Olahraga

Gubernur Gusnar Puji Pantai Bolihutuo sebagai Tuan Rumah Forprov ke-II KORMI Gorontalo

×

Gubernur Gusnar Puji Pantai Bolihutuo sebagai Tuan Rumah Forprov ke-II KORMI Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur Gusnar Apresiasi Pantai Bolihutuo Jadi Lokasi Forprov ke-II KORMI

jurnalistik.co.id – Gubernur Gusnar Ismail memuji Pantai Bolihutuo sebagai lokasi pelaksanaan Forprov ke-II KORMI Provinsi Gorontalo di Kabupaten Boalemo.

Gusnar menyampaikan apresiasi itu saat memberikan sambutan pada pembukaan Forprov ke-II KORMI yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026.

Dalam sambutannya, ia menilai penyelenggara telah memilih tempat yang selaras dengan tujuan kegiatan, yakni menggabungkan aktivitas olahraga dan daya tarik wisata yang dimiliki daerah.

Pantai Bolihutuo disebut memiliki pasir putih serta keindahan alam di sekitarnya. Pemerintah daerah menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat sport tourism atau olahraga wisata.

Pendekatan ini, menurut Gusnar, memberi ruang agar pariwisata bergerak bersamaan dengan olahraga. Kegiatan pariwisata yang diintegrasikan dengan olahraga diharapkan dapat menambah jumlah kunjungan wisata.

Dari peningkatan kunjungan itu, dampak lanjutan yang dituju adalah bertumbuhnya pendapatan asli daerah. Selain itu, ekonomi lokal juga diharapkan ikut tergerak melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gusnar menegaskan bahwa aktivitas olahraga dan suasana destinasi dapat dinikmati secara bersamaan oleh peserta maupun pengunjung di lokasi kegiatan.

“Sangat tepat kegiatan ini diadakan di Pantai Bolihutuo. Sambil berolahraga kita juga bisa menikmati keindahan destinasi wisata ditambah berbagai camilan UMKM. Sehingga secara bersamaan pariwisata dan ekonomi masyarakat tumbuh,” kata Gusnar saat membuka Forprov ke-II KORMI Provinsi Gorontalo, Jumat (24/7/2026).

Sport tourism sebagai pengungkit ekonomi

Selain mengapresiasi lokasi, Gusnar juga mendorong komunitas olahraga di Gorontalo untuk terus mendukung pengembangan wisata olahraga.

Ia menilai pengembangan wisata olahraga tidak hanya menyangkut aspek destinasi, tetapi juga menyentuh peluang ekonomi yang tercipta ketika kegiatan ramai dihadiri banyak orang.

Menurut Gusnar, setiap ajang olahraga yang menghadirkan banyak peserta dan penonton akan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menjual produknya. Hal itu berpotensi memperkuat pergerakan ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.

“Kegiatan KORMI itu pasti ramai, banyak yang hadir. Di situ pasti ada aktivitas para pelaku UMKM sehingga dampaknya terhadap pergerakan ekonomi cukup besar,” ujarnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Gusnar menempatkan kegiatan olahraga sebagai ruang kolaborasi yang dapat mendorong ekosistem ekonomi masyarakat, termasuk para pelaku usaha kecil.

Diikuti ratusan peserta dan menjadi seleksi

Forprov ke-II KORMI Provinsi Gorontalo diikuti oleh 1.723 pegiat dari 22 induk organisasi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026.

Gusnar memandang Forprov sebagai sarana seleksi pegiat olahraga yang akan mewakili Provinsi Gorontalo pada Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) tahun 2027.

Fornas 2027 sendiri direncanakan digelar di Sulawesi Tengah. Karena itu, rangkaian seleksi di tingkat provinsi menjadi bagian penting untuk menentukan kesiapan para pegiat sebelum melangkah ke jenjang nasional.

Melalui pelaksanaan Forprov yang memadukan olahraga dan potensi destinasi, Gusnar menekankan agar kegiatan tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dengan memilih Pantai Bolihutuo sebagai pusat sport tourism, penyelenggaraan Forprov ke-II KORMI diarahkan untuk mempertemukan semangat olahraga dengan peluang peningkatan kunjungan wisata serta pergerakan ekonomi lokal melalui UMKM.

Dalam uraian sambutan itu, Gusnar Ismail menilai pemilihan Pantai Bolihutuo tidak sekadar sebagai tempat pelaksanaan, melainkan juga memperhatikan karakter destinasi yang menawarkan hamparan pasir putih dan panorama alam di sekelilingnya.

Ia berharap, ketika kegiatan olahraga berlangsung di kawasan wisata, peserta dan pengunjung tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga merasakan langsung suasana destinasi. Dengan begitu, interaksi yang tercipta selama agenda Forprov dapat menjadi penggerak ekonomi di sekitar lokasi.

Selain membawa semangat kompetisi, Gusnar menempatkan Forprov ke-II KORMI sebagai momentum yang membuka peluang transaksi di tingkat lokal. Kehadiran banyak orang, baik dari kalangan pegiat maupun penonton, diharapkan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut merasakan dampak positif kegiatan.