jurnalistik.co.id – Dirbinmas Polda Gorontalo, Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil, S.I.K., M.M., memimpin upacara penutupan Diksar Satpam Gada Pratama di Asrama Haji Kota Gorontalo pada Sabtu (26/7/2026).
Pelaksanaan Diksar Satpam Gada Pratama Regu 2 dinyatakan resmi berakhir melalui rangkaian penutupan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil bertindak sebagai pemimpin upacara, sekaligus menjadi bagian dari penegasan bahwa pendidikan yang dijalani para peserta diarahkan pada pembentukan kemampuan di lapangan.
Upacara penutupan digelar di Asrama Haji Kota Gorontalo, sesuai agenda yang telah ditetapkan untuk menandai tahap akhir pendidikan dan pelatihan.
Kegiatan diikuti sebanyak 64 peserta dan seluruh peserta dinyatakan hadir lengkap, sehingga proses penutupan berjalan dengan tertib.
Penutupan Diksar ini menjadi penanda bahwa peserta telah menuntaskan rangkaian pembelajaran yang berlangsung selama periode pendidikan dan pelatihan.
Materi yang diberikan dalam Diksar tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan peserta, sekaligus memperkuat keterampilan yang diperlukan saat menjalankan tugas pengamanan.
Selain aspek teknis, pendidikan juga menekankan kesiapsiagaan, agar para peserta memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi dinamika tugas di lingkungan kerja.
Melalui proses pendidikan dan pelatihan, peserta diharapkan memahami cara menjalankan tugas sebagai satuan pengamanan secara lebih profesional.
Penekanan pada sikap disiplin juga menjadi bagian penting yang terus ditanamkan selama pendidikan, sehingga saat memasuki tahapan tugas, para peserta membawa bekal kedisiplinan yang terukur.
Di sisi lain, aspek tanggung jawab disebutkan sebagai karakter yang perlu melekat pada setiap personel satuan pengamanan.
Dengan begitu, pelaksanaan tugas pengamanan tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga pada komitmen untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Berita Terkait
Pola pembinaan dalam Diksar Satpam Gada Pratama juga menempatkan sikap humanis sebagai bagian dari standar perilaku dalam memberikan pelayanan.
Para peserta didorong agar mampu mengedepankan pendekatan yang manusiawi ketika berinteraksi, sekaligus tetap menjaga profesionalitas dalam pelaksanaan pengamanan.
Dalam konteks tugas di lingkungan kerja masing-masing, sikap humanis tersebut diharapkan dapat membangun relasi yang lebih baik dan mendukung terciptanya situasi yang aman.
Upacara penutupan menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan yang telah dijalani bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi proses pembekalan yang berkelanjutan hingga siap menjalankan peran.
Rangkaian penutupan juga memperlihatkan adanya perhatian pada kelengkapan peserta, yang terlihat dari ketercapaian jumlah 64 peserta hadir lengkap selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran seluruh peserta pada penutupan menjadi indikator bahwa tahapan pendidikan dapat diselesaikan secara utuh, mulai dari proses pembelajaran hingga akhir kegiatan.
Dalam arahannya, pimpinan upacara menekankan bahwa peserta perlu membawa bekal peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan untuk diaplikasikan setelah pendidikan selesai.
Dengan demikian, saat mulai menjalankan tugas, peserta diharapkan mampu menjalankan peran pengamanan secara disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan yang mengedepankan sikap humanis.
Penutupan Diksar ini sekaligus menegaskan kesiapan personel dalam menghadapi kebutuhan pengamanan di lingkungan masing-masing melalui kemampuan yang telah dibentuk selama pendidikan.
Di akhir kegiatan, upacara penutupan menutup seluruh rangkaian pelaksanaan Diksar Satpam Gada Pratama Regu 2 yang digelar di Asrama Haji Kota Gorontalo, pada Sabtu (26/7/2026), dengan 64 peserta hadir lengkap di bawah pimpinan Kombes Pol Imet Chaerudin Tamsil.
Melalui rangkaian penutupan tersebut, seluruh tahapan Diksar pada Regu 2 diposisikan sebagai bagian akhir dari pembekalan, sehingga apa yang dipelajari tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, melainkan diterjemahkan menjadi kemampuan yang bisa langsung dipraktikkan saat menjalankan fungsi pengamanan.
Lebih jauh, penegasan dalam upacara turut menekankan agar peserta konsisten menguatkan tiga bekal utama, yaitu disiplin, tanggung jawab, dan sikap humanis. Dengan bekal itu, pendekatan pelayanan yang mengutamakan cara berinteraksi secara manusiawi diharapkan selaras dengan tujuan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja masing-masing.












