Pendidikan

Dokter Membagikan Cara Merawat Penglihatan Tetap Prima Sampai Usia Lanjut

×

Dokter Membagikan Cara Merawat Penglihatan Tetap Prima Sampai Usia Lanjut

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dokter Ungkap Cara Menjaga Mata Tetap Sehat hingga Usia Senja

jurnalistik.co.id – Menjaga penglihatan tetap prima hingga usia senja tidak harus menunggu keluhan berarti. Sebagian gangguan mata justru berkembang diam-diam, sehingga kebiasaan serta pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dari perawatan kesehatan jangka panjang.

Dalam berbagai pemeriksaan kesehatan, banyak orang sudah terbiasa memantau faktor seperti kadar gula darah, tekanan darah, hingga fungsi jantung dan ginjal. Namun, dr. Low Jin Rong mengingatkan bahwa perhatian itu tidak boleh berhenti di sana.

Dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, Asian Healthcare Specialists, dr. Low menegaskan bahwa banyak penyakit mata muncul tanpa gejala yang mudah dikenali pada tahap awal. Menurutnya, seseorang masih bisa membaca, bekerja, bahkan mengemudi seperti biasa meski kerusakan di dalam mata sudah mulai terjadi.

“Banyak pasien secara rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal, tetapi mungkin belum menyadari bahwa mata juga dapat terdampak,” tutur dr. Low dalam acara pertemuan media yang digelar oleh Asian Healthcare Specialists, Singapura, Jumat (24/07).

Karena itu, dr. Low menyarankan pemeriksaan mata dijadikan bagian dari rutinitas kesehatan. Pemeriksaan berkala dinilai terutama penting bagi mereka yang memiliki diabetes, hipertensi, riwayat glaukoma dalam keluarga, miopia tinggi, serta yang sudah memasuki usia paruh baya.

Kendalikan penyakit kronis agar kerusakan mata bisa diperlambat

Dalam penjelasannya, diabetes dan hipertensi disebut sebagai dua kondisi yang paling sering dikaitkan dengan gangguan penglihatan. Diabetes dapat merusak pembuluh darah halus pada retina hingga memicu retinopati diabetik.

Sementara itu, tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat mengganggu sirkulasi darah di retina maupun saraf optik. Dr. Low menekankan bahwa keduanya kerap berkembang tanpa menimbulkan rasa nyeri dan juga tanpa penurunan penglihatan yang jelas pada fase awal.

Dr. Roy Tan, dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, menambahkan bahwa banyak kerusakan mata akibat penyakit kronis sebenarnya dapat diperlambat bila ditemukan lebih awal. Ia menjelaskan bahwa deteksi dini memberi kesempatan untuk melakukan penanganan yang tepat.

“Kalau ditemukan lebih awal, kita bisa mengobatinya dan mencegah kondisinya memburuk,” jelas dr. Roy.

Namun, dr. Roy juga mengingatkan adanya batasan pemulihan pada beberapa kondisi. Menurutnya, sebagian besar kerusakan akibat retinopati diabetik, glaukoma, maupun degenerasi makula tidak dapat dipulihkan.

Karena itu, tujuan pengobatan diarahkan untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang masih ada sebelum kerusakan menjadi permanen. Dengan kata lain, fokusnya bukan hanya memperbaiki, tetapi juga menjaga kemampuan melihat agar tidak makin menurun.

Perhatikan perubahan kecil pada mata dan kelopak

Menjaga mata tetap sehat tidak hanya tentang pemeriksaan di klinik. Perubahan kecil yang tampak sepele juga perlu dicermati, terutama bila terjadi berulang atau mengganggu kenyamanan.

Dr. Roy menjelaskan bahwa banyak pasien tidak menyadari kelopak matanya mulai turun. Ia menyoroti kebiasaan refleks ketika seseorang menggunakan otot dahi untuk membantu membuka mata.

Kebiasaan tersebut, menurut dr. Roy, bisa memicu sakit kepala karena otot dahi terus bekerja. Dengan demikian, keluhan kepala yang sering muncul dapat menjadi petunjuk bahwa ada perubahan pada fungsi kelopak.

Dr. Roy juga menyinggung keluhan mata kering. Sebagian pasien datang mengeluh mengalami dry eye dan menganggapnya sebagai kondisi yang wajar untuk ditangani dengan kebiasaan umum.

“Ada juga pasien yang datang dengan keluhan mata kering. Mereka mengira hanya mengalami dry eye , padahal sebenarnya kelopak mata bawahnya berputar ke dalam. Kondisi itulah yang menyebabkan rasa tidak nyaman,” terang dr. Roy.

Selain itu, kelopak mata yang mengendur akibat kelebihan kulit atau dermatochalasis juga sebaiknya tidak dianggap sekadar persoalan estetika. Perubahan struktur kelopak dapat memengaruhi kenyamanan serta cara mata bekerja dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam konteks perawatan, memahami pemicu keluhan menjadi langkah yang menentukan. Bila keluhan disebabkan faktor medis yang mendasari, pendekatan penanganan perlu disesuaikan, bukan hanya mengandalkan pereda sementara.

Pada akhirnya, perawatan mata yang berkelanjutan menuntut dua hal yang saling melengkapi. Pertama, pemeriksaan rutin untuk mendeteksi risiko lebih awal. Kedua, perhatian pada perubahan kecil yang mungkin tidak terasa mengganggu pada awalnya, tetapi dapat berpengaruh pada kualitas penglihatan di kemudian hari.

Dengan melakukan kedua langkah itu, seseorang dapat menjaga fungsi penglihatan yang masih ada sekaligus menurunkan peluang kerusakan berkembang tanpa kendali. Ini menjadi bekal penting agar kualitas melihat tetap terjaga saat memasuki usia senja.