamanan di tempat tugas.

Selama pendidikan berlangsung, pembinaan diarahkan agar peserta membangun kebiasaan bekerja sesuai ketentuan. Dengan cara tersebut, pelaksanaan pengamanan tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga didukung oleh sikap disiplin serta tanggung jawab yang konsisten.

Para peserta juga diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan pengamanan melalui penerapan langkah yang terencana. Bekal kompetensi yang menjadi hasil akhir dari Diksar ini diharapkan memberi dampak nyata dalam menciptakan kondisi aman dan tertib di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.