Daerah

Gotong Royong Hari Kesepuluh di Isimu Raya, Brimob Gorontalo dan Warga Terus Cor Lubang Jalan

×

Gotong Royong Hari Kesepuluh di Isimu Raya, Brimob Gorontalo dan Warga Terus Cor Lubang Jalan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hari Ke-10 Gotong Royong, Brimob Gorontalo dan Warga Lanjutkan Pengecoran Titik Jalan Berlubang di Desa Isimu Raya

jurnalistik.co.id – Kamis, 23/7/2026, pelaksanaan gotong royong perbaikan jalan di Desa Isimu Raya, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo memasuki hari kesepuluh. Kegiatan ini kembali melibatkan personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo bersama warga setempat untuk melanjutkan pengecoran pada titik-titik yang masih mengalami kerusakan.

Setelah beberapa ruas jalan dikerjakan pada hari-hari sebelumnya, fokus kegiatan kini diarahkan pada bagian lain yang membutuhkan penanganan lanjutan. Lubang-lubang jalan yang belum tuntas menjadi prioritas agar akses warga dapat dilalui dengan lebih aman dan nyaman.

Sejak pagi hari, kerja kolektif berlangsung dengan menyiapkan kebutuhan material terlebih dahulu. Warga dan personel Brimob menyiapkan semen, pasir, batu, serta air, kemudian menyiapkan area kerja sebelum proses pengecoran dimulai.

Rangkaian pekerjaan dilakukan secara bertahap dan dikerjakan secara swadaya. Mulai dari membersihkan lubang jalan, menyusun material, mengaduk campuran beton, hingga melaksanakan pengecoran pada titik yang telah ditentukan.

Kolaborasi yang sudah terbentuk selama sepuluh hari menjadi energi utama dalam kegiatan tersebut. Peran warga tidak hanya sebagai tenaga bantuan, melainkan juga ikut menyediakan peralatan yang dibutuhkan di lapangan.

Selain membantu proses pengerjaan, warga juga turut berperan dalam memastikan distribusi material berjalan lancar. Pengaturan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung dilakukan agar proses pengecoran tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan di sekitar area kegiatan.

Meski sejumlah bagian telah selesai dicor, pekerjaan belum sepenuhnya berakhir. Masih terdapat titik-titik berlubang yang menjadi sasaran berikutnya, sehingga penyelesaian dilakukan secara berurutan sesuai kondisi di lapangan.

Personel Brimob bersama masyarakat berkomitmen menuntaskan seluruh titik kerusakan secara bertahap. Harapannya, pada tahap lanjutan nanti kondisi jalan dapat lebih layak digunakan, tidak hanya untuk kebutuhan mobilitas harian, tetapi juga untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa perbaikan dilakukan bertahap karena masih ada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

“Perbaikan jalan ini kami lakukan secara bertahap karena masih terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan bersama masyarakat, kami optimistis seluruh ruas jalan yang berlubang dapat diselesaikan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Sinergi seperti inilah yang terus kami bangun sebagai wujud pengabdian Brimob kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K.

Memasuki hari kesepuluh, kegiatan ini terus menunjukkan bahwa kepedulian dan kerja sama dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Tahap pengecoran yang sedang berjalan diharapkan menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi jalan kian mantap dan tidak menimbulkan kendala berarti bagi pengguna.

Dari sisi pelaksanaan di lapangan, keterlibatan berbagai pihak terlihat mulai dari kesiapan material hingga pendampingan saat pengecoran berlangsung. Upaya tersebut dilakukan agar setiap titik pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan keselamatan kerja tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.

Dengan proses yang kini terus dilanjutkan, seluruh rangkaian pengecoran diharapkan segera mencapai tahap penyelesaian. Pada akhirnya, akses transportasi masyarakat Desa Isimu Raya diharapkan menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman sehingga aktivitas sehari-hari warga dapat berjalan lebih optimal.

Pelaksanaan di lapangan juga ditopang oleh pengaturan kerja yang disiplin. Sebelum campuran beton dituangkan, area yang ditangani disiapkan dengan lebih rapi agar proses pengisian berjalan terarah. Hal ini dilakukan bersama warga dan personel agar pekerjaan tetap efektif, serta keselamatan para pekerja tetap menjadi prioritas selama aktivitas berlangsung.

Dengan berlanjutnya tahapan pengecoran, harapan utamanya adalah berkurangnya hambatan akibat jalan yang masih rusak. Perbaikan yang dikerjakan secara berurutan memberi kesempatan pengguna jalan untuk tetap melintas dengan pengaturan yang disepakati di sekitar lokasi. Upaya ini sekaligus memperkuat rasa saling percaya antara Brimob dan masyarakat, karena perubahan jalan dirasakan langsung oleh warga.